Menduplikat perilaku
Selang beberapa saat terbangun dia dan langsung menuju dapur sambil merengek minta ibunya boboan aja bareng dia. Percayalah nak, tanpa kamu merengek juga ibu girang banget bisa boboan sama kamu. Hahaha... Tapi kita juga butuh sarapan agar emosi terkendali. Suka rese kalau lagi laper.
Melihat ibu sedang menyiangi udang dan memasukannya dalam wadah berair, dia tertarik tu. Ikut deprok di lantai deh. Minta wadah lain untuk menampung udang yang sudah bersih. Hehe... Jalan logikanya. Mau tuang air juga saat terlihat udang makin banyak di wadah, sepertinya kurang airnya.
Ibu kagum saat lihat dia membuka rice cooker. Ternyata dia ingat tata cara masak nasi. Padahal baru kemarin ibu ajari dia untuk memasak nasi. Dari beras dibersihkan dan masuk rice cooker, pencet, masak deh. Dia menaruh gulungan kertas ke dalam wadah. Membuka rice cooker, memasukan wadah tadi terus tutup, dan pencet start. Sama persis dengan apa yang saya lakukan. Dan dia memperagakannya seolah bermain, alami, tak sadar sudah menduplikat.
Jadi, memasak masih mendominasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar