Kategori

Minggu, 05 Mei 2019

Mendidik Anak Cerdas Finansial

Nano-nano

Santai harinya, tak padat kegiatan, tapi banyak kalau ditulis. Masih bisa leyeh-leyeh dan tidur siang. Biasanya hari minggu, stres dengan kerjaan rumah yang gak kelar-kelar. Kegiatan hari ini yang berhubungan dengan cerdas finansial. Merawat tanaman, belanja, ngehias celengan, ngirit dalam berbagai hal. 

Belanjanya ngeborong lagi, padahal mesti ngirit. Sudah dipilih-pilih yang penting (menurut ibu). Beli baju lebaran anak. Hehe.. Baru mau mulai puasa udah beli baju. Sebenarnya gak pengen ngajarin anak mesti pakai baju baru waktu lebaran. Kenapa jadi beli? Karena tiap tahun ibu selalu dapat baju lebaran dari tante. Masa ibu aja yang pakai baju baru, anak sama suami baju lawas. Gak tega saya. Lho, suami gak dibeliin? Ayah beli sendiri biasanya karena selera yang berbeda jadi demi kenyamanan bersama beli masing-masing. Gak kembaran dong. Gak papa gak sama, yang penting pakai baju. Heee. Tapi biasanya warnanya yang sama meski di grade yang berbeda. Terus kenapa udah beli dari sekarang? Soalnya ibu bukan wanita strong. Gak puasa aja lemah letih lesu kalau mesti siang panas-panas, sumpek ke pasar. Apalagi puasa, daripada batal gara-gara beli baju lebaran, mending sekarang aja bisa sambil jajan (yah, pengeluaran yang gak penting). Jadi,  baju lebaran keinginan atau kebutuhan sih? Kalau untuk saya termasuk kebutuhan. Selain alasan tadi, juga karena baju dia udah pada kecil. Belajar adab belanja lain, tawar sewajarnya, beli kemudian. Mudah dalam menjual, mudah dalam membeli. 

Habis belanja baju, belanja sayur, buah, susu. Harga-harga emang pada naik ya, tapi mau gimana lagi, untuk anak pastilah diusahakan. Kalau ke pasar semua pengen dibeli, makanya lebih suka beli di tempat paman sayur, tapi ditungguin sampai siang gak jualan, terpaksa deh panas-panas keliling sama bocil. Untung dia cukup kooperatif hari ini. Mau jalan sendiri. Belinya cuma sedikit tapi harganya seperti beli banyak. Beli susu juga, dia kan kurang minum dari hasil lab setiap dia sakit, jadilah sering beli susu untuk mancing minumnya. Pengennya bisa beli langganan kayak dulu di rumah, tapi di sini gak ada. Jadi lah beli susu pasteurisasi atau uht. Kalau saya rasa enak yang pasteurisasi rasanya. Lagi-lagi kebutuhan ya. Meski mahal, tapi untuk kesehatan bisa diusahakan. Kenapa gak makanan kuah atau buah yang banyak airnya. Itu sudah ya. Tapi doi gak mau banyak makan kuah. Buah juga udah, tapi hasil lab tetap gitu ya. Apalagi ibu gak bisa makan buah seperti semangka, langsung limbung. Jadi, cuma makan seperti pir, yang beli bisa bijian, kalau semangka mesti setengah, siapa yang mau habisin. 

Kegiatan merawat tanaman, masih seputaran nyiram tanaman. Paling suka kalau nyiram-nyiram. Lagi ngasih minum tanaman ya. Tapi, gak boleh banyak-banyak, nanti bisa busuk akarnya. Asal lembab aja. 

Celengan kembali dihias. Tadi ibu dan dia main warna. Ibu yang gambar, dia yang kasih warna. Meski asal aja, tapi dia seneng dan puas dengan hasil karyanya. Dalam keriangan, ada stimulasi jari-jarinya untuk langkah awal menulis. Sering-sering pegang alat tulis dulu. Setelah selesai, ibu gunting motif yang tak nampak lagi bentuknya. Lalu dia tempel ke celengan. Biar lebih semangat kasih makan celengan, biar cepat penuh. Tak lupa mengulang pemahaman. Apa kebutuhan, apa sedekah, kenapa sedekah, sedekah tak melulu uang, sedekah mesti dibiasakan biar gak terasa berat, dll. 



Untuk ngirit, bisa dalam menggunakan energi. Karena hari panas banget, nyalain kipas, tapi ketika sudah bangun tidur mesti matikan kipas. Tidur gelap-gelapan, dibiasakan dari kecil, jadi terbiasa sampai tua. Mandi pakai sabun secukupnya, dia sering minta sabun untuk melumuri badannya sendiri, biasanya saya kasih sedikit dari yang sudah ada di tangan saya. Dia bisa belajar mandi sendiri tanpa buang-buang sabun. 

#HariKe11
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level8
#RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar