Kategori

Selasa, 09 April 2019

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Mengasihi Sesama Makhluk

Gak bosen-bosen ne anak masak. Masih sama seperti kemarin, kumpulin potongan puzzle yang kecil terus dimasukin di wadah, diublek-ublek deh. Ditawarin ke ibu kalau udah mateng. Tapi kali ini terusik dengan kehadiran kucing lain.

Awalnya, kucing putih cuma lewat di belakang rumah. Lihat ada sisa makanan yang memang sengaja buat makan kucing biasa (berasa peliharaan) sama ayam-ayam liar yang tinggal di pohon depan rumah, mampir makan. Bocil liat itu, pengen memberi makan, disodor-sodorin deh. Ibu jadi sering mengingatkan agar gak dekat-dekat, soalnya kucing itu pernah 2x nyakar bocil. Mungkin dia sudah lupa. 

Ketegangan terjadi ketika kucing yang biasanya datang. Merasa daerah kekuasaannya diokupasi, terjadilah perkelahian. Nah,  semakin parah karena dikompori bocil. Kucing abu sudah masuk ke rumah, tak mau berkelahi, sama bocil diangkut,  sengaja didekatkan dengan kucing putih,  terjadilah saling cakar. Ibu mesti kasih tau ne. Sudah membahayakan diri sendiri dan sekitar. Ibu bilang kalau kucingnya gak mau berkelahi, jadi kalau dia mendekatkan mereka, maka mereka bisa berkelahi,  nanti sakit, kamu juga nanti sakit karena ada di dekat situ. Kalau kena cakar lagi gimana,  sakit lok kalau kecakar (sambil meragain kucing nyakar). Dia juga melempar kucing putih dengan jagung karena galak. Ibu bilang kita harus sayang sama siapapun. Kalau lempar-lempar seperti itu bukan sayang. Kasian kucingnya sakit. 

Makin berani sama kucing dia. Kadang diangkatnya kucing. Apalagi kalau ada orang yang melihat,  seolah ingin menunjukan prestasi. Tadi pun dilapori kalau dia pegang anak kucing. Teman-temannya teriak histeris karena takut anak kucingnya mati. Mungkin karena kaget dengan respon teman-temannya, dia menangis. Hadeeeehh... Ibu mesti tak henti-hentinya mengingatkan. Dia mungkin belum paham dengan dampaknya. 

Tapi terkadang, dia sayang juga dengan kucingnya. Tadi pagi, kucing tiduran di lantai. Dia ambil kain dan menyelimuti kucing itu. Nah, kalau gini kan bagus. Jadi,  pe-ernya menumbuhkan jiwa welas asih. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar