Kategori

Senin, 12 Februari 2018

NHW#3

NICE HOMEWORK #3

*MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH* 

Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

*Pra Nikah*

Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik. 

a. Tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”
b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.
c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda?adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa anda dihadirkan di lingkungan ini?

*Nikah*

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

*Orangtua Tunggal (Single Parent)*

Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita.

a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita” sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.
Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.


Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/


Jawaban : 

*Nikah*
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Membuat surat cinta mengingatkan Saya kalau dulu pernah membuat surat cinta (kartu ucapan yang panjang diselipkan pada kado), tapi sudah lupa juga kapan terakhir membuatnya. Kini melalui NHW ini membuat surat cinta lagi. Berhubung tidak banyak waktu luang seperti dulu, maka surat cinta akan Saya tulis di sini saja.


Dear : My R

"Assalamualaikum..

Maafkan surat cintanya dibuat di sini. Aku sendiri merasa kurang puas. Meski kurang berseni. Meski tidak seperti yang dulu-dulu. Meski beda lah pokoknya (pengennya kayak di film korea The Moon That Embraces The Sun yang kertasnya dihias pakai bunga-bunga kering..aahhh tulus banget rasanya). Akan tetapi surat ini ditulis oleh orang yang sama. Oleh hati yang sama. Dan oleh pikiran yang sama. Insya Allah.

Alasan kuat bahwa engkau layak menjadi Ayah bagi anak kita itu ada di masa lalu, masa ini, dan masa yang akan datang. 

Mari kita lihat masa lalu ketika engkau memperjuangkanku (gpp lah sedikit mengingat jaman jahiliyah). Sikap spontan yang mengesankan itu menjadi kenangan-kenangan Kita. Pertama saat awal bersama, langsung beli tiket untuk memberi kado ulang tahun. Nekat tapi manis meski sudah lupa orangnya yang seperti apa..hahaha... Kemudian waktu nenekku meninggal. Harus ketinggalan pesawat karena ada pekerjaan yang mesti diselesaikan. Bingung dengan pikiran pendek beli tiket ke Surabaya. Baru sadar belum pernah ke kota itu sebelumnya. Kamu cuma bilang "tunggu di Surabaya sejam lagi". Sampai bandara di Surabaya, aku menunggu sejam dan taraaaa..bener-bener ada. Senang di saat susah Kamu selalu ada. Yang paling ngenes..Niat mau melamar ditolak 2x sebelum bilang. Akan tetapi, Kamu gak pernah mundur, terus menunggu hingga akhirnya diijinkan meminangku. 

Saat ini, ketika telah menjadi suamiku, Kau tetap memperjuangkanku. Meski berbeda bentuk. Sekarang mempertahankan. Tentu amunisinya adalah kesabaran yang tiada batasnya. Kalau ada batasnya pastilah Engkau akan mundur (semoga tidak pernah terjadi). Aku bersyukur Engkau adalah orang yang sabar. Dari dulu hingga sekarang dan yang akan datang. Ibu memberi wejangan kepadaku untuk selalu bersyukur mempunyai suami yang mengerti sikapku yang buruk ini dengan kesabarannya. Kita mungkin belum bisa bersama setiap hari, tapi aku yakin kesabaran Kita akan berbuah manis. Meski jauh Engkau selalu memikirkan Aku dan Anak A. Selalu kangen. 

Di masa yang akan datang Aku yakin Kamu sudah memiliki rencana dan gambaran akan seperti apa keluarga Kita. Bawalah segala yang baik apa yang ada di masa lalu dan saat ini untuk menjalani masa yang akan datang. 

Sebagai Ayah tentnya sama halnya dengan Aku menjadi Ibu, masih belajar. Mari Kita belajar menjadi orang tua yang baik untuk Anak A. Bila menilik dari masa lalu hngga saat ini, Engkau adalah Ayah yang sabar. Ayah yang selalu berusaha memenuhi semua kebutuhan anaknya. Ayah yang akan selalu berjuang demi anaknya. Engkau juga orang yang pintar, jadi bisa mengajari Anak A tentang ilmu kehidupan. Karena Anak A laki-laki, cocoklah bermain dengan ayahnya permainan anak laki-laki yang ibunya tidak mengerti. Itu Aku lihat dari caramu bermain dengan Anak A. Engkau, ayah yang bisa ngemong anaknya, meski kadang Aku mengernyitkan dahi karenanya, tapi itulah caramu. Anak A butuh aneka macam stimulus. 

Mungkin masih banyak hal darimu yang luput dari keterbatasan indera ini. Akan tetapi, Aku yakin Engkau adalah Ayah Terbaik Anak A. Mari bersama-sama, saling melengkapi dalam mendukung tumbuh kembang Anak Kita. 

Dikesempatan ini pula Aku meminta maaf atas keburukan diri ini.

Aku Sayang Kamu My R...XOXO..(rasanya udah lama gak bilang..hehe..)

Wasalamualaikum.."

b.Lihatlah anak-anak anda,
tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Anak laki-laki saya umur 9 bulan. Gerak-gerik yang selama ini Saya amati selama ini bisa menjadi potensi kekuatan dirinya. Mungkin yang Saya diskripsikan mirip dengan anak-anak yang lain. Dia anak yang aktif. Sejak bangun tidur langsung kemana-mana dan mainan apa aja. Orangnya tidak bisa diam. Sakitpun tetap aktif. Dia tidak bisa langsung dekat dengan orang asing. Jadi mesti lama dekat dengan Dia baru bisa akrab.
Pun dengan lingkungan baru, harus penyesuaian dulu baru bisa nyaman. Alhamdulillah selama MPASI, anaknya mau makan apa saja yang dimasak ibunya (semoga seterusnya seperti itu). Meski kadang-kadang tidak habis atau makan tidak banyak. Anaknya kalau kata orang-orang sumeh (murah senyum). Dia memang suka senyum dan ketawa meski dengan orang yang baru dikenal. Semoga menjadi orang yang ramah dan supel. Punya badan yang kekar (susah
mendiskripsikan). Tiap orang yang pegang badannya selalu bilang antep (belum nemu Bahasa Indonesianya). Mungkin cocok jadi olahragawan. Dia suka mainan barang-barang dapur. Paling betah mainan kentang dan ubi (mainan yang lain cuma dipegang sesaat lalu bosan). Bisa jadi tertarik dunia memasak. Dia sudah bisa menaruh barang ke wadah yang biasanya cuma mengeluarkan barang dari wadah. Jadi bisalah bongkar pasang. Anaknya suka mencoba meski takut-takut pada
awalnya. Misalnya waktu pertama kali pegang buah rambutan, dengan rasa takut-takut dia tetap ingin pegang. Setelah beberapa saat akhirnya terbiasa dan kegirangan main rambutan. Anaknya pantang menyerah. Misal mainannya gelinding ke kolong, Dia sampai merayap dan menggapai-gapai mainannya.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda
dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Potensi diri Saya bersumber dari karakter Saya sendiri. Jujur agak bingung menuliskannya karena lebih banyak negatifnya dan susah dihubungkan dengan pertanyaan selanjutnya. Kekuatan potensi diri yang bisa Saya baca adalah Saya bisa jadi pendengar yang baik. Di dalam keluarga ini Saya ingin menjadi pendengar yang baik untuk cerita dan keluh kesahnya suami dan anak. Saya suka mendalami hal-
hal yang Saya sukai. Hal ini bisa disalurkan dengan misal masak menu baru untuk keluarga. Kalau ada waktu Saya akan belajar hal yang baru. Saya ingin belajar hal baru dan menularkan ke keluarga Saya terutama anak Saya untuk bekal hidup Dia. Saya hobi baca buku. Saya ingin hobi Saya menjadi hobi keluarga Saya.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Tantangan hidup di lingkungan tempat tinggal saat ini yang pasti adalah budaya karena Saya perantauan. Saya jadi tahu seperti apa budaya di tempat tinggal saat ini dan Saya juga memberitahu budaya Saya. Hal itu bisa menjadi bahan bicara untuk bersosialisasi. Saya melihat budaya membaca belum tumbuh di lingkungan tempat tinggal Saya saat ini. Di rumah Kami ada buku-buku anak Saya, jadi ketika anak-anak datang ke rumah, mereka bisa baca buku dan Saya lihat Mereka antusias
membaca buku. Cara mengasuh anak dilingkungan Saya tidak sama dengan cara mengasuh anak yang Saya terapkan. Berhubung setiap kerja, anak Saya diasuh tetangga, jadi pola pengasuhannya ikut cara Saya meski ada sedikit-sedikit campurannya dengan seijin Saya dulu. Dan sedikit-sedikit mulai terbuka juga pandangannya.




#NHW#3
#Kuliah Matrikulasi Batch#5
#Membangun Peradaban dari dalam Rumah
#Batch5_IPKalSel_100%Lulus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar