Hari ke-4 Melatih Kemandirian Anak
Pagi hari dibangunkan dengan sakit kepala, hanya bisa baringan, berharap segera reda. Dampaknya berdua kelaparan. Atthar nenen terus mungkin merasa laparnya tidak bisa hilang meski sudah nenen. Ibu berusaha bangkit dan kita putuskan untuk sarapan pakai roti. Saya sebisa mungkin sedia makanan instan seperti roti agar kalau terjadi hal-hal seperti ini misalnya, tetap bisa mengganjal perut. Kalau untuk lauk biasanya sedia telur jadi tinggal dikukus atau goreng aja, simpel bila keadaan tak memungkinkan.
Baru ngeluarin roti tawar, langsung direbut Atthar. Gak sabaran, dia langsung makan banyak-banyak tidak dicuil seperti biasanya. Penuh seketika mulut. Dalam kondisi biasa pasti akan dimuntahkannya tapi ini gak, masuk aja terus. Heran saya, belum pernah lihat Atthar seperti itu. Apa dia sangat kelaparan ya. Kasian Atthar. Dia juga habis 3 lembar roti. Semua dia pegang. Tangan satu masukin roti ke mulut, tangan satunya pegang roti lain dengan erat seakan takut diambil.
Untuk kemandirian makan, mandiri sekali karena gak mau ada yang ambil makanannya.
Siangnya, ibu bisa masak juga, meski cuma masak orak/i. Ibu taruh makanan ke tempat makan Atthar beserta sendok teh. Dan dia makan sendiri sampai tandas meski belepotan. Makan sendiri karena ibu mau bantu suapin tidak diperbolehkan. Niatnya biar gak kebuang-buang makanan. Sesekali pakai sendok, tapi lebih sering pakai tangan.
Untuk minum, seperti biasa dia minum pakai gelas. Dan bisa minta kalau perlu minum, meski pakai bahasa tunjuk-tunjuk.
#Harike4
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional



Tidak ada komentar:
Posting Komentar