Tantangan kali ini adalah mengamati anak. Saya suka kegiatan mengamati, tapi kali ini "lebih serius". Ada aturan dalam pengamatan, tak sebebas biasanya. Tujuannya untuk memetakan kecerdasannya. Tak serta merta sekali dua pengamatan langsung dapat meraih tujuan. Butuh pengamatan berkelanjutan sampai dengan "yak, inilah yang dicari".
Ada patokan untuk memudahkan pengerjaannya yaitu 4E. 4E adalah Enjoy, Easy, Excellent, dan Earn. 4E satu kesatuan dan berurutan. Jadi, agar tujuan tercapai, maka fokus pada apa yang digemari anak, anak merasa mudah/ringan menjalani setiap tantangan pada hal yang ia gemari, sehingga dengan kesungguhannya dapat memberikan perubahan positif terhadap diri sendiri maupun lingkungannya, dan pada akhirnya dia akan menghasilkan karya-karya. 4E ini perlu diterapkan dalam 4 sendi kehidupan yaitu diri sendiri, diri sendiri dan sesama, diri sendiri dan lingkungan, dan diri sendiri dengan Penciptanya.
Saya mengamati anak berusia 23 bulan 11 hari. Mengamati kegiatan apa yang membuatnya berbinar-binar. Ini sungguh suatu tantangan karena masih pendek tingkat konsentrasinya, ditandai dengan randomnya kegiatan yang dia lakukan. Ibu yang harus konsentrasi tingkat tinggi mengamatinya. Kegiatannya masih seputar bermain dengan benda-benda di sekitarnya. Maka, saya mengamati kegiatan bermainnya.
Teknisi
Dia suka sekali bongkar-bongkar barang. Mainan pada hancur dibongkarnya. Apa saya marah? Tidak. Saya malah kadang senyum melihatnya. Betapa "isengnya" anak ini. Hehe. Saya merasa dia adalah seorang teknisi. Membongkar apa saja untuk diperbaiki. Tapi, lebih banyak terima bongkar, gak terima pasang.
Dia sedang membongkar mainan palunya yang bisa berbunyi saat dipukul-pukulkan. Dia pukul-pukulkan ke lantai, Dia tarik-tarik, Dia putar-putar, tak seperti yang dia harapkan. Sampai minta ibu untuk membukakan. Tentu ibu menolaknya. Kalau Atthar mau, buka sendiri. Terus dia lakukan semua hal tadi, sampai akhirnya copot juga. Bahagia sekali dia, senyum meringisnya menyenangkan. Dengan bangganya dia menunjukan hasil karyanya dan mulai sibuk eksplorasi temuannya.
Sebagai ibu, gatel tangan lihat keberantakan yang terjadi, bebereslah. Termasuk beresin mainan yang dihancurnya. Tetiba dia menjerit dan mulai lagi bongkar-bongkar. Tak puas dengan itu cari barang lain untuk dibongkar. Terus dan terus sampai akhirnya teralihkan perhatian pada yang lain.
Jadi, yang Saya tangkap, Dia menikmati setiap proses membongkar barang, meski banyak hambatan. Lalu mengaktualisasi diri untuk membongkar barang-barang lain, sehingga muncul kebanggaan ingin diapresiasi atas karyanya.
Sumber materi : Materi Kelas Bunda Sayang "Semua Anak adalah BINTANG"
Ada patokan untuk memudahkan pengerjaannya yaitu 4E. 4E adalah Enjoy, Easy, Excellent, dan Earn. 4E satu kesatuan dan berurutan. Jadi, agar tujuan tercapai, maka fokus pada apa yang digemari anak, anak merasa mudah/ringan menjalani setiap tantangan pada hal yang ia gemari, sehingga dengan kesungguhannya dapat memberikan perubahan positif terhadap diri sendiri maupun lingkungannya, dan pada akhirnya dia akan menghasilkan karya-karya. 4E ini perlu diterapkan dalam 4 sendi kehidupan yaitu diri sendiri, diri sendiri dan sesama, diri sendiri dan lingkungan, dan diri sendiri dengan Penciptanya.
Saya mengamati anak berusia 23 bulan 11 hari. Mengamati kegiatan apa yang membuatnya berbinar-binar. Ini sungguh suatu tantangan karena masih pendek tingkat konsentrasinya, ditandai dengan randomnya kegiatan yang dia lakukan. Ibu yang harus konsentrasi tingkat tinggi mengamatinya. Kegiatannya masih seputar bermain dengan benda-benda di sekitarnya. Maka, saya mengamati kegiatan bermainnya.
Teknisi
Dia suka sekali bongkar-bongkar barang. Mainan pada hancur dibongkarnya. Apa saya marah? Tidak. Saya malah kadang senyum melihatnya. Betapa "isengnya" anak ini. Hehe. Saya merasa dia adalah seorang teknisi. Membongkar apa saja untuk diperbaiki. Tapi, lebih banyak terima bongkar, gak terima pasang.
Dia sedang membongkar mainan palunya yang bisa berbunyi saat dipukul-pukulkan. Dia pukul-pukulkan ke lantai, Dia tarik-tarik, Dia putar-putar, tak seperti yang dia harapkan. Sampai minta ibu untuk membukakan. Tentu ibu menolaknya. Kalau Atthar mau, buka sendiri. Terus dia lakukan semua hal tadi, sampai akhirnya copot juga. Bahagia sekali dia, senyum meringisnya menyenangkan. Dengan bangganya dia menunjukan hasil karyanya dan mulai sibuk eksplorasi temuannya.
Sebagai ibu, gatel tangan lihat keberantakan yang terjadi, bebereslah. Termasuk beresin mainan yang dihancurnya. Tetiba dia menjerit dan mulai lagi bongkar-bongkar. Tak puas dengan itu cari barang lain untuk dibongkar. Terus dan terus sampai akhirnya teralihkan perhatian pada yang lain.
Jadi, yang Saya tangkap, Dia menikmati setiap proses membongkar barang, meski banyak hambatan. Lalu mengaktualisasi diri untuk membongkar barang-barang lain, sehingga muncul kebanggaan ingin diapresiasi atas karyanya.
Sumber materi : Materi Kelas Bunda Sayang "Semua Anak adalah BINTANG"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar