Kategori

Minggu, 09 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE - 4

Hari ini, Atthar nge-sunmor sama tante2nya. Merasakan naik angkot, melihat banyak orang, dan mengenal tempat baru, serta berbagai macam kebaruan stimulus panca inderanya. Pengalaman dan pembelajaran yang baik untuk Atthar.

Sepanjang jalan Atthar heboh melihat bus2 dan truk2. Dia tunjuk terus dan Ibu menjelaskan singkat2 jenis, warna mobil besar itu. Ekspresi takjubnya gak pudar2, menggemaskan. Dan berkesempatan mengabadikan ketakjubannya.

****************************************************************

Intruksi masih tetap pendek2, agar mudah dicerna. Seperti ketika mainannya berhamburan.

Ibu : "Atthar, tolong ambil baloknya." 
Atthar : Ambil balok.
Ibu : "Taruh sini Nak."
Atthar : Menaruh di tempatnya. Sampai semua terkumpul.

Ok. Mainan rapi lagi sekaligus mengajari Atthar beberes.

****************************************************************

Seperti yang sudah2, tiap sesi makan (bila sudah bosan) ada aja mainnya. Gak boleh jadi kebiasaan, maka konsisten menetapkan pilihan padanya. Mau makan gak main atau mau main gak makan (main selain makanan tentunya). Mungkin sudah kenyang, maka Dia terus berusaha mainin makanannya. Ok. Cukup makannya. Silahkan main, makan diambil. Ngerengek pasti, tapi Ibu harus teguh pendirian demi masa depan yg lebih baik (ceileeee..^.^).

****************************************************************

Main juga masih sama, ada frustasinya juga. Minta semua keinginannya terwujud dengan mudah. Eeiiiiiits... Gak segampang itu hidup ini Nak. Bukan Ibu mempersulit hidupmu, tapi karena Ibu peduli dan sayang padamu. Ibu akan terus menyemangati dan mendukungmu karena Ibu yakin Kamu bisa melakukannya sendiri. Apalagi, kalau gak ambil mainannya. Entah dikolong2, di dalam baju, di dalam kotak, dll. Dengan tanpa dibantu pun ternyata Kamu bisa melakukannya. Pintarnya anak Atthar memecahkan sendiri masalahnya.*.*

****************************************************************

Ibu hampir terpancing emosi ketika Atthar mulai gemes. Kalau udah gemes, Dia bisa menyakiti orang lain. Ibu jadi korbannya dengan rambut dijambak sampai jatuh, puting digigit pas lagi minum, muka dan badan tiba2 dipukul, dll. Gak boleh Atthar melakukan KDRT. Harus diperbaiki dengan tegas ini, meski Dia masih bayi. Diingatkan kalau hal seperti itu tidak baik. Minta Dia untuk melepaskan tawanan. Sampai pura2 nangis, sebenarnya pengen nangis beneran karena memang sakit. Hal itu menimbulkan rasa empatinya. Dia yang tadi menjauh, akan mendekat dan mencoba untuk menghibur (entah dg bicara, manggil2), "ya..ya..yyyaaaaa..hehehe" seperti itu kira2. Hahaha....

****************************************************************

Dalam bermain pasti terkadang ada cideranya. Dia suka lempar2 barang sembarangan. Kali ini balok yg dilempar, berserakan dimana-mana dan akhirnya terpeleset. Reaksi pertama kaget, terus bingung, dan berakhir nangis2. Kita tanya dong, "Sakit kah Nak? Yang mana yang sakit?". Dia akan menunjuk yg sakit sambil bilang, "Eeeehhh..eeehhh.."(nunjukin kakinya). Ibu akan membelai kakinya dan meniupnya. Kembali lagi deh cerianya sehabis itu.

Checklist


Tidak ada komentar:

Posting Komentar