Kategori

Sabtu, 30 Maret 2019

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Pemerhati Alat Transportasi

Anak Saya pengagum alat transportasi. Banyak mainannya (tak semua miliknya) berupa alat transportasi. Tiap melihat alat transportasi terutama yang besar Dia akan langsung heboh dan bilang "waaaaaa" sambil nunjuk-nunjuk. Berlaku untuk gambar maupun dalam bentuk real.

Seperti hari ini, saat sedang berantakin mainan dan buku, tetiba melihat gambar traktor langsung heboh menunjukan ke ibu. Biasanya akan mencari mainan yang serupa dengan itu. Lalu disandingkan.

Sama ketika naik motor dan melihat truk, tangki, pemadam kebakaran, bus, Dia akan bilang "kaa..kaa" sambil menunjuk kendaraan itu. Ibu akan jawab dengan menyebutkan jenis kendaraannya, warnanya, jumlahnya dll.

Tapi anehnya, Dia takut-takut kalau diajak megang kendaraan tersebut. Antara ingin dan gak berani. Kalau pun berhasil diajak megang, cuma dicolek dan langsung menjauh sambil meringis. Hehe. Apalagi kalau diajak menaiki truk, berontak gak mau, takut. Sepertinya Dia cuma pemerhati kendaraan besar. 

Kalau bus, Dia masih mau naik. Yah, Kami pernah naik bus. Pertama tertarik, senang naik bus. Tapi setelah perjalanan yang agaj lama, Dia ingin segera keluar dari bus. Dia mabuk darat. Saya kira cuma naik mobil saja karena sempit, ternyata naik bus juga. Perjalanan naik bus (acara kantor) dari Banjarmasin ke Kotabaru selama 10 jam, Dia mabuk 4 kali. Tiap bus berhenti Dia ingin segera keluar. Kasian.

Beda lagi kalau naik pesawat dan kapal. Naik pesawat selama ini baik-baik saja. Setelah naik, tak berapa lama langsung tidur. Misal, transit dan harus menempuh 3x naik pesawat, seperti rute Kotabaru-Banjarmasin-Jakarta-Jogja, Dia tidak tidur di rute terakhir, tapi masih terkendali. Heboh Dia lihat pesawat lalu lalang, parkir. Apalagi di Kotabaru yang ruang tunggunya langsung menghadap parkiran pesawat. Nah, heboh dia lihat pesawat turun dan parkir. Tak sabar untuk naik, ibu masih antri, Dia udah pergi ke depan antrian, hadeeeeh. Dia tak mabuk naik pesawat, jadi kalau ke Banjarmasin mesti naik pesawat. Kalau ayahnya balik juga Saya ajak antar sampai lihat pesawat ayahnya terbang. Dia sampai hafal bandara itu mana. Tiap lewat bandara Dia akan nunjuk seolah di situ ada pesawat sambil tangannya seolah megang mainan pesawatnya.

Nah, kalau kapal. Kami jarang menaikinya. Karena jarang bepergian lewat darat yang harus nyeberang selat pakai ferry. Tapi, Dia cukup menikmati, hanya tidak leluasa karena orang tuanya takut Dia nyemplung. Kecuali kalau naik ferry yang paling bagus. Yang tertutup ruang tunggunya dan luas. Jadi Dia bisa puas mengelilinginya. Dia tertarik melihat proses menaikan dan menurunkan pintu kapal. Serius merhatikan bapak2 yang bekerja, memastikan sisi kanan dan kiri turun atau naik bersamaan, secara terbuat dari besi jadi tidak bisa fleksibel. Dia betah berada di dek kapal melihat luasnya laut dengan banyaknya kapal dengan berbagai jenis dan mulai tunjuk-tunjuk. Agak susah jawabnya karena ibu kurang tau sebutan masing-masing jenis kapal. Cuma tau kapal ferry, klotok, tongkang, jukung, emmm apalagi ya. Pernah di Batulicin melihat kapal besar sekali dan Ibu juga baru pertama itu melihatnya. Kapal yang fungsinya mentransfer batubara dari darat ke kapal tongkang. Terkagum-kagum anak emak lihatnya. Seperti pabrik bentuk kapal, saking besarnya. Bisa lama sekali Kami cuma melihat kapal itu. Hahaha.

Sampai sekarang masih terkagum-kagum Dia dengan alat transportasi. Dan ibu masih mikir membelikan atau tidak mainan berupa alat transportasi. Dia selalu heboh nunjuk-nunjuk gambar kapal, pesawat, truk di buku-bukunya sampai terkadang lelah ibu jawabnya. Kalau pesawat pasti diperagakan sengan tangan menjimpit mainan pesawat dan menerbangkannya seakan ada pesawatnya, kalau pas ada mainannya ya dia pegang beneran. Kalau lihat truk, Dia akan segera mencari truk mainannya. Kapal belum pernah pegang mainannya, jadi cuma tunjuk-tunjuk ibu diauruh menjawab. Suka banget anak ini dengan alat transportasi. Oya, tadi lihat sepeda hadiah di tempat makan, langsung tunjuk-tunjuk.hahaha. Ya nak, itu sepeda, tapi roda dua, punya Atthar sepedanya roda tiga kan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar