Kategori

Selasa, 18 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE - 12

Ibu dan Atthar dari pagi sampai siang cuma tiduran. Mau beraktifitas si bocil gak mau ibunya gerak dikit. Akhirnya ibu ketiduran, kebangun dengan kaget karena bisa ketiduran saat anak belum tidur. Untungnya Atthar kalem main sendiri deket ibu. Langsung lega. Maafkan ibu yang ketiduran ya nak. Dan terimakasih sudah jadi anak manis selama ibu tidur.

Ibu bangun, bocil langsung nemplok, minta minum dan gak lepas2. Ibu yang kebelet banget sampai gendong Atthar ikut ke kamar mandi. Dia bisa lepas gegara lihat air di tong, main air deh. Sebelum basah-basahan ibu bawa keluar. 

Kepala ibu sakit, mungkin salah tidur. Ibu ajak Atthar jalan2 bentar sekitar rumah, biar agak entengan. Seneng Dia lihat orang lagi motong rumput. Bunyinya yang gaduh cukup menyihirnya sampai susah diajak masuk rumah.

Lepas tengah hari si ayah pulang, langsung nemplok ayahnya, sampai mau ganti baju aja gak bisa gegara Dia gelantungin kaki ayahnya. hahaha...lucu lihat tingkahnya. Bahkan sampai akungnya pulang gak digubrisnya, pokoknya sama ayah kemana-mana.

Atthar gak mau tidur siang, padahal udah minum obat juga. Akhirnya ikut ayah vermak baju. Semangat banget mau perginya. Langsung ambil sepatu minta ayahnya pakaikan.

Si ayah ngajak lihat monyet di Bukit Tidar. Masuk lah kita ke bukit, tapi tak menemukan seekor monyet pun. Padahal dulu banyak. Mau naik sampai puncak, rasanya gak sanggup dan si bocil juga sudah lelah naik tangganya, minta gendong. Jadi cuma sampai di pemberhentian pertama dan duduk2 untuk beberapa saat. Sambil duduk2, si ayah cerita sama Atthar kalau dulu ayah dan ibu pernah ke sini waktu Atthar masih di perut. Bernostalgia deh.

Habis itu kita putuskan pulang lewat atas menelusuri tepi bukit. Dan bertemulah kita dengan para monyet yang dicari. Rame bergelantungan di pohon, duduk2 di tembok, dan berjalan-jalan. Berhentilah kita sejenak melihat pemandangan itu. Atthar heboh melihat kawanan monyet. Menunjuk2 sambil bilang "huuuuuu....huuuuh....", seakan memberitahu kami. Cukup lihat monyetnya, kami putuskan pergi ke alun2. Tal lupa Atthar dadah dengan para monyet.

Di alun2, terlihat di bawah pohon beringin di tengah lapangan, ada anak sedang belajar merangkak dan diawasi ayahnya. Si ayah bilang pada Atthar bahwa itu ada temannya belajar merangkak dan tidak minta gendong ayahnya. Bilang gitu karena Atthar gak mau turun dari gendongan. Akhirnya mau juga turun sesampainya di bawah beringin. Dia juga berusaha naik pelatarannya. Dan dibantu ayah karena masih terlalu tinggi untuk dipanjat Atthar. 

Setelahnya, kami makan di pusat kulinernya. Ayah makan batagor, ibu makan mi ayam, dan Atthar makan ceker. Dia makan dengan lahap, makan sendiri sambil disuapin. Dan banyak minum jeruk hangat.

Pulangnya mampir ke angkringan mau beli sate hati dan ternyata gak ada. Jadi, cuma beli sate telur puyuh untuk Atthar. Dia udah ngebet mau makan, ibu kasih satu. Ternyata baru disuap separo, anaknya udah ketiduran. Sampai rumah pun masih tidur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar