Kategori

Jumat, 27 Maret 2020

Tantangan 30 Hari

Hari Ke - 4

Menulis ini berasa membuat jurnal diri dan teringat sudah lama tak lanjut membuat jurnal bocil. Hmmmm...

Masih WFO. Keadaan masih caos. Serba buru2 karena nyantai2 di awal. Hari masih dimulai dengan hal yang sama.

Yang beda, hari ini lebih lelah karena tidak bisa tidur siang (kebiasaan setelah berlaku WFH). Bocil gak mau pulang. Saking lamanya ngebujuk sampai jam menunjukan angka 2. Nanggung, bentar lagi pulang. Yda akhirnya mendekam di kantor terus sampai jam pulang. Sampai rumah rasa pengen tidur langsung. Gak survei, selain lelah juga mendung, mulai gerimis. Tidur awal kami dengan bocil yang sempet nangis2. Sepertinya dia lelah tapi gak mau mengakui. Pakai jurus ketiduran dan seperti biasa dia ikut tidur.

Hari ini bebersih tak selevel kemarin. Ala kadarnya aja. Badan dah gak sanggup diajak kerjasama kayaknya. 

Badge hari ini : needs improvment

#tantangan30hari
#kelaskepompong
#kelasbundacekatan
#ibuprofesional

Kamis, 26 Maret 2020

Tantangan 30 Hari

Hari Ke - 3

Hari ini WFO. Yak, kerempongan terjadi pagi ini. Siqpin sarapan, mandi, mandiin bocil, makaiin baju, kaos kaki, sepatu, jaket, helm. Diri sendiri laper, gak sempet makan. Ngebekal roti aja lah. Siapin irisan lemon dan madu di jar, diseduh entar di kantor aja. Bawa minum (terbiasa minum air mateng). Masukin hp, charger, blanko2, titipan note book, kertas jurnal bocil (gak usah bawa crayon, gak ada tempat lagi, pakai highlighter aja lah). Dan berakhir berat banget tas. Langsung buru2 cuuuzz, udah mau jam 9. 

Sampai ruangan engap bgt. Tas udah lebih 10 kg kali lah plus naek ke lantai 3. Untung bocil gak minta gendhong. Langsung cuci tangan, bocil juga. Lepas jaket, ambil kursi buat bocil. Akhirnya bisa duduk, tarik nafas dalam2, minum. Seduh honeylime. Sarapan roti. Siap kerja. Meski agak ribet sambil jadi guru bocil yang SFO.

Kerja di kantor itu lebih produktif dari di rumah bagi saya. Banyak yg bisa dikerjakan dan cukup puas dengan hasilnya. Nyaman yg jelas. Ada meja dan kursi kerja yang nyaman. Untuk saya itu penting.

Yang paling ribet itu ngajak pulang bocil untuk tidur siang. Dia gak mau tidur di kantor, lebih tepatnya gak rela ninggalin tv. Yah, dia suka banget di kantor salah satunya karena tv. Di rumah tv (hadiah) gak dipasang, jadi dia gak tahu kalau di rumah ada tv. Alasannya karena ibu udah terlalu sering ngomel, gak tahu lagi kalau mesti ada tv gimana jadinya.

Yang mis dari hari ini adalah bersih2. Kurang ngepel dan nyuci. Kata dokter kulit. Secape apapun. Masuk rumah mesti langsung mandi. Dan mesti bersih2. Ganti sprei dll max per 3 hari. Ganti baju meski baru sejam dipakai. Tidurlah dalam keadaan bersih. Repot sih tapi memang seharusnya. Diusahain. 

Pulang kantor, survei bentar, pulang ke rumah. Letakin semua perlengkapan di belakang rumah. Lepas baju luar. Mandiin bocil. Mandi. Beres2. Makan sambil nungguin dia main. Siap2 tidur.

Untuk masak, masih gak sempet. Hehe. Ini alasan kenapa levelnya masih belum naik. Dulu, berangkat jam 9 itu pasti udah beres beberapa menu makanan sederhana rumahan dengan gizi seimbang. Kenapalah sekarang keterampilan masak merosot tajam.

Badge hari ini : needs improvment.

#tantangan30hari
#kelaskepompong
#bundacekatan
#ibuprofesional

Rabu, 25 Maret 2020

Tantangan 30 Hari

Hari Ke - 2

Hari ini sudah mulai produktif dengan melakukan banyak hal. Meski masih ada yang belum sesuai dengan rencana. Kegiatan hari ini sudah bisa nyapu dan ngepel rumah, yang rencananya mau dikerjakan setiap hari. Cuci dan setrika baju. Berjemur sambil nyapu halaman mumpung bak mendung. Cuci piring yang udah numpuk karena kemarin banyak rebahan. Menata ulang rak meski cuma sebagian. Dan ternyata beberapa hal iti sudah menyita banyak waktu, energi, dan perasaan.

Yang belum dikerjakan masak dan ngebaikin WS Map. Kalau masak agak susah ya karena bumbunya habis dan tukang sayur biasa gak jualan. Mesti keluar agak jauh ke daerah pasar dan itu sedang dihindari. Jadi, untuk makan pesan antar atau siap saji. Bantu2 juga dikondisi saat ini. Untuk WS Map dikerjakan besok aja di kantor (besok dapat jadwal WFO) karena butuh konsentrasi dan tempat yang nyaman. Di rumah sebenarnya kurang nyaman buat kerja karena gak ada meja dan kursi. Kerja dengan lesehan itu bikin gak semangat.

Yang butuh perbaikan segera adalah ketika produktif tapi seolah mengabaikan anak. Ya, saking sibuknya, jadi males kalau anak ganggu2. Gak kelar2 kerjaan, target gak kecapai. Pikiran yang tanpa sengaja lewat ini mesti dihilangin. Dia masih kecil dan gak ngerti apa yang sedang terjadi. Terkadang melibatkannya dalam kegiatan. Terkadang ngambek karena gak dihiraukan. Nyesel pasti. Hmmmm...masih PR. Semoga segera membaik.

Badge hari ini : needs improvement

#tantangan30hari
#kelas kepompong
#bundacekatan
#ibuprofesional

Tantangan 30 Hari

Hari Ke - 1

Tantangan kali ini, saya mengambil salah satu hal dari mind map saya yang ingin saya kuasai yaitu manajemen waktu. Saya ingin secara konsisten mengatur waktu setiap kegiatan dengan baik. Mendisiplinkan diri terlebih dengan situasi sekarang ini. Masih terlena dengan perasaan memiliki banyak waktu senggang dibanding biasanya yang membuat kurang produktif dan merugikan kesehatan. Seperti lebih banyak melihat hp dengan dalih hiburan, tapi malah jadi menyita waktu. Terkadang over time, sehingga mengganggu jam istirahat yang akan menyebabkan tidak enak badan. Padahal untuk situasi saat ini, badan harus selalu fit, apalagi kalau mesti keluar rumah. Jadi, saya ingin mengubah manajemen waktu saya menjadi lebih baik.

Badge hari ini masih needs improvment.
> kurang produktif, banyak kegiatan yang tidak bisa dikerjakan karena tidak enam badan. Lebih banyak rebahan dengan dikomplain anak karena dia ingin ditemani main, tapi ibunya gak sanggup.

#tantangan30hari
#kelaskepompong
#bundacekatan
#ibuprofesional


Selasa, 03 Maret 2020

REFLEKSI BELAJAR


Ilmu yang ditekuni adalah ilmu tentang komunikasi. Ilmu ini mencakup hubungan yang sangat luas, yaitu komunikasi dengan diri sendiri, pasangan, anak, orangtua, mertua, dan lingkungan. Saya lebih fokus ingin mempelajari komunikasi dengan orang lain/ lingkungan. Hal itu dikarenakan kalau komunikasi dengan lingkaran terdekat akan ada kata maklum, sedangkan dengan orang lain tak ada persolan tersebut. Sehingga komunikasi seakan menjadi kaku.

Hal tersebut, mendorong saya mencerna makanan utama berupa komunikasi diri sendiri (komunikasi dasar) dan komunikasi lingkungan. Komunikasi yang lainnya sebagai cemilan. Saya tidak mencerna makanan lain sebagai cemilan karena sulitnya fokus terhadap satu ilmu saja.




1. Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku?
Makanan yang didapat tentu sesuai dengan mind map yang telah dibuat. Karena saya hanya fokus mendalami tentang komunikasi yang menjadi ilmu yang mendesak untuk dipelajari.

2. Mana yang lebih banyak kudapatkan selama berkelana di hutan pengetahuan, makanan utama atau cemilan? Mengapa?
Makanan yang lebih banyak yak didapatkan adalah makanan cemilan. Hal itu dikarenakan makanan cemilan secara sub tema lebih banyak daripada yang utama. Terlebih makanan cemilan itu yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga permasalahan pun lebih sering muncul. Oleh karena itu, pembahasannya akan lebih banyak.

3. Apa yang membuatku bahagia belajar di hutan pengetahuan? Mengapa?
Yang membuat bahagia dalam belajar adalah mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman para teman seperjalanan. Seperti belajar dari kenyataan dan tak hanya sekedar mengawang-awang kejadian. Bahwa ada cerita nyatanya beserta solusinya.

4. Apa strategi belajar yang kurasakan berhasil selama di hutan pengetahuan?
Strategi belajar yang dirasa berhasil adalah dengan menerapkannya.

5. Apa yang harus kutingkatkan lagi?
Yang mesti ditingkatkan adalah introspeksi diri dan meningkatkan keberanian.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu7
#materi7
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 25 Februari 2020

Berbagi Makanan Kesukaan Teman Kita

Saya membawakan bingkisan kepada beberapa teman, yaitu kepada :

1. Erni
Beliau belajar di keluarga cooking dan menfavoritkan keluarga Ratu Dapur. Sharing tema acak tentang food prep, alat baking, resep-resep, tips penyimpanan makanan dll.

Saya memberikan bingkisan berupa :


2. Farah
Keluarga yg diikuti adalah SENIOR KEBAL (Seni, Olahraga, Kesehatan dan Herbal). Yang menjadi keluarga favorit juga SENIOR KEBAL. yang dipelajari di keluarga ini, yaitu :

  • Home workout dan Olah Raga sunnah
  • Pola makan sehat
  • Mengenal TOGA dan cara meracik obat sederhana.
  • Sehat dengan memulai bergerak.
  • Thibbun Nabawi
Saya memberikan bingkisan berupa :



3. Nuni
Keluarga yang diikuti dan menjadi favorit adalah keluarga Parenting. Pelajaran yang didapat adalah Parenting Nabawiyah, Pembahasan tentang sibling rivalry, dan Sharing testimoni Stifin yg pernah mencoba

Saya memberikan bingkisan berupa link, sbb :

Gemilang di usia belia
Oleh : Ustadz Budi Ashari (Pembina Yayasan Al Fatih dan Pilar Peradaban
Live dari Mesjid Nurul Iman Kantor Telkom Pettarani
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1312735729114439&id=100011340733251

Kesan Berbagi Bingkisan

Berbagi bingkisan seperti ini juga melatih komunikasi saya dengan orang lain yang baru dikenal. Yang memang merupakan kekurang saya, yang sedang saya perbaiki. Saat akan memulai berbagi, saya sudah mengatur niat hanya untuk memberi tanpa berharap timbal balik. Menurut saya penting untuk meluruskan niat di awal. Sehingga bila bingkisan kita tak berbalas, bahkan tak diterima, tidak akan menjadi persoalan.

Akan tetapi, dalam kelas Buncek ini, saya berpikir orang-orang yang masuk di dalamnya adalah orang-orang pilihan. Sehingga, apabila kita memulai kebaikan, maka akan dibalas kebaikan dan keramahan pula. Jadi, selama berbagi saya mendapatkan perasaan keterbukaan dari teman-teman camping ground virtual. Semua menyambut dengan baik, dengan hangat. Saya juga mendapat bingkisan untuk menambah referensi belajar saya. Tentu perasaannya bahagia karena merupakan sesuatu yang tak disangka-sangka. Sikap keterbukaan itu memudahkan saya dalam mengatasi kesulitan berkomunikasi. Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada teman-teman camping ground virtual yang telah meluangkan waktunya untuk saya.

Ringkasan Materi Komunikasi Lansia
Oleh : Rani Warsito (Rasmi WR)

Tips Berkomunikasi dengan Lansia :
1. Ingat jasa-jasa orang tua dulu, dengan sabar merawat sejak kecil
2. Memposisikan diri sebagai orang tua
3. Menganggap orang tua sebagai anak-anak yang perlu dimaklumi
4. Menjadi contoh untuk anak kita dalam merawat orang tua
5. Mencari alternatif kegiatan untuk orang tua
6. Mendengarkan segala keluh kesahnya tanpa menimpali, sejatinya orang tua hanya ingin didengarkan.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 18 Februari 2020

APA KELAS FAVORITMU?

Camping Ground

Saya masih menjadikan kelas komunikasi sebagai kelas favorit karena itu menjadi fokus belajar saya saat ini. Terbukti saya belum pindah dari kelas ini, meski banyak kelas-kelas yang menarik. Terlebih materi di dalam kelas ini luas dan masih harus fokus untuk mencari sub materi yang penting buat saya.

Saya mendapatkan beberapa teman untuk dikenal mengenai apa kelas favorit mereka dan mengapa mereka suka kelas tersebut?

1. HsDewhie
Beliau masih konsisten dan konsent di keluarga agama (baru hari ini masuk keluarga parenting).
Suka dengan keluarga Qurrota a'yun ini karena banyak menemukan ilmu dan wawasan tentang nilai-nilai keislaman sesuai dengan kebutuhan saya. Dan yang dipelajari dalam kelas ini adalah Tazkiatun nafs atau penyucian jiwa dan Tarbiyatul aulad, mendidik anak secara sunnah.

2. Nurul
Beliau berada di dalam keluarga komunikasi dan yang menjadi favorit juga keluarga komunikasi komunikasi. Yang sudah dipelajari adalah mengenai :
  • Indra pendengaran dalam Al Quran
  • Teknik komunikasi berdasarkan Al Quran
  • Komunikasi dengan pasangan
  • Komunikasi dengan lansia (dalam keadaan sedang sakit/tidak)
  • Komunikasi dengan anak (sedang berjalan di pekan ini)

3. Erni
Beliau belajar di keluarga cooking dan menfavoritkan keluarga Ratu Dapur. Sharing tema acak tentang food prep, alat baking, resep-resep, tips penyimpanan makanan dll.

4. Farah
Keluarga yg diikuti adalah SENIOR KEBAL (Seni, Olahraga, Kesehatan dan Herbal). Yang menjadi keluarga favorit juga SENIOR KEBAL. yang dipelajari di keluarga ini, yaitu :

  • Home workout dan Olah Raga sunnah
  • Pola makan sehat
  • Mengenal TOGA dan cara meracik obat sederhana.
  • Sehat dengan memulai bergerak.
  • Thibbun Nabawi

5. Himmah
Beliau mengikuti dan menjadikan favorit keluarga PortA (Portofolio Anak) karena belum melihat-lihat kelas lainnya. yang dipelajari selama ini, yaitu :

  • Tahap perkembangan denver
  • KPSP
  • Icip icip portofolio keimanan anak
  • Portofolio bakat anak
  • Portofolio hasil karya anak
  • Portofolio tumbuh kembang anak.

6. Ni'mah
Keluarga yang diikuti dan menjadi favorit adalah KeFin (Keluarga Finansial). Hal itu dikarenakan lebih suka kegiatan di dalam rumah. Pelajaran yang didapat selama ini, sebagai berikut :

  • Perencanaan Keuangan (budget, pencatatan, evaluasi, tujuan)
  • Financial Check Up
  • Dana Darurat
  • Asuransi
  • Instrumen Investasi (obligasi, saham, reksadana, deposito, sukuk, SBN)

7. Rizki Dwi Meisa
Keluarga favoritnya adalah keluarga yang sedang diikuti, yaitu Manajemen Waktu (Uluwatu). Pelajaran yang didapat adalah manajemen waktu dengan kandang waktu sholat, manajemen waktu saat lagi futur (haid atau nifas), dan to do list.

8. Ari
Keluarga yang diikuti dan terfavorit adalah Uluwatu karena merupakan fokus prioritas pada mind map-nya. Yang dipelajarinya adalah mengenai membentuk habbit dengan cara membuat kegiatan prioritas selama 12 pekan.


9. Setiorini
Keluarga yang diikuti adaalah Public Speaking, Sustainable Living, dan Fotografi. Yang menjadi favorit adalah keluarga Public Speaking. Yang dipelajari di keluarga Favorit:
▪Fear of rejection
▪Self Confidence
▪Ice Breaking
▪Podcast
▪Manfaat cue card
▪Teknik piblic speaking untuk anak.

10. Nuni
Keluarga yang diikuti dan menjadi favorit adalah keluarga Parenting. Pelajaran yang didapat adalah Parenting Nabawiyah, Pembahasan tentang sibling rivalry, dan Sharing testimoni Stifin yg pernah mencoba

11. Melinda Selviana.

Keluarga yang diikuti dan menjadi favorit adalah keluarga 24 Hours School. Keluarga yang bercerita segala hal tentang Homeschooling. Yang dipelajari adalah banyaknya variabel yang bisa diajarkan kepada anak² walau sekolahnya berupa HS dan tidak disekolah formal. Bagaimana setiap kegiatan terasa menyenangkan bila dijalani sesuai minat masing² anak. Juga kebahagiaan mereka karena bisa memiliki banyaaaak waktu luang dalam mengerjakan hal favorit mereka, terutama kakak Hani yang lagi seneng banget bikin maket² ruangan dan rumah.

12. Renny
Keluarga yang diikuti yaitu keluarga Manajemen Ruhiyah & Ibadah, Homeschooling, Portofolio anak, Manajemen rumah(beberes), Driving. Yang menjadi favorit adalah Manajemen Ruhiyah & Ibadah Yang dipelajari berupa :
▪Tazkiyatun Nafs
▪Siroh Nabawiyah
▪Islamic Parenting
▪Revive Your Heart by: Nourman Ali Khan
▪Manajemen waktu


Keluarga Paling Populer
Dari 13 responden (termasuk diri saya sendiri), maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
keluarga komunikasi : 2 orang
keluarga agama : 1 orang
keluarga cooking : 1 orang
keluarga SENIOR KEBAL : 1 orang
keluarga port A : 1 orang
keluarga KeFin : 1 orang
keluarga Uluwatu : 2 orang
keluarga public speaking : 1 orang
keluarga parenting : 1 orang
keluarga 24 Hs : 1 orang
keluarga Manajemen Ruhiyah & Ibadah : 1 orang
Dari daftar tersebut dapat dilihat tak ada keluarga yang sangat menonjol karena memang pilihannya terlalu banyak dan respondennya terlalu sedikit. Maka, dari daftar tersebut yang terfavorit adalah keluarga komunikasi dan manajemen waktu. Mungkin bisa juga pemilihan terfavorit diambil dari jumlah anggota WAG-nya.

Grafik Keluarga Terfavorit




#janganlupabahagia
#jurnalminggu5
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 11 Februari 2020

Review GoLive


Komunikasi dengan Pasangan

Komunikasi itu bisa menyampaikan pesan dan pesan dapat diterima, sehingga goals-nya understanding. Dengan mengusung semangat Institut Ibu Profesinal "bersungguh-sungguh di dalam, maka akan keluar dengan kesungguhan", maka pondasi komunikasi adalah komunikasi dengan pasangan. Jadi, bila ada masalah dalam berkomunikasi, maka benahi dulu komunikasi dalam keluarga.

Apabila terjadi masalah dalam berkomunikasi dengan pasangan, maka akan menghalangi kesatuan persepsi terhadap value, visi, dan misi keluarga. Maka, perlu adanya perbaikan dalam berkomunikasi dengan pasangan. Perbaikan komunikasi dengan pasangan dapat dilakukan dengan panduan Mang EEF (Efisien, Efektif, dan Produktif). Penjabaran Mang EEF adalah sebagai berikut :

Efisiensi berkaitan dengan waktu dan tenaga. Lakukan komunikasi yang hemat, tak membuang waktu dan tenaga. Sehingga diperlukan teknik "gigit lidah". Pintar dalam mengendalikan lisan. Efektif berkaitan dengan hasil. Agar mendapatkan hasil yang diinginkan, maka bahasa dan cara penyampaian pesan dapat dipahami dengan mudah. Sedangkan, produktif berkaitan dengan kontinuitas. Komunikasi itu tak terbatas waktu, akan terus berlanjut. Jadi, ketika komunikasi mengalami kendala, maka terus perbaiki cara berkomunikasinya.

Tips Komunikasi dengan Pasangan Ala Kakak Yani

1. Clear and Clarify
Cara berkomunikasi secara Clear dapat diciptakan dengan metode KISS (Keep Information Short and Simple). Sedangkan, Clarify berarti berkomunikasilah dengan tak menggunakan asumsi. Asumsi dekat hubungannya dengan su'udzon.
2. Empati
Jadilah pendengar yang baik.
3. Fleksibel
Fleksibel berkaitan dengan situasi dan kondisi. Berkomunikasilah dengan memperhatikan situasi dan kondisi pasangan. Akan lebih baik bila meluangkan waktu khusus untuk berbicara dan bepergian berdua.
4. Body language,
Verbal hanya memegang peranan 7% dalam komunikasi. Sedangkan, 93% dipengaruhi oleh non verbal yaitu body language dan notasi. Maka, berkomunikasilah dengan gestur yang baik, seperti menatap pasangan, memasang muka yang enak dilihat, dll.
5. Hindari evaluasi, tapi perbanyak apresiasi
6. 3 Mantra Ajaib (Terimakasih, Minta Tolong, Mohon Maaf )
Kuncinya adalah fokus solusi, mengatakan apa yang diinginkan, dan selalu fokus pada masa depan (tidak mengungkit kejadian yang lalu).
7. Lakukan

Pengalaman Pribadi Komunikasi dengan Pasangan

Komunikasi ringan bisa kapan saja diungkapkan. Akan tetapi, komunikasi yang genting, dalam artian membutuhkan perhatian yang serius berkaitan dengan sesuatu hal, mestinya perlu diungkapkan dengan hati-hati. Hal itu agar terjadi win-win solution terhadap suatu masalah. Kedua belah pihak sepakat dengan penuh keikhlasan.

Saat ini saya belajar mengendalikan diri dalam berkomunikasi, agar tidak timbul lagi diri saya yang suka ngambek. Karena kami LDM, maka waktu untuk komunikasi serius secara langsung tak banyak pilihan waktu. Saya ambil waktu komunikasi saat kami lega. Saat suami baru datang, saya akan menyilahkan beliau beristirahat dan menawarkan minuman. Saya akan menunggu sampai suami beranjak dengan kegiatan lain, berarti sudah cukup istirahatnya. Bisa langsung minta waktu sebentar. Terkadang dilakukan sambil jalan, sambil makan, sambil-sambil kegiatan santai lainnya. Sekali lagi, hal itu karena terbatasnya waktu.

Yang paling penting, saya mengontrol emosi. Karena saya lebih emosian daripada suami. Jadi, apa yang ingin disampaikan ditahan lebih lama di hati sampai bisa saya ungkapkan dengan kontrol, tak lepas begitu saja. Sesantai-santainya suami menghadapi emosi saya, tapi beliau juga punya perasaan dan harga diri yang perlu dijaga. Mengenai harga diri, saya pernah baca kalau suami juga ingin mempertahankan harga dirinya sebagai pemimpin. Itu yang membuat saya sedikit demi sedikit mengurangi dominasi saya di dalam keluarga. Tak seenaknya mengatur keluarga menurut versi saya, tapi mestinya versi kami. Meski saya sering berbagi ilmu parenting kepada beliau, tapi tak ingin kalau beliau menuruti begitu saja. Ingin dijadikan referensi dalam berdiskusi untuk membuat versi keluarga kami.

Pengurangan dominasi ini juga terjadi saat mengambil keputusan. Meski kadang tak sreg dengan keputusan suami, saya mencoba menjalani. Karena pengambil keputusan tetap suami dan saya berperan dalam memberikan masukan. Ketika keputusan dijalankan dan hasil tak sesuai dengan harapan, maka kami berkomunikasi lagi, berdiskusi lagi, dan keputusan tetap di tangan suami.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 04 Februari 2020

Temukan Keluargamu

Pengalaman Mencari dan Menemukan Keluarga Kita 
Saat diumumkan untuk mencari keluarga, di grup HIMA langsung diminta membuat daftar prioritas apa yang paling ingin dipelajari. Dan saya membuat daftar urutan yang paling penting dan mendesak. Karena saat membuat jurnal ulat-ulat yang pertama saya sudah memikirkan bahwa yang paling penting dan mendesak adalah tentang komunikasi, maka saya akan meneruskan untuk memilih keluarga komunikasi. Dari daftar keluarga, saya langsung menemukan keluarga komunikasi dan sudah pasti langsung gabung. Daftar jadi anggota keluarga.

Yang Dibicarakan di family gathering 
Nama Keluarga : 
K3B (Kita Keluarga Komunikasi Bahagia)
Cara teman2 belajar :
Sepertinya cara belajar antar anggota keluarga sama yaitu mencari referensi dari berbagai sumber dan dipraktekan. Lalu mengevaluasinya apa sudah sesuai, apa tidak sesuai, apa butuh modifikasi, dll.
Makanan Utama :
Banyak sekali sumber ilmu yang saling dibagikan oleh anggota baik dari website, youtube, medsos, bahkan pengalaman pribadi. Ada pula yang sudah mempraktekan dan menceritakan dari awal (mencari referensi) sampai sukses mempraktekan.
Saking banyaknya ilmu yang tersaji, saya belum khatam membaca semuanya. Yang dapat saya tarik kesimpulan dari sekian banyak percakapan adalah bahwa ilmu komunikasi itu sangat amat luas. Agar tak tenggelam oleh ilmu komunikasi, maka perlu membuat prioritas komunikasi yang seperti apa yang diinginkan. Dalam artian orang yang ingin diajak komunikasi. Apa diri sendiri, pasangan, anak (bayi, batita, balita, aqil baligh, dewasa), orang tua, mertua, orang lain, dll. 
Dan setelah instropeksi diri saya butuh ilmu komunikasi dengan orang lain. Bukan berarti dengan keluarga tidak penting, tapi saya merasa komunikasi dengan orang lain itu nilainya sangat parah. Masih mending dengan keluarga.

Go Live
Tak lama setelah penawaran Go Live, mbak Yani langsung mengajukan diri. Keren. Saya tidak PD kalau harus terpampang muka dilihat banyak orang. Vcall dengan suami saja jarang. Saya lebih suka mendengar. Ibarat lebih suka mendengarkan radio daripada melihat video clip. Lebih fokus pada bahasan. Saya suka salfok kalau lihat video. Begitu pula saat materi di Buncek ini. Saya hanya mendengar, jarang melihat karena bakal salfok dengan yang lain-lain, sehingga tak fokus menerima materi.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Kamis, 30 Januari 2020

KANGEN KULINER MAGELANG

Magelang

Kota transit jalur DIY - Semarang.
Kota yang berada di lembah panca arga.
Kota yang sejuk (mulai panas) yang airnya sedingin es.
Kota lahir, kota kenangan.
Cinta banget sama kota ini.

Kalau mau pulkam dipikiran otomatis bikin daftar makanan yang ingin dimakan.
Makanan yang dikangenin saat di perantauan.
Ada yang gak pernah nemu, ada yang rasanya beda.
Beberapa makanan yang berhasil disantap.

Mie Tek-Tek



Mie goreng dimasak di atas angklo dengan bunyi berisik sutil beradu dengan wajan (tek-tek).
Mie Tek-Tek paling enak menurutku yang dijual di Jagoan 1.
Namanya Mie Pak Ndut, bisa dipesan lewat aplikasi ol.
Biasanya langsung ke sana, beruntung kalau antrinya gak banyak dan gak habis bakminya (warga magelang hobi makan bakmi malam-malam).
Ini favorit banget.
Sejak tinggal di daerah itu sampai sekarang udah pindah tetap langganan.
Orang-orang yang aku kenalin sama mie tek-tek ini puas dengan rasanya.
Dan nagih.

Buntil



Dedaunan kepal masak santan bertabur rawit glundungan.
Suka rasa gurih pedasnya.
Buntil godhong lumbu lembut lumer di mulut.
Buntil daun pepaya kres-kres saat digigit, agak pahit sedikit.
Tapi, gak suka sama isinya (kelapa parut).
Jadi, kalau makan disingkirkan bagian tengahnya.
Biasanya aku gado aja, gak pakai nasi.
Buat cemilan. Hehe.
Di sini (Banjarmasin, Kotabaru, dan Balikpapan) belum pernah nemu.

Oseng Genjer



Ada di sini (Kotabaru), tapi kuncupnya yang sering saya lihat.
Kalau di kampung, daunnya aja yang dijual.
Menurutku rasanya jadi berbeda.
Lebih lembut daunnya kalau dimasak.
Ini juga sering jadi cemilan.
Makannya pakai sumpit kayak makan mi.

Bakso



Dimana-mana banyak orang jual bakso.
Sudah seperti makanan nasional.
Yang dikangenin itu bakso dengan sawi hijau yang banyak, ada tetelannya, ada pothelnya, ada keripik baksonya, dan bihunnya yang berwarna putih.
Di Kotabaru gak banyak pilihan, di Balikpapan banyak pilihan, tapi porsinya kebanyakan buat saya.

Ronde



Ronde yang saya suka itu tak banyak campurannya.
Cuma air jahe, ronde, kacang, sama agar.
Sudah itu saja cukup.
Pernah nyicip yang pakai kental mani, rasanya terlalu manis buat saya.
Pernah juga yang terlalu banyak campuran seperti bickuit, emping, dll, jadi berat rasanya.
Selera saya yang gini aja, simpel dan ringat, cukup bikin badan anget didinginnya malam.

Senerek



Di jogja aja susah nyari senerek.
Apalagi di sini ya (luar pulau).
Makanan khas Magelang yang saya suka.
Konon, hasil percampuran antara makanan lokal dan londo (dulu Magelang tempat ngadem londo-londo Jogja, semacam vilanya mereka, kayak di puncak lah).
Tahun 90-an hampir semua tempat jual sayur matang, jual senerek.
Kaget waktu teman-teman luar kota mengidentikan kacang merah sebagai sesuatu yang manis (es kacang merah).
Sedang saya, sejak kecil mengidentikan kacang merah dengan sesuatu yang gurih (sop).
Ngangenin kesegarannya.
Yang terkenal dan dulu sering diajak makan senerek itu di Sop Senerek Bu Atmo.
Saya masih ingat betul, dulu parkirannya masih tanah dinaungi pohon ketela besar (tahunan).
Yang saya pikir daun singkongnya metik di situ.
Pas saya sudah sekolah sering seangkot sama pegawainya yang ternyata beli daun singkong di pasar. Hahaha...
Kalau kesini makan senerek dengan minum es beras kencur (ibu dulu kos deket sini dan sering beli es beras kencurnya).
Isian dagingnya bisa milih, bisa sapi, bisa ayam.
Yang mau menu lain juga ada, nasi rames misal.

Pekmpek



Ini pekmpek keliling di kampung saya.
Suka banget, gak terlalu amis.
Kalau bibi saya bilangnya rujak mi.
Sudah jarang ditemui.
Pas kebetulan lewat depan rumah, langsung beli.
Meski tak masuk daftar sebelumnya, tapi berhasil bernostalgia.
Gurih, asem, manis, dengan seuprit rasa pedas.

Mi instan


Mi instan masuk list? Kan ada dimana-mana.
Ya, memang dijual dimana-mana. Menu wajib anak kos.
Bedanya, mi instan yang dibuat sama ibu.
Gak tau kenapa tiap-tiap orang bikin mi instan itu rasanya bisa beda-beda.
Mi instan buatan sendiri rasanya beda dengan buatan ibu, pun beda dengan buatan mas bro-nya mami. Hahahaha....
Biasanya kalau sarapan sering ditanya sama ibu, mau makan apa. Jawabnya mi godhog.

Gudeg



Gudeg itu memang makanan khas Jogja.
Tapi, di Magelang juga ada dan beda rasanya.
Rasa gudeg Magelang itu gurih, gak manis.
Dulu gak kepikiran bakal kangen sama gudeg, sama kreceknya, sama ayam suwirnya.
Setelah merantau, jadilah selalu ada rasa pengen makan.
Gak di Jogja, gak di Magelang tetep makan.
Kadang malah keduanya, ya karena beda rasa.
Dan sekarang malah minta dibawain gudeg kalengan. Hahaha...
Pernah nyicip yang disini, tak sesuai ekspektasi.


Kalau dituruti semua, padat ya jadwal kulineran, mana libur cuma bentar.

Oya, maafkan foto yang ala kadarnya. Setidaknya ada gambaran kan ya.

^_^

Selasa, 28 Januari 2020

Ini Makananku


#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 21 Januari 2020

Ini Makananku

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 14 Januari 2020

MIND MAPPING


#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 07 Januari 2020

Temukan Cara Belajarmu

BELAJAR BAHAGIA

Tujuan Belajar Saya
Tujuan utama dalam belajar hal-hal yang disuka, bisa, mendesak, dan penting adalah untuk menjaga keseimbangan hidup yang akan membuat saya lebih bahagia dari sebelumnya.

Ilmu yang Saya Perlukan
Ilmu yang diperlukan untuk menguatkan keterampilan saya adalah cara membagi waktu agar tetap seimbang. Penting juga untuk menjaga motivasi dalam belajar sehingga bisa konsisten secara berkelanjutan terus belajar. Dan penting untuk mengkomunikasikan segalanya kepada keluarga agar senantiasa mendukung hal-hal positif yang akan dilakukan. Tentu dengan banyaknya keterampilan yang ingin dikuasai, maka memerlukan fisik yang tangguh agar terpenuhi semuanya. Juga tak kalah pentingnya adalah kepekaan yang dibtuhkan dalam suatu keterampilan, seperti memasak, lidah dilatih kepekaannya.

Sumber Ilmu
Sumber ilmu sebagai sarana belajar saya adalah dari internet, buku, dan pembicaraan sehari-hari.

Cara Belajar
Menimbang situasi dan kondisi saat ini, maka cara belajar yang sesuai adalah dengan langsung mempraktekan.

5 Ilmu yang Ingin Dikuasai Berkaitan dengan Pilihan Keterampilan

  1. Manajemen Waktu
  2. Konsistensi Belajar
  3. Komunikasi
  4. Kekuatan Fisik
  5. Perasa
#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional