Kategori

Selasa, 04 Februari 2020

Temukan Keluargamu

Pengalaman Mencari dan Menemukan Keluarga Kita 
Saat diumumkan untuk mencari keluarga, di grup HIMA langsung diminta membuat daftar prioritas apa yang paling ingin dipelajari. Dan saya membuat daftar urutan yang paling penting dan mendesak. Karena saat membuat jurnal ulat-ulat yang pertama saya sudah memikirkan bahwa yang paling penting dan mendesak adalah tentang komunikasi, maka saya akan meneruskan untuk memilih keluarga komunikasi. Dari daftar keluarga, saya langsung menemukan keluarga komunikasi dan sudah pasti langsung gabung. Daftar jadi anggota keluarga.

Yang Dibicarakan di family gathering 
Nama Keluarga : 
K3B (Kita Keluarga Komunikasi Bahagia)
Cara teman2 belajar :
Sepertinya cara belajar antar anggota keluarga sama yaitu mencari referensi dari berbagai sumber dan dipraktekan. Lalu mengevaluasinya apa sudah sesuai, apa tidak sesuai, apa butuh modifikasi, dll.
Makanan Utama :
Banyak sekali sumber ilmu yang saling dibagikan oleh anggota baik dari website, youtube, medsos, bahkan pengalaman pribadi. Ada pula yang sudah mempraktekan dan menceritakan dari awal (mencari referensi) sampai sukses mempraktekan.
Saking banyaknya ilmu yang tersaji, saya belum khatam membaca semuanya. Yang dapat saya tarik kesimpulan dari sekian banyak percakapan adalah bahwa ilmu komunikasi itu sangat amat luas. Agar tak tenggelam oleh ilmu komunikasi, maka perlu membuat prioritas komunikasi yang seperti apa yang diinginkan. Dalam artian orang yang ingin diajak komunikasi. Apa diri sendiri, pasangan, anak (bayi, batita, balita, aqil baligh, dewasa), orang tua, mertua, orang lain, dll. 
Dan setelah instropeksi diri saya butuh ilmu komunikasi dengan orang lain. Bukan berarti dengan keluarga tidak penting, tapi saya merasa komunikasi dengan orang lain itu nilainya sangat parah. Masih mending dengan keluarga.

Go Live
Tak lama setelah penawaran Go Live, mbak Yani langsung mengajukan diri. Keren. Saya tidak PD kalau harus terpampang muka dilihat banyak orang. Vcall dengan suami saja jarang. Saya lebih suka mendengar. Ibarat lebih suka mendengarkan radio daripada melihat video clip. Lebih fokus pada bahasan. Saya suka salfok kalau lihat video. Begitu pula saat materi di Buncek ini. Saya hanya mendengar, jarang melihat karena bakal salfok dengan yang lain-lain, sehingga tak fokus menerima materi.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar