Bertanam dan Belanja
Bantu-bantu berkebun. Ikut gali tanah buat ngubur sampah organik dapur, juga menyiram tanaman. Seneng ikut gali-gali tanah karena bisa sekalian main tanah. Seneng ikut nyiram tanaman karena sekalian bisa main air..hehe...
Ibunya ingin menghemat pengeluaran dengan nanam bumbon. Bisa sekalian buat sarana belajar dia. Banyak hal yang bisa dikaitkan, salah satunya menerapkan cerdas finansial. Kalau bisa petik di kebun sendiri kan lebih baik daripada beli. Sering terbuangnya kalau beli. Seperti cabai, karena gak sering pakai jadi tersimpan lama, kemudian layu dan busuk. Nah, nanam saja, kalau perlu tinggal petik secukupnya. Karena nanam dari biji cabai, maka pohonnya baru bertunas, masih lama lagi untuk besar berbuah. Saya juga gak bisa bertanam, jadi masih coba-coba, sekalian memberikan aktifitas lain untuk anak.
Bertanam rumahan ini cukup menghemat pengeluaran. Kalau sukses bertanam, jadi berkurang anggarannya untuk beli bumbon atau sayur. Juga untuk beli pupuk karena pupuknya dari sampah dapur juga. Enak kalau punya halaman tanah, tinggal gali-gali buang deh sampahnya di situ, mengurangi volume sampah harian.
Aktifitas ini saya rasa pas untuk memberi pembelajaran kepada anak. Dia setidaknya memiliki kenangan bertanam yang mungkin akan menggugahnya di kemudian hari. Bertanam bisa sambil mengenalkan dengan Pencipta alam semesta, proses makanan yang dia makan, cerdas finansial, belas kasih pada makhluk lain (tanaman juga butuh minum), dll.
Saya ceritakan maksud dan tujuan saya mulai bertanam.
Hari ini akhirnya jadi ke bazar buku. Ada buku cerita tentang tata surya, ada roket, matahari, bulan. Senang dia dengan buku itu. Dibawanya terus. Mau dibeli tapi masih ragu karena dia sudah punya buku setipe. Baru mikir dan lihat gambar alat transportasi dan setelah diambil ternyata puzzle. Ini pasti senang dia. Benar saja, waktu dikasih, dia langsung tertarik, buku yang tadi langsung diacuhkan. Ganti puzzle yang dibawa kemana-mana, tak bosan-bosan nunjuk gambar-gambarnya. Apalagi kalau truk sedang lewat, langsung dicocokin ke gambarnya. Hahaha...
Karena masih dibungkus plastik, dia minta buka. Ibu bilang mesti dibayar dulu baru dibuka. Awalnya enggan. Tapi mau juga meski dia menyerahkan ke ibu, gak mau menyerahkan langsung seperti kalau ke kasir. Dimainkan terus sepanjang hari. Intinya mesti bijak belanja, kalau sudah punya yang serupa, tak perlu membeli lagi, anggarkan untuk yang lain. Tetep adab belanja jalan terus, jauhi pengecualian, meski dia bermuka sedih.
#HariKe10
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level8
#RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Bantu-bantu berkebun. Ikut gali tanah buat ngubur sampah organik dapur, juga menyiram tanaman. Seneng ikut gali-gali tanah karena bisa sekalian main tanah. Seneng ikut nyiram tanaman karena sekalian bisa main air..hehe...
Ibunya ingin menghemat pengeluaran dengan nanam bumbon. Bisa sekalian buat sarana belajar dia. Banyak hal yang bisa dikaitkan, salah satunya menerapkan cerdas finansial. Kalau bisa petik di kebun sendiri kan lebih baik daripada beli. Sering terbuangnya kalau beli. Seperti cabai, karena gak sering pakai jadi tersimpan lama, kemudian layu dan busuk. Nah, nanam saja, kalau perlu tinggal petik secukupnya. Karena nanam dari biji cabai, maka pohonnya baru bertunas, masih lama lagi untuk besar berbuah. Saya juga gak bisa bertanam, jadi masih coba-coba, sekalian memberikan aktifitas lain untuk anak.
Bertanam rumahan ini cukup menghemat pengeluaran. Kalau sukses bertanam, jadi berkurang anggarannya untuk beli bumbon atau sayur. Juga untuk beli pupuk karena pupuknya dari sampah dapur juga. Enak kalau punya halaman tanah, tinggal gali-gali buang deh sampahnya di situ, mengurangi volume sampah harian.
Aktifitas ini saya rasa pas untuk memberi pembelajaran kepada anak. Dia setidaknya memiliki kenangan bertanam yang mungkin akan menggugahnya di kemudian hari. Bertanam bisa sambil mengenalkan dengan Pencipta alam semesta, proses makanan yang dia makan, cerdas finansial, belas kasih pada makhluk lain (tanaman juga butuh minum), dll.
Saya ceritakan maksud dan tujuan saya mulai bertanam.
Hari ini akhirnya jadi ke bazar buku. Ada buku cerita tentang tata surya, ada roket, matahari, bulan. Senang dia dengan buku itu. Dibawanya terus. Mau dibeli tapi masih ragu karena dia sudah punya buku setipe. Baru mikir dan lihat gambar alat transportasi dan setelah diambil ternyata puzzle. Ini pasti senang dia. Benar saja, waktu dikasih, dia langsung tertarik, buku yang tadi langsung diacuhkan. Ganti puzzle yang dibawa kemana-mana, tak bosan-bosan nunjuk gambar-gambarnya. Apalagi kalau truk sedang lewat, langsung dicocokin ke gambarnya. Hahaha...
Karena masih dibungkus plastik, dia minta buka. Ibu bilang mesti dibayar dulu baru dibuka. Awalnya enggan. Tapi mau juga meski dia menyerahkan ke ibu, gak mau menyerahkan langsung seperti kalau ke kasir. Dimainkan terus sepanjang hari. Intinya mesti bijak belanja, kalau sudah punya yang serupa, tak perlu membeli lagi, anggarkan untuk yang lain. Tetep adab belanja jalan terus, jauhi pengecualian, meski dia bermuka sedih.
#HariKe10
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level8
#RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial


Tidak ada komentar:
Posting Komentar