Kategori

Kamis, 06 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE - 1

Tantangan Komunikasi Produktif Saya Laksanakan dengan Anak Saya yang Berumur 16 Bulan dan Belum Bisa Bicara

Semoga dengan tantangan ini dapat menstimulasi perkembangan bahasanya.

Setiap hari Saya berusaha mengendalikan emosi. Itu hal yang sangat sulit karena Saya gampang terpancing emosi. Sejak belajar parenting, Saya berusaha menjadi orang yang tidak emosian. Tantangan hari pertama, Saya bisa mengendalikan emosi Saya.

Tadi malam, anak Saya membuat berantakan baju yang akan dilipat. Dia keluarkan dari keranjang, lalu dibuat mainan dan berhamburan di seluruh penjuru kamar. Kalau Saya sedang penat, pastilah sudah panas hati ini. Namun, Saya merespon tingkahnya dengan tertawa dan Dia nyengir menampakan 6 giginya. Alhamdulillah.Saya minta tolong kepadanya untuk membawa bajunya agar Saya bisa melipatnya ("Nak, tolong bawakan bajunya ke sini. Iya, ke sini"). Dan Dia dengan senang hati membawakannya untuk dilipat. Belum selesai dilipat, sudah dikasih lagi. Hahaha.

******************************************************************************************************************

Setiap pagi seperti ibu-ibu pada umumnya, Saya merasa seperti dikejar-kejar waktu. Mesti gerak cepat, mesti multitasking, mesti beres semua, se-perfect mungkin. Situasi seperti ini rawan sekali membangunkan emosi Saya. Apalagi kalau direcokin anak. Sebisa mungkin menekan emosi. Kalau tidak setuju dengan perbuatannya, Saya akan langsung menatap Dia. Bukan menatap tajam padanya untuk memberi peringatan agar menghentikan tingkahnya, tapi menatap sayang wajah polosnya. Dengan begitu luluh hati ini dan merasa tidak perlu mempermasalahkan dapur berantakan, nanti kalau sudah senggang bisa dibereskan.

Di sela-sela beraktifitas di dapur, Saya berusaha ikut bermain dengannya. Dia suka sekali bongkar barang. Tadi pagi Dia mau ambil rantang di box. Dia tidak dapat mengambil dan meminta Saya mengambilkan dengan nada putus asa "a...a...a..." (nyebut a nya pendek2 dengan tekanan = meminta pertolongan). Saya tidak langsung mengambilkannya, tapi Saya semangati Dia untuk bisa mengambilnya sendiri. Saya bilang, "Kamu pasti bisa Nak. Tinggal sedikit lagi." Penuh usaha Dia lakukan dan akhirnya berhasil juga. Meringis lagi deh Dia. Tak lupa Saya berikan pujian untuk keberhasilan yang Dia capai (Nah, bisa kan. Bagus sekali, begitu caranya mengambil rantangnya Nak.").

******************************************************************************************************************

Setelah membaca posting-an ig, Saya bertekad akan bercerita tentang keseharian Saya pada anak Saya. Untuk itu, Saya harus menemukan diri anak2 Saya. Ketika kecil Saya suka sekali cerita. Kalau tidak didengarkan ya cerita dengan boneka. Nah, masa ini yang ingin Saya timbulkan. Saat bercerita dengan boneka. Menurut Saya sama dengan cerita ke anak, karena Dia belum sepenuhnya merespon. Saya ceritakan apa yang Saya kerjakan seharian, meski Dia nampak cuek (sambil menyusu), tapi semoga bisa mengembangkan kecerdasannya, terutama bahasanya.

******************************************************************************************************************

Anak Saya ini paling suka lihat truk. Dengar suaranya saja, langsung bangkit dan berlari ke teras. Dengan muka takjubnya Dia akan bilang, "woooooo...wooooooo...wooooo.." (sambil nunjuk2 truknya). Jadi ketika tadi ke tempat pencucian motor di pinggir jalan, Saya ajak Dia untuk mencari truk (agar tidak bosan menunggu). Dia semangat sekali mencari dan ketika ketemu bisa ditebak ekspresinya. ^^ Sambil dijelaskan truk jenis apa, warnanya apa, menirukan suaranya.

******************************************************************************************************************

Setiap Dia akan terlelap, Saya akan mengucapkan doa-doa, permintaan, harapan untuknya (sounding). Saya mendoakan agar Dia menjadi orang sholeh, sehat, cerdas. Saya minta Dia untuk menjadi anak baik, tidak mukul2, jambak2, banting2 barang, gigit2. `Dan memberitahukannya kalau menyusunya sampai umur 2 tahun saja. Semoga terkabul.

Itu tadi penggalan-penggalan komunikasi produktif yang Kami lakukan seharian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar