Kategori

Selasa, 02 April 2019

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Empati

Sama-sama sedang sakit, jadi lebih sering baringan di tempat tidur. Kurang fokus dalam mengerjakan tantangan. Hebatnya, Dia lebih bersemangat daripada Saya ketika sakit. Saya masih tiduran, Dia sudah bermain meski sendirian. Kasian lihatnya. Ketika lemah gini, Dia seperti bisa mengerti untuk bermain sendiri dan memberi waktu untuk Ibu istirahat lebih lama. Tidak protes, tidak memaksa ditemani main seperti biasanya. Mungkin terpaksa sekali membangunkan Ibu ketika poop. Saat poop, Dia mendekat dan minta Saya ikut ke belakang. Pas Saya tanya "poop kah?" Dia mengangguk sambil pegang pantatnya. Ah, sudah besar Dia.

Badannya panas, tapi masih semangat bermain. Seperti biasa main mobil-mobilan, kali ini ambil mobil sedan dan pemadam kebakaran (bukan mainannya, mainan punya Abang Arsad). Dia jalankan dan meminta Ibu menirukan suara mobil-mobil itu. Ditambah pesawat. Hmmmm...bunyinya gimana ya?haa..mikir dulu.

Yang lucu ketika nenen, Ibu menawarkan minum paracetamol untuk menurunkan panasnya, tapi Dia menggeleng terus. Hey, Dia sudah tahu arti mengangguk dan menggeleng. Tidak mau sampai Ayahnya videocall, minta Dia minum obat dan nurut. Yah, anak ayah ini mah. Hehe... Lanjut main sepeda roda 3 nya dan beberapa saat kemudian tidur.

Saya menyadari secara alami banyak kemajuan padanya. Meski termasuk lambat bicara, sekarang Dia sudah bisa nyapa "Kai" dengan agak jelas ketika Kai lewat bahkan ketika mendengar suara motornya. Memanggil "Uwa" ketika truk Bapak Uwa lewat. "Dadah cing" dadah ke kucing saat Kami pergi. Semua perlu pembiasaan. Biasa Dia mendengar sapaan-sapaan itu, lama-lama terucap dari mulutnya seperti itu. Namun, dengan sukarela, kalau Kita sengaja memancing dengan minta Dia menirukan atau bertanya balik, hampir tak diresponnya, meski kadang mau. Mesti spontan, mesti pas situasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar