Kategori

Rabu, 26 September 2018

ALIRAN RASA KOMUNIKASI PRODUKTIF

Saya menjalankan tantangan komunikasi produktif bersama anak saya. Di dalam berkomunikasi produktif terdapat indikator-indikator untuk membantu agar terlaksana sesuai tujuan. Indikator untuk komunikasi produktif dengan anak terdapat 10 indikator, yaitu :
1.   Mengendalikan Emosi
2.   Keep Information Short & Simple (KISS)
3.   Intonasi Suara dan Gunakan Suara Ramah
4.   Ganti Kata "Tidak Bisa" menjadi "Bisa"
5.   Jelas dalam Memberikan Pujian dan Kritikan
6.   Mengatakan Keinginan
7.   Refleksi Pengalaman
8.   Menunjukan Empati
9.   Ganti Perintah dengan Pilihan
10. Observasi

Dari kesepuluh indikator tersebut, tanpa kita sadari sebenarnya telah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja belum mengerti bahwa itu disebut komunikasi produktif, seringnya hanya berupa try and error (tidak bisa pakai cara ini, pakai cara yang lain), dan sering kelupaan untuk mengikuti nurani karena sedang dilingkupi emosi.

Nah, dengan adanya penjelasan tentang komunikasi produktif dan indikator-indikatornya, maka kita bisa lebih terarah dalam berkomunikasi (khususnya dengan anak) dan lebih berhati-hati lagi (karena sudah ada remnya, meminimalkan keceplosan yang berakibat menyakiti hati anak).

Dengan menjalankan tantangan komunikasi produktif membuat saya hafal dengan indikator-indikatornya. Jadi, bisa lebih mudah mempraktekan komunikasi produktif (apakah komunikasi saya dengan anak sudah produktif atau belum).

Namun, tidak semua indikator bisa saya lakukan dalam waktu sehari. Apalagi dengan kondisi banyak kegiatan dan banyak orang yang ditemui. Otomatis komunikasi dengan anak akan menurun, tidak seperti kalau hanya berdua di rumah saja.

Juga, karena anak saya belum genap berumur 1,5 tahun. Jadi, komunikasi produktif yang dilakukan masih berulang-ulang untuk hal yang sama. Dan seringnya satu arah (saya menerangkan banyak hal tanpa ditanggapi seperti layaknya berkomunikasi dengan anak yang lebih besar). Tapi, saya yakin otaknya bisa menerima apa yang saya komunikasikan, hanya dia belum tau cara meresponnya.

Kendala yang dihadapi saat menjalankan tantangan ini adalah waktu menuliskan kembali kejadian saat mempraktekan komunikasi produktif. Karena seharian padat acara, sehingga hanya ada waktu di malam hari yang terhambat oleh fisik yang lelah. Maka, seringkali membutuhkan waktu lama untuk mengingat kejadian-kejadian yang akan ditulis dan lambat memikirkan bagaimana menuliskannya. Terkadang pula terlewat menuliskannya karena ketiduran saking lelahnya, dan terbangun saat waktu pengumpulan telah lewat. Semoga tantangan selanjutnya bisa lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar