Pada tantangan yang bertajuk Melatih Kemandirian Anak, saya ingin melatih Atthar makan dan minum sendiri. Sebenarnya makan dan minum sendiri sudah dilakukan pada masa awal MPASI. Secara bertahap memberikan kesempatan untuk makan dan minum sendiri. Hal itu karena pertimbangan saya mengenai kecukupan gizi dan pencapaian BB ideal. Jadi, tidak pernah saya lepas penuh. Sampai sekarang meski mengijinkan dia untuk eksplorasi makanannya, tapi tetap ada saya suapi agar tercukupi gizinya.
Mengajarkan kemandirian pada anak juga sekaligus mengajarkan keteguhan pada orang tuanya. Bagaiman mengelola rasa kasian yang timbul berdampingan dengan rasa sayang. Tak hanya itu, waktu yang seakan memburu ketika pagi hari membuat kurang optimal dalam mengajarkan kemandirian pada anak. Itu sering saya alami. Karena telah menetapkan jadwal, jadi kadang gusar kalau tidak tepat waktu. Itu pula yang akan saya benahi kembali dikesempatan ini. Mesti sabar dan luang waktu dalam mengajarkan kemandirian pada anak.
Atthar sekarang ini sudah bisa menentukan ritme minum, meski kadang masih tersedak juga. Dia sudah bisa menuangkan air minum dari gelas satu ke gelas yang lain, menuangkan ke mulutnya, tahu kapan harus berhenti menuangkan air ke mulutnya, tahu kapan menghentikan sejenak aliran air untuk menelannya kemudian di sambung lagi, bisa minum pakai gelas biasa, gelas bergagang ganda, gelas bergagang tunggal, sippy cup, botol kepala lebar, botol kepala kecil, dan memakai sedotan. Tapi ya itu terkadang masih bleber kemana-mana minumannya. Dan masih sering saya dekte untuk minum. Sepertinya harus mulai mengurangi mencampuri kegiatan minumnya, meski harus rela ngepel sana-sini.
Untuk makan, dia sudah bisa makan pakai tangan dan sendok, meski berantakan dan berhamburan. Makan pakai tangan masih dilakukan dengan mengambil makanan di piring lalu menggenggamnya, kemudian di masukan mulut dengan tangan di buka lebar. 50:50 antara yang masuk dan gak. Kalau makanan padat seperti roti, dia bisa nyuwil kecil-kecil untuk dimakan. Meski setelah bosan dia masukan semua roti ke mulutnya dan dengan cepat mengeluarkannya kembali. Saat itu, ibu berkesimpulan Atthar sudah tidak mau makan. Saatnya berhenti.
Bila makan pakai sendok, dia akan memegang sendok mendekati ujungnya dengan tangan seperti memeras, lalu ambil makanan (susah masuk ke sendok makanannya, ibu bantu memasukan makanan), niatnya mau dimasukan mulut, tapi bibir malah mendorong sendoknya dan makanan terjatuh. Untuk mensiasatinya, dia akan menggunakan tangan kirinya untuk mendorong sendok sekaligus menjaga makanan agar tidak jatuh. Dia belum bisa mengontrol seberapa banyak makanan yang harus masuk mulutnya. Pokoknya apa yang ada di sendok dimasukan semua. Kalau tidak dibantu sama sekali, banyak yang tidak masuk daripada yang masuk makanannya.
Makan dan minum sendiri hanya berlangsung singkat, setelahnya dibuat mainan. Yang minuman langsung dituang ke lantai, yang makanan digosok-gosok ke lantai, diremat-remat, dipukul-pukul. Saatnya berhenti.
Mengajarkan mandiri makan dan minum diawali dengan memberikan gelas agar dia raih dan meminumnya, mengajarkan cara pegang sendok yang benar agar mantep memegangnya.
Oya, Atthar lebih sering makan dan minum pakai peralatan yang sama dengan orang tuanya. Ukurannya yang lebih lebar, memudahkan dalam belajar dan meminimalkan dalam beberes.
#Harike1
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Tidak ada komentar:
Posting Komentar