Kategori

Senin, 06 Mei 2019

Mendidik Anak Cerdas Finansial

Mbakar Duit

Nyiram tanaman ke skip. Hehe.. Lupa, gara-gara pagi mesti bersih-bersih karena bocah main bedak, berasa ada badai salju di rumah (putih-putih dimana-mana). Pantes doi anteng ditinggal masak. Ternyata, oh ternyata. Sorenya dia ribut ini itu dan berakhir buka duluan (jajan ibu dicobain dulu, hahaha).

Celengan jalan. Ternyata untuk memasukan koin ke celengan butuh konsentrasi lho. Karena bening, dia mesti dibantu untuk nemuin lubangnya (apa dikasih tanda ya lubangnya, pinggirnya dikasih warna gitu). Terus untuk masukin koin butuh perjuangan dorongnya. Butuh waktu lumayan lama dan butuh disemangati Dorongnya biar kuat dan masuk koinnya. 

Habis itu dia nunjuk-nunjuk angka yang ditempel di pintu. Lalu ibu menyebutkan angka berapa itu. Tunjuk-tunjuk terus, diulang-ulang untuk waktu beberapa lama. Ini salah satu mengenalkan ciri pada uang yaitu ada angka-angka di sana. Tapi, masih gak mau mengucapkan. 

Tiduran, terdengar suara kembang api, lalu mercon. Yah, ramadhan dan idul fitri identik dengan bunyi-bunyi itu, meski gak ada hubungannya. Ibu jadi perlu mengingatkan sejak dini ke anak untuk tidak ikut-ikutan. Ibu bilang kalau ramadhan dan idul fitri biasanya banyak orang mbakar duit. Iya uang dibakar, uang dibelikan kembang api dan mercon yang cara mainnya dibakar. Itu tidak bermanfaat. Tak perlu diikuti hal-hal yang tak ada faedahnya. Ibu cerita kalau dulu, sewaktu bayi, dia sensitif dengan suara. Suara brisik sedikit langsung nangis kebangun karena kaget. Tadi pun pas vcall dengan ayahnya di teras, dengar suara mercon (jarak jauh), dia langsung lari masuk rumah. Dan belakang rumah uti suka dibuat main mercon. Ibu mesti marah-marah agar tidurmu tak terganggu. Jadi, menyalakan mercon itu membuat orang-orang marah, kesal. Masa habis puasa, yang masih suasana maaf-maafan bikin orang kesal. Kan sikap yang buruk. Terlebih orang yang menyalakan mercon selalu melemparnya kesembarang tempat dan menutup kupingnya. Sungguh sikap pengecut, bahagia melihat orang lain takut dan kaget. Itu tentu bukan suatu kebutuhan menurut ibu, kalau dimasukan ke keinginan juga jadi keinginan yang buruk, macam niat buruk jadinya. 

Uang yang didapat sebaiknya untuk hal yang bermanfaat. Seperti celengan kita. Uang bisa buat sedekah, bisa buat beli apa yang dibutuhkan, bisa buat ditabung dulu. Uang bisa sangat bermanfaat dan memberikan kebahagiaan lebih ke pada diri kita bila digunakan pada jalur yang seharusnya. Uang yang dibakar itu hanya mendatangkan kebahagiaan semu. Ibu minta persetujuannya untuk tidak beli mercon dan dia mengangguk. Hehe.. Entah ngerti atau tidak, tapi ibu tetap senang. Semoga kelak benar-benar menjauhi mbakar duit. Termasuk merokok. Ibu tak suka dengan perokok. Terlalu egois. 

#HariKe12
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#Level8
#RezekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar