Kategori

Sabtu, 13 April 2019

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Mencoba Hal Baru

Sarapan kali ini hanya nasi dan telur ceplok ditaburi sedikit garam. Perut sudah lapar (dari malam) dan bocil sedang caper. Jadilah ala kadarnya, yang penting punya tenaga buat nyuci. Hehe... Dia udah ngintil sambil ngrengek lagi. Diam pas ibu minta dia tekan tombol start di rice cooker. Ok, kali ini belajar masak nasi aja. Dia langsung heboh, nunjuk-nunjuk ke lubang udara, memberitahu kalau ada uap panas disertai gelembung udara. Hmmm... Ibu bilang belum lagi ada gelembungnya, kan baru aja dimasak, masa udah ada uap panasnya. Hahaha... Dia suka pelajaran masak sepertinya. Gurunya mesti sabar banget ini. Ambil nafas, hembuskan, wwuuuuuuuss. Selain bantu masak, dia juga bantu nyapu. Penuh kehati-hatian dia mendorong kotoran, meski tetap kemana-mana.. Hehe... 

Hari ini, temannya main ke rumah. Bermain, rebutan mainan, dan teriak-teriak dia gak mau diambil mainannya dan temannya bersikeras minta dengan bilang pinjam. Ok tarik-tarikan. Kalah dong karena temannya lebih tua umurnya dan lebih kuat. Marah dia. Tetiba mengulurkan tangan. Dan salaman, berdamai mereka. Tak lama marah lagi dia, masih kesal, banting panci (dibuat mainan), ibu mengingatkan untuk tak melakukannya. Banting lagi, kali ini mobil-mobilannya dan akan membanting mainan yang lain. Gini ini yang bikin emosi. Ok time out saya berlakukan. Tak diijinkan main lagi karena mengulangi pelanggaran. Dan dia nangis-nangis protes. Saya pilih tega(s), gak ada toleransi. 

Entah kenapa seharian banyak time out. Seharian kesal terus dia dan ibu jadi ikut kesal. Baiklah sepertinya kita sama-sama sedang stres. Dibuat jalan-jalan jadinya. Lumayan mengusir penat. Jalan-jalan keliling kota sambil beli buah untuk stok seminggu, beli cemilan yang dicemil di taman kota sambil lihat robot. Beli bakso sambil lihat truk-truk mondar/i. Beli cangkul kecil juga buat bikin lubang pembuangan sampah sayur, bikin kompos, ngurangin sampah. 

Pas kegiatan ini, dia merhatiin banget. Serius jongkok sebelah ibu melihat setiap prosesnya, sambil tangannya belai-belai daun sebangsa palm. Dan ketika dia main di luar sendiri (ibu ngawasin di jendela kamar), dia nyoba-nyoba nyangkul. Sebenarnya berbahaya, tapi untungnya ganggang paculnya panjang, jadi mengurangi risiko. Suka dengan hal baru ini. Jadi nambah ide kegiatan buat dia yaitu berkebun. Ibu sih gak jago berkebun, lebih banyak yang mati daripada yang hidup, sering dibilang tangannya panas. Hahaha... Kalau uti sama tante jago banget berkebun. Rumah udah mirip tempat pembibitan. Mungkin bisa ini pulkam besok ngajak dia berkebun di rumah eyang.

Yang baru dia kenal juga sifat tarik-menarik magnet. Terkagum-kagum dia. Teriak "woooo...woooo.. ". Kalau magnetnya sendiri sudah tau lama dia. Magnet bisa lengket di besi, seperti magnet kulkas, sampai buluk dimaininnya, kulkas juga sampai penyok-penyok dipukul-pukul. Nah, tarik-menarik secara kebetulan dia rasakan sewaktu magnet yan nempel di blek roti memarik blek roti yang lain. Terus dia gerak-gerakan salah satu blek dan blek yang lain mengikuti. Heboh dong ya. Dia merasa luar biasa fenomena ini. Lalu dia tunjukan ke ibu, kali ini dilapis ke atas. Bawah blek magnet terus blek. Dia menunjukan kalau saat dia angkat blek yang atas, blek yang bawah ikut terangkat. Senang sekali ekspresinya. Salah satu eksperimen pribadinya. Jadi ingat kisah-kisah penemu yang menemukan berdasarkan kebetulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar