Holiday
Hari libur pertama di bulan Ramadha, enaknya ngruntel di kasur. Hehe... Tapi, agar perut gak sebah setelah sahur, diputuskan ibu mesti nyuci. Jadilah, cucian ibu dan bocah sudah beres sebelum siang. Nyuci diselingi beberes rumah yang sudah mirip gudang. Berhamburan kemana-mana mainannya. Dia masih terlelap setelah area bermainnya rapi. Tapi, cuma tunggu hitungan saat saja semua kembali berantakan dan ibu mulai malas beberes lagi. Haaa.. Besok saja lah diberesin lagi. Sudah lemah tenaga, butuh istirahat. Ketika akan istirahat, dia tak mau ikut istirahat. Yah.. Nasib, baiklah bermain bersama saja.
Kita juga berkarya di hari libur ini. Kita membuat amplop untuk hari raya. Ibu beli kertas kado motif kain sasirangan. Inginnya ada kesan khas banjar. Ibu bagian potong-potong dan dia bagian ngelem. Semangat banget mau kasih lem dimana-mana. Gak sabar nunggu ibu sedang lipat-lipat dan gunting-gunting.
Biasanya amplop sudah beli jauh-jauh hari, sebenernya karena suka yang lucu-lucu, maka kalau ke toko atk suka beli amplop yang motifnya lucu untuk lebaran. Jadi, sudah siap sedia. Untuk tahun ini memang dari awal sudah punya rencana membuat sendiri. Buah pemikiran dari tahun yang telah lalu saat di rumah, iseng bikin amplop dari kertas kado bekas, sayang kalau langsung dibuang, bisa dimanfaatkan lagi. Ternyata juga hemat. Dari 1 lembar kertas kado harga seribu bisa untuk membuat sekitar 12 buah amplop. Apalagi kalau pakai yang bekas. Bukan gak menghargai yang dikasih ya, tapi memanfaatkan yang ada dan meningkatkan manfaatnya.
Untuk uangnya juga jauh-jauh hari nyiapinnya. Masih belum teratur untuk menyisihkannya, seperti sebulan mesti berapa ribu. Jadi, sistemnya setiap dapat uang baru gress langsung simpan dan itu sudah berlangsung dari lama sekali. Dari simpanan yang bertahun-tahun itu terkadang masih ada sisanya dan bisa dipakai di tahun yang akan datang, seperti itu seterusnya. Menurut saya jadi lebih ringan untuk penganggarannya. Saya memang bukan orang yang saklek, suka agak bebas dikit.
Saya tipe orang yang gak bisa pegang uang soalnya. Memang jarang sekali beli baju atau pernak/i cewek lainnya tapi uang yang ada bisa langsung ludes gegara hobi belanja buku dan jajan. Kalau orang-orang tak suka ambil uang dari rekeningnya biar gak cepat habis, kalau saya kebalikannya. Sering saya ambil semua yang ada di rekening untuk dimasukan ke masing-masing amplop kebutuhan agar kebutuhan tak kalah dengan keinginan. Kalau di rekening masih ada uang bakal kalap untuk transfer-transfer olshop. Mungkin masih belum terorganisasi dengan baik pengelolaan keuangannya, tapi saya masih nyaman dengan sistem yang tak teratur ini. Saya juga mudah stres. Kalau mesti teratur dengan ketat, bisa memicu peningkatan kestresan. Seperti kata suami, lakukan saja sesuai dengan cara yang kamu sukai (dalam artian positif). Tau kalau istrinya moody, gampang stres.
#HariKe17
#Tantangan10Hari
#KelasBunsayIIP
#Level8
#RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Hari libur pertama di bulan Ramadha, enaknya ngruntel di kasur. Hehe... Tapi, agar perut gak sebah setelah sahur, diputuskan ibu mesti nyuci. Jadilah, cucian ibu dan bocah sudah beres sebelum siang. Nyuci diselingi beberes rumah yang sudah mirip gudang. Berhamburan kemana-mana mainannya. Dia masih terlelap setelah area bermainnya rapi. Tapi, cuma tunggu hitungan saat saja semua kembali berantakan dan ibu mulai malas beberes lagi. Haaa.. Besok saja lah diberesin lagi. Sudah lemah tenaga, butuh istirahat. Ketika akan istirahat, dia tak mau ikut istirahat. Yah.. Nasib, baiklah bermain bersama saja.
Kita juga berkarya di hari libur ini. Kita membuat amplop untuk hari raya. Ibu beli kertas kado motif kain sasirangan. Inginnya ada kesan khas banjar. Ibu bagian potong-potong dan dia bagian ngelem. Semangat banget mau kasih lem dimana-mana. Gak sabar nunggu ibu sedang lipat-lipat dan gunting-gunting.
Biasanya amplop sudah beli jauh-jauh hari, sebenernya karena suka yang lucu-lucu, maka kalau ke toko atk suka beli amplop yang motifnya lucu untuk lebaran. Jadi, sudah siap sedia. Untuk tahun ini memang dari awal sudah punya rencana membuat sendiri. Buah pemikiran dari tahun yang telah lalu saat di rumah, iseng bikin amplop dari kertas kado bekas, sayang kalau langsung dibuang, bisa dimanfaatkan lagi. Ternyata juga hemat. Dari 1 lembar kertas kado harga seribu bisa untuk membuat sekitar 12 buah amplop. Apalagi kalau pakai yang bekas. Bukan gak menghargai yang dikasih ya, tapi memanfaatkan yang ada dan meningkatkan manfaatnya.
Untuk uangnya juga jauh-jauh hari nyiapinnya. Masih belum teratur untuk menyisihkannya, seperti sebulan mesti berapa ribu. Jadi, sistemnya setiap dapat uang baru gress langsung simpan dan itu sudah berlangsung dari lama sekali. Dari simpanan yang bertahun-tahun itu terkadang masih ada sisanya dan bisa dipakai di tahun yang akan datang, seperti itu seterusnya. Menurut saya jadi lebih ringan untuk penganggarannya. Saya memang bukan orang yang saklek, suka agak bebas dikit.
Saya tipe orang yang gak bisa pegang uang soalnya. Memang jarang sekali beli baju atau pernak/i cewek lainnya tapi uang yang ada bisa langsung ludes gegara hobi belanja buku dan jajan. Kalau orang-orang tak suka ambil uang dari rekeningnya biar gak cepat habis, kalau saya kebalikannya. Sering saya ambil semua yang ada di rekening untuk dimasukan ke masing-masing amplop kebutuhan agar kebutuhan tak kalah dengan keinginan. Kalau di rekening masih ada uang bakal kalap untuk transfer-transfer olshop. Mungkin masih belum terorganisasi dengan baik pengelolaan keuangannya, tapi saya masih nyaman dengan sistem yang tak teratur ini. Saya juga mudah stres. Kalau mesti teratur dengan ketat, bisa memicu peningkatan kestresan. Seperti kata suami, lakukan saja sesuai dengan cara yang kamu sukai (dalam artian positif). Tau kalau istrinya moody, gampang stres.
#HariKe17
#Tantangan10Hari
#KelasBunsayIIP
#Level8
#RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar