Kategori

Selasa, 24 Desember 2019

Temukan Terampilmu


DAFTAR AKTIVITAS SEBAGAI PEREMPUAN, ISTRI, DAN IBU

  1. Memasak
  2. Mencuci
  3. Mensetrika
  4. Mengasuh Anak
  5. Melayani Suami
  6. Belanja
  7. Jalan-jalan
  8. Bersih-bersih
  9. Membaca
  10. Bekerja
  11. Memotret
Penting dan Tidak Mendesak
Belanja, Membaca, Memotret

Penting dan Mendesak
Memasak, Mengasuh Anak, Melayani Suami, Jalan-jalan, Bekerja

Tidak Penting dan Mendesak
Mencuci, Mensetrika

Tidak Penting dan Tidak Mendesak
Bersih-bersih

Saya meletakan kewajiban saya sebagai seorang ibu dan istri sebagai kegitan yang penting dan mendesak. Karena kewajiban itu mendesak untuk menjaga kestabilan rumah tangga. Dan tak kalah pentingnya juga menyantumkan Me Time agar tetap waras. Bagaimanapun untuk diri sendiri itu juga sesuatu yang mendesak agar terwujud HAPPY MOM HAPPY FAMILY.

#lacakkekuatanmu
#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 17 Desember 2019

Lacak Kekuatanmu

HAPPY MOM, HAPPY FAMILY


DAFTAR AKTIVITAS SEBAGAI PEREMPUAN, ISTRI, DAN IBU

  1. Memasak
  2. Mencuci
  3. Mensetrika
  4. Mengasuh Anak
  5. Melayani Suami
  6. Belanja
  7. Jalan-jalan
  8. Bersih-bersih
  9. Membaca
  10. Bekerja
  11. Memotret


Mencuci dan Mensetrika termasuk ranah bisa dan tidak suka, tapi masih dilakukan karena untuk menghemat pengeluaran. Dan juga karena saya tidak suka bau yang terlalu wangi, membuat pusing. Tidak terlalu mengganggu kenyamanan meski tidak suka karena mencuci dan mensetrika bisa dilakukan seminggu sekali saja.

Memasak termasuk ranah bisa dan suka. Saya menjadi rajin sekali masak saat anak saya mulai mpasi. Sebisa mungkin semua dibuat sendiri. Sampai membuat jajan pasar sendiri khusus untuk anak. Namun, sejak pindah domisili jadi jarang masak. Lebih praktis beli, juga kadang dihadapkan pada situasi yang tidak memungkinkan masak, seperti air mati. Dulu memasak menjadi salah satu me time saya. 

Mengasuh Anak termasuk ranah bisa dan tidak suka. Sebagai ibu mau tidak mau mesti mengasuh anak. Tetapi, jiwa saya yang tak suka anak-anak membuat saya seperti rival anak. Kami sering berantem, apalagi sifatnya yang mirip dengan saya. Ini terkadang membuat beban tersendiri untuk saya. Di sini seperti berat sekali jadi ibu. Serba salah dan menuntut diri untuk sempurna. Yang satu ini perlu segera diperbaiki. Agar saya setidaknya nyaman bersama anak.

Belanja dan Jalan-jalan termasuk ranah bisa dan suka. Keduanya juga me time ala saya. Saya suka jalan-jalan. Mesti haruus keluar rumah kalau saya. Saya cenderung stres kalau di rumah saja. Dan ketika jalan-jalan saya dan anak berdamai. Kami menikmati waktu bersama. Saya senang karena terhindar dari stres berkelanjutan dan anak menikmati suasana baru, pengetahuan dan pengalaman baru. Jadi seru terus tiap jalan-jalan. Saya lebih sering berinteraksi kepada anak dengan nyaman saat jalan-jalan. Nah, kalau belanja, saya suka tapi kadang bisa membuat saya bete juga. Ini terjadi kalau saya belanja cuma berdua dengan anak. Anak saya suka sekai minta gendong. Sudah bawa belanjaan, gendong anak pula. Dan beratnya membuat saya tak nyaman. Jadi, agar saya juga senang, maka belanja mesti bertiga dengan ayahnya. 

Bersih-bersih termasuk ranah bisa dan tidak suka. Saya bersih-bersih kalau lagi ingin saja. Kalau lagi cape saya tak paksakan untuk beberes karena yang ada saya akan melakukan dengan ngomel. Terlebih lagi saya suka bersin kalau terkena debu. 

Membaca termasuk ranah bisa dan suka. Jadi cara me time juga. Dari dulu suka buku anak-anak karena bahasanya ringan dan padat pengetahuan. Sekarang jadi seperti pengkoleksi buku anak. dan ini menjadi sarana mengakrabkan diri dengan anak. Melalui buku kami berinteraksi.

Bekerja termasuk ranah bisa dan suka. Bekerja menjadi pelarian stres saya. Saya dimudahkan dalam bekerja, jadi bekerjanya tidak berat. Ini membuat saya tak jenuh dan bersemangat lagi. Mungkin seperti penyeimbang.

Memotret termasuk ranah bisa dan suka. Menjadi wahana berkegiatan dengan anak juga. Dia melihat saya suka motret dan dia ingin coba. Dia pun senang dengan kegiatan ini. Saya juga bisa mengabadikan kelakuan anak saya dan membagikan kepada keluarga karena kami perantau. Ini hal yang menyenangkan.

Saya bersyukur, hal-hal yang tidak saya suka, suami saya mau maklum dan membantu. Seperti mencuci dan bersih-bersih. Tanpa diminta suami membantu. Saat saya tertidur padahal sedang menghidupkan mesin cuci, suami melanjutkan pekerjaan saya dan menjaga anak agar tidur saya tak terganggu. Saya bersyukur.

#lacakkekuatanmu
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Kamis, 29 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Aliran Rasa

Membangkitkan fitrah seksualitas anak adalah tugas bagi orang tua khususnya. Keduanya harus berperan aktif.

Stimulasinya sejak bayi lahir dan berkembang sesuai umurnya.

Banyak hal yang seakan dianggap sepele dapat berperan besar dalam perkembangan fitrah seksualitasnya. Maka, segala perilaku orang terdekat anak perlu disaring.

#aliranrasa #gamelevel11 #kuliahbunsayiip #institutibuprofesional

Sabtu, 24 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Tahapan Kehidupan 

Dalam Islam dikenal 3 tahapan kehidupan manusia yaitu lemah, kuat, dan lemah. Hal ini merujuk pada masa seseorang yang disebut anak-anak, dewasa, dan orang tua. Namun, dalam kehidupan modern terdapat masa transisi yang disebut remaja yang memangkas awal usia dewasa. Hal ini memberikan celah pengerdilan tanggung jawab seseorang. 

Ketika memasuki aqil baligh, seseorang telah disebut dewasa, ditandai dengan perubahan fisiknya dan kewajiban yang harus ditanggungnya. Maka, sangat penting untuk mempersiapkan mentalnya sejak anak-anak agar saat tiba masa itu, anak dapat menjadi sebenar-benarnya orang dewasa. Sedangkan, saat merujuk pada masa remaja, maka orang cenderung berpikir bahwa anak belum semestinya mengerjakan apa yang seharusnya sudah dibebankan padanya. 

Pengerdilan ini menimbulkan kekosongan dalam dirinya dan membuatnya mengambil kesibukan lain yang tidak diperlukan, bahkan dapat menjadi cikal bakal anak melakukan penyimpangan. Sedangkan, saat anak telah dibebani tanggung jawab sebagai orang dewasa, anak akan sibuk mematangkan mentalnya, mengerjakan semua kewajiban yang telah menempel padanya saat telah aqil baligh. Sehingga tidak ada waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Masa transisi yang dimasudkan untuk melatih anak menjadi dewasa sebenarnya telah dapat dilakukan sejak anak masih kecil. Orang tua mengajarkan sedikit demi sedikit kewajiban orang dewasa dengan menyesuaikan umurnya. Sebagai contoh, aqil baligh harus shalat. Maka, sejak kecil diajarkan seperti apa shalat. Dari yang hanya melihat orang tuanya shalat, kemudian diajak shalat, dan akhirnya akan mendapat hukuman bila tidak mengerjakan. Itu semua ada tahapannya. Jadi, tahap demi tahap dilakukan sejak anak kecil bukan saat usia 15 tahun sampai 20an.


#FitrahSeksualitas
#BunsayLevel11
#KuliahBunsayIIP

Sumber Bacaan :

Jumat, 23 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Fans Fanatik

Saat ini mudah sekali melihat orang-orang yang mengidolakan sesuatu sampai kehilangan akal sehatnya. Salah satunya adalah penggemar artis. Mengambil istilah Bahasa Korea yaitu sasaeng yang berarti kehidupan pribadi. Si penggemar saking ingin masuk ke dalam kehidupan idolanya sampai melakukan berbagai macam cara. Bahkan sampai ke arah seksualitas.

Contoh penyimpangan sekasualitas yang dilakukan :
1. Menguntit idolanya sampai ke toilet dengan memotong rambut seperti lelaki.
2. Memasang alat perekam di kamar idolanya.
3. Melakukan pelecehan seksual dengan menyentuh area pribadi idolanya.
4. Orang dewasa berusaha menculik idolanya yang masih kecil.

Tak kalah heboh adalah istilah dalam Bahasa Jepang fujoshi dan fudanshi. Secara terang-terangan menyukai gambaran kalau idola anime atau idola nyata memiliki hubungan sejenis. Terdapat perasaan tidak rela bila idolanya berhubungan dengan wanita atau pria lain. 

Maraknya hal-hal yang tidak sesuai dengan value keluarga, membuat orang tua harus ekstra membentengi anak-anak. Tips menjaga anak dari hal-hal di atas :
1. Kuatkan pondasi keimanan pada setiap anggota keluarga.
2. Jelaskan mengenai value keluarga
3. Selalu dampingi anak sesuai dengan umurnya. Jangan sampai anak merasa terkekang dan akhirnya malah mendorong mereka melakukan hal yang dilarang.
4. Beri pemahaman tentang tanggung jawab yang harus anak emban sesuai umurnya.
5. Jadilah informan pertama anak.
6. Batasi pergaulan tanpa menghakimi
7. Memberikan solusi bila anak bertemu dengan hal-hal di atas.
8. Jadilah tempat yang nyaman nan aman untuk anak.

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas

#kuliahbundasayangIIP

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10212623490251714&id=1518652206

https://virtualverbal.com/perbedaan-antara-otaku-fujoshi-dan-fudanshi/

Kamis, 22 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Buku Anak Berisi Penyimpangan Seksualitas

Buku merupakan wahana belajar anak yang lebih bersahabat daripada media digital. Namun, beberapa kasus membuat buku juga tak luput dari hal-hal yang tidak baik, terlebih pada buku anak, meskipun tidak ada unsur kesengajaan. Oleh karena itu, semua orang khususnya orang tua wajib memberikan perhatian lebih terhadap buku anak. Karena anak adalah penerus bangsa, selayaknya menjadi tanggung jawab bersama.

Tips Pendampingan :

  1. Baca secara teliti dari sampul depan hingga sampul belakang sebelum diberikan pada anak.
  2. Baca sambil menebak apa yang akan anak tanyakan.
  3. Persiapkan materi-materi pendukung agar benar dalam menjelaskan.
  4. Bila ditemukan konten yang tidak pantas, laporkan kepada KPAI atau lembaga perlindungan konsumen. 
#FitrahSeksualitas
#BunsayLevel11
#KulahBunsayIIP

Bahan Bacaan :

Rabu, 21 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Menyiapkan Anak Laki-Laki Mimpi Basah (Aqil Baligh)
Oleh Ibu Elly Risman

Tips berbincang :
1. Diutamakan dilakukan oleh ayah
2. Menguasai materi dengan benar
3. Menggunakan peraga (cairan kanji untuk mani dan lem uhu untuk madzi)
4. Menyentuh kepala dan/atau pundak anak yang belum aqil baligh saat berbicara
5. Menggunakan sapaan kedekatan seperti nak, buah hati dll
6. Berlatih bicara terlebih dulu

Mimpi basah yaitu bermimpi sedang bermesraan dengan perempuang dan ketika bangun terdapat cairan. Cairan itu disebut mani. Bila cairan keluar saat melihat hal yang tidak pantas, maka cairan itu disebut madzi. Cara bersuci keduanya juga berbeda.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2043704322423820&id=464012887059646

#HariKe14
#FitrahSeksualitas
#BunsayLevel11
#KuliahBunsayIIP

Selasa, 20 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume #11

Mengenali Fase Perkembangan Seksual Anak-Anak Sesuai Fitrahnya

Menurut Sigmund Freud, Ada 5 tahapan psikoseksual anak:

1. Fase Oral (0-2 tahun)
Proses menyusu. Bila tak berjalan normal akan menimbulkan kebiasaan seperti menggigit pesil, merokok, mengedot, menghisap jempol melebihi usianya.

2. Fase Anal (2-3 tahun)
BAK dan BAB. Bila tak berkembang normal akan menimbulkan anal seks.

3. Fase Phalic (3-6 tahun)
Mengenali identitas kelamin seperti meniru perilaku sesama gendernya. Bila tak berkembang normal akan menimbulkan trauma seksual.

4. Fase  Latent (7-11 tahun)
Pesatnya perkembangan intelektual daripada seksualnya. Bila tak berkembang normal akan menimbulkan masalah sosial.


5. fase genital (12-18 tahun)
Organ seksual mulai aktif. Bila tak berkembang normal akan timbul penyimpangan seksual.

Temani ananda dalam setiap tahapan psikoseksual. Agar tak merasa bingung dan trauma. Apalagi mencari tahu ke tempat yang kurang tepat.

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Senin, 19 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume #10

Pendidikan Seks untuk Anak

Pendidikan seks berkaitan dengan persoalan seksualitas, tentang berkembangbiak.

Pendidikan seks untuk anak perlu dilakukan sedini mungkin agar anak mendapat informasi yang benar pertama dari orang tuanya, sehingga anak akan bersikap terbuka. Hal ini dapat mencegah anak terkontaminasi hal-hal berbau pornografi dan pornoaksi, menyiapkan mentalnya menghadapi perubahan fisik dan hormon, dan menjaga kesehatan reproduksi.

Pendidikan seks dilakukan sesuai dengan umurnya dengan penjelasan yang benar, tenang, terbuka, dan perlu waktu khusus, serta berulang.

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas

#kuliahbundasayangIIP

Minggu, 18 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Video Pemahaman Mengenai Kekerasan Seksualitas pada Anak

https://youtu.be/8-K_8VW1GIE

https://youtu.be/878HzqGwWp8

https://youtu.be/oNZZ1ED9vuE

https://youtu.be/_pHkjD1-u4I

https://youtu.be/HuBJyge3jWY

https://youtu.be/H16pSzOcRsE

https://youtu.be/ek1hg_ruHSw

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas

#kuliahbundasayangIIP

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume #9

Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual

Lingkungan ~ sekitar manusia seperti keluarga, masyarakat, pemerintah

Keluarga ~ kelompok sosial pertama berperan dalam pendidikan, tempat yang nyaman, benteng utama.
Masyarakat ~ kelompok orang pembentuk sistem berperan dalam edukasi, tidak takut melapor, tegas.
Pemerintah ~ organisasi penentu berperan dalam penegakan bukum, perlindungan, pemberian efek jera.

Lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter bangsa.

Ilmu mendidik anak mesti ditularkan pada ipar, tetangga, sesama wali murid. 

Pelecehan seksual berupa verbal dan non verbal. 

Korban pelecehan seksual secepat mungkin melapor pada kantor polisi, rumah sakit, komnasperempuan dan anak, kemenhukham, P2TP2A, LBH. 

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas

#kuliahbundasayangIIP

Jumat, 16 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume #8

Penyimpangan Seksual, Penyebab, dan Pencegahannya

Jenis penyimpangan seksual
- LGBT
- Pedhopilia ~ tertarik secara seksual pada anak < 13 tahun
- Incest
- Sodomi
- Zoophilia ~ dengan hewan melibatkan emosi
- Ekshibisionisme ~ ingin membuat orang lain terkejut, takut
- Voyeurisme ~ mengintip
- Infantofilia ~ dengan bayi
- Sadomasokis ~ kepuasan seksual dari rasa sakit
- Sadisme ~ kepuasan seksual dengan menyiksa pasangan
- Transvetitisme ~ pria heteroseksual dengan berdandan perempuan
- Nekrofilia ~ dengan mayat
- Beastiality ~ dengab hewan tanpa melibatkan emosi

Penyebab : pola asuh, medsos, ekonomi, trauma

Pencegahan : kuatkan iman, bangkitkan fitrah seksualitas, screen time


#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Kamis, 15 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume #7

Menjaga Diri dari Kejahatan Seksual

Kejahatan seksual ~ setiap perbuatan berdasarkan perbedaan gender yang menimbulkan kesengsaraan fisik, seksual, atau psikologi. 

Contoh ~ pelecehan seksual, pemaksaan aborsi, pemerkosaan dll

Penyebab
- korban mudah ditaklukan
- hasrat pelaku
- riwayat seksual pelaku
- ketergantungan minuman dan obat terlarang
- tidak dekat dengan orang tua
- kemiskinan
- keimanan

Pencegahan
- paham terhadap anggota badan yang tidak boleh disentuh
- paham siapa saja yang boleh menyentuh
- berani menolak
- lari bila ada yang melakukan kejahatan seksual
- beri tahu orang tua atau guru

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas

#kuliahbundasayangIIP

Rabu, 14 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume #6

Pengaruh Media Digital terhadap Fitrah Seksualitas Anak

Range umur penggun internet terbanyak di Indonesia tahun 2018 adalah pada kelompok umur 15-19 tahun.

Dampak positif penggunaan Media Digital
- alat komunikasi
- sumber informasi

Dampak negatif penggunaan Media Digital
- konten penyimpangan seksualitas
- kebebasan berekspresi

Pendampingan saat bermain dengan media digital
- menjaga identitas diri
- menjaga aurat
- menjaga pandangan
- orang tua dapat mengakses akun anak
- batasan konten

Anak tanpa gadget ~ berikana pedoman pada anak bahwa hidup tanpa gadget bukan masalah

Penggunaan gadget ~ membuat kesepakatan dengan anak

Batasan penggunaan media digital ~ screen time


#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Selasa, 13 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume #5

Pentingnya Aqil Baligh Bersamaan

Aqil ~ berhubungan dengan mental
Baligh ~ berhubungan dengan fisik
Aqil Baligh ~ fase seseorang sudah sampai pada usia tertentu untuk dibebani hukum syariat

Pentingnya aqil baligh bersamaan
- matang fisik dan psikis
- menghindarkan krisis identitas
- pondasi keimanan yang kuat

Penyebab aqil baligh tak bersamaan
- konsep
- lingkungan
- sistem pendidikan
- makanan
- kesenjangan perkembangan aqil dan baligh

Solusi
Matangkan konsep hidup di dalam keluarga

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas

#kuliahbundasayangIIP

Senin, 12 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume #4
Peran Ayah dalam Meningkatkan Fitrah Seksualitas Anak

Peran Ayah :
- 0-2 tahun ~ mendukung dan membahagiakan ibu menyusui
- 3-6 tahun ~ bermain peran, membedakan ciri fisik, mengenal aurat, melukis, memasak, bermain ke taman
- 7-9 tahun ~ mengenalkan peran laki-laki/perempuan, membedakan mahram, tidur terpisah
- 10-14 tahun ~ tempat mengekspresikan sayang, tempat cerita perubahan fisiologis

Kasus Fatherless

Tidak ada kasih sayang, pelukan dan bimbingan. Banyak kasus penyimpangan seksualitas dikarenakan peran ke-ayah-an tidak sampai pada anak. 

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas

#kuliahbundasayangIIP

Minggu, 11 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Karakter Anak Broken Home

- cemburu
- tertutup
- tidak memiliki pegangan

Broken Home = tidak adanya sosok orang tua (meninggal, bercerai, sibuk kerja) 

Anak dalam lingkup ini mesti dapat perhatian lebih. Orang tua/ orang di sekitarnya perlu lebih aktif mendekatkan diri pada anak. Itu adalah langkah pertama untuk membangkitkan fitrah seksualitas anak. Tumbuhkan kepercayaan anak pada orang-orang ring satu agar dia tak mendekatkan diri pada hal-hal yang tak diharapkan. Dengan itu, diharapkan anak broken home lebih terbuka dan kondisi kejiwaannya dapat diperbaiki sejak dini. Hal itu dapat mengurangi kesempatan adanya penyimpangan seksualitas anak. 


Sumber : Rumahku Madrasah Pertamaku (DR.  Khalid Ahmad Syantut) 

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas

#kuliahbundasayangIIP

Sabtu, 10 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume #3

Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Prinsip 1 : Hubunga anak dengan orang tua sejak lahir s/d aqil baligh
Prinsip 2 : Keseimbangan peran ayah dan ibu dalam suplai maskulinitas/feminimitas
Prinsip 3 : Tercapainya adab mulia terhadap pasangan dan anak keturunan

Anak laksana kertas putih dan orang tua penulisnya. Sehingga, peran orang tua sangat menentukan arah anak melangkah. 

Orang tua sebisa mungkin menjadi teman pertama dan utama untuk anak. Sehingga, anak terbiasa terbuka pada orang tuanya. Hal ini akan meminimalkan terjadinya penyimpangan seksualitas. 

Terkadang hal-hal sepele bisa menjadi pemicu kebingungan pada anak untuk memahami tentang fitrah seksualitas. Contohnya seperti mandi bersama orang tuanya. Anak akan berpikir mengenai perbedaannya dengan salah satu orang tuanya. Untuk anak yang terbuka bisa langsung bertanya kepada orang tuanya, tapi untuk anak yang pasif sangat berisiko mencari tahu sendiri ke luar lingkup keluarga. Bila proses pencariannya salah, maka dapat memicu penyimpangan seksualitas. 

Pentingnya pemahaman orang tua mengenai perannya sebagai pembangkit fitrah seksualitas untuk mencegah terjadinya penyimpangan seksualitas. Dan dimulai dengan hal-hal kecil nan sepele. Semoga kita bisa lebih berhati-hati dalam proses pendewasaan anak. 


#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Jumat, 09 Agustus 2019

Membangun Fitrah Seksualitas Anak

Resume #2
Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini

Fase Fitrah Seksual
0-2     ~ memberikan cinta
3-6     ~ dekat dengan kedua orang tua
7-10   ~ mencontoh peran ayah ibu
10-14 ~ pre aqil balig/lintasgender

Contoh penyimpangan :
Drag Queen > seni peran dengan laki-laki yang berperan sebagai wanita

Solusi :
- memperkuat konsep gender sejak dini
- hadir dalam pengasuhan
- mendampingi dan mengajarkan
- tenang
- doa
- awasi tontonan anak
- batasi gadget
- ajarkan adab islam

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas
#kuliahbundasayangIIP

Kamis, 08 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Resume #1

Pemahaman Perbedaan Gender

Gender ≠ kelamin/sex

Gender ~ sifat yang melekat pada seseorang (laki-laki/perempuan)

Perbedaan Gender ~ perbedaan sifat yang harus dimiliki oleh laki-laki dan perempuan. 
Jadi, harus ada perbedaan di antara keduanya. 

Perbedaan yang dimaksud adalah laki-laki bersikap seperti laki-laki dan perempuan bersikap seperti perempuan. Perbedaan ini tak berkaitan dengan permainan seperti masak-masakan atau mobil-mobilan. Lebih kepada tidak diperbolehkan laki-laki menyerupai perempuan atau sebaliknya baik perilaku maupun pikirannya. Contohnya, anak laki-laki berperan menjadi seorang putri, maka pikiran dan perilakunya akan menyesuaikan dengan perempuan asli. 

Fitrah seksualitas dijaga oleh orang tuanya sejak lahir, sejak mengetahui jenis kelamin anak. Terus tanamkan bahwa dia laki-laki atau perempuan, meski belum bisa melakukan komunikasi dua arah. 

Jika terjadi ketidakseimbangan stimulus fitrah seksualitas karena orang tua yang tak lengkap, maka anak perlu didekatkan dengan sosok yang sesuai fitrahnya. Misalnya anak perempuan yang tak memiliki ibu, maka dekatkan dengan sosok perempuan yang bisa membangkitkan fitrahnya sebagai perempuan. 

Maka, sangat penting pedoman membangkitkan fitrah seksualitas sesuai dengan umurnya. 

#Bunsaylevel11
#Fitrahseksualitas

#kuliahbundasayangIIP

Sabtu, 13 Juli 2019

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Hari Ke - 3

Kali ini ceritanya tentang kucing abu dan kucing putih (tokoh nyata). Ibu pikir mungkin bisa lebih mudah dipahami kalau tokohnya nyata. Kejadiannya pun nyata. Tentang pertengkaran mereka setiap kali bertemu. Ibu cerita mereka berantem karena lapar. Sama seperti dia kalau lapar pasti segalanya gak sreg. Terus ketika melihat makanan, mereka akan berlomba makan duluan. Sama kayak dia kalau lapar langsung dimasukan mulut banyak-banyak biar gak diambil orang dan pada akhirnya hok. Berantem karena lapar dan tak mau bagi-bagi. Abu merasa paling dekat dengan kita jadi seolah dia yang lebig berhak terhadap makanan yang kita kasih. Sedang putih yang pendatang cuma boleh menunggu sisanya. Itu sebabnya kalau ada 2 kucing atau lebih selalu dipisah ngasihnya. Paling pertama tentu abu karena dia paling cepat. Kalau putih duluan, bakal terjadi perkelahian. Putih memang tau diri sehingga tak masalah dapat terakhir. Dan semua makan, semua kenyang. Ibu pesan, bagi-bagi lah meski sedikit-sedikit. Tak apa semua jadi senang kan. 

Kendala menyampaikan ide dongeng adalah menyampaikan dalam bahasa anak-anak umur 2 tahun yang belum mengerti banyak hal. Terlalu banyak kata malah membuat dia bosan. Akhirnya main sendiri tak tertarik mendengarkan. Ibu mesti cari-cari pendekatan lain.

#HariKe3
#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10hari

Jumat, 12 Juli 2019

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Hari Ke - 2

Saya masih bingung memilih waktu yang tepat untuk mendongeng. Dia juga masih belum terbiasa mendengar ibunya mendongeng. Ketika ditanya mau mendengar cerita ibu? Dia tak antusias. 

Saya ingin menanamkan kata-kata dasar padanya. Jadi cerita hari ini tentang terimakasih. Ibu cerita Gaga si gajah kecil yang suka membantu ibunya. Setiap kali membantu, dia akan mendapatkan balasan terimakasih. Tapi, berbeda ketika dia membantu monmon si monyet temannya memetik pisang. Monmon berlalu begitu saja. Ada hal yang membuatnya kecewa. Lalu dia bertanya pada ibunya. Ketika tau kata terimakasih menjadi penyebabnya, ibu gajah bilang kalau memang harus berterimakasih sudah dibantu, tapi kalau yang kita bantu tidak mengucapkannya mungkin dia lupa. 

Saya tak bisa menata kata menjadi terstruktur karena dia akan bosan. Jadi, harus diselingi dengan apa yang dia suka, seperti kali ini dia suka dengan suara monyet. Saya sisipkan suara monyet dimana-mana. 

Dan proses cerita berkali-kali terganggu karena dia ketakutan melihat bayangan pohon yang bergerak karena sedang berangin harinya. Yah, banyak cobaan dalam mendongeng. 

#HariKe2
#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10hari

Kamis, 11 Juli 2019

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Hari Ke - 1

Tantangan kali ini adalah mendongeng. Saya merasa kurang mampu kalau harus mendongeng. Karakter saya yang pendiam dan tak pandai merangkai kata (apalagi kata-kata untuk balita) membuat saya minder. Saya terus memikirkannya dan sesekali mereka-reka dan masih gagal. Kemudian tiba di hari H yang membuat saya mau gak mau mencobanya. Dan saya putuskan menyambung-nyambungkan fenomena perilaku anak saya ke dalam cerita (meski gak nyambung). 

Tantangan yang berat ketika tidak pandai bercerita dan mesti menunggu waktu yang pas untuk mendongeng. Saya agak tak enak badan, maka saya ajak dia main di kamar saja. Sambil baringan dia bermain. Beberapa kali saya coba memulai cerita, tapi mesti gagal karena dia masih ingin berbicara, main tebak-tebakan, dll. Saya terus menunggu waktu. 

Akhir-akhir ini, dia suka usil memainkan kaki ke kepala ibu. Itu sangat tidak saya sukai. Sering ditegur dan malah semakin semangat mengulangi, saya habis akal bagaimana memberikan pemahaman kepadanya. Kali ini saya mencoba bercerita tentang keusilan gajah dan semut (dia suka binatang dan lebih bisa dia bayangkan). Inti ceritanya gajah yang sedang berjalan-jalan melihat semut yang sedangberjalan mencari makan. Tetiba jiwa keusilannya muncul. Karena merasa makhluk yang paling besar, maka dia mencoba menakut-nakuti semut dengan berpura-pura akan menginjaknya. Diluar dugaan, bukannya takut lantas kabur, si semut malah membalas keusilan si gajah dengan tetap bertahan. Saat kaki gajah semakin mendekat padanya, semut pun menggigitnya. Gajah yang bertubuh besar itu sampai bergulung-gulung kesakitan. Tak disangka semut yang kecil bisa memberikan pelajaran kepada gajah yang besar untuk tidak usil lagi. 

Berharapnya dia akan berhenti berbuat usil juga, tapi dia lebih teringat dialog saat gajah keaakitan dan bilang "auw". Keusilannya masih berlanjut. Yaaahh... Ibu mesti sabar untuk terus mengingatkan. 

Tentang proses selama dongeng, saya harus atraktif untuk mendapatkan perhatiannya. Kalau mengikuti kaidah bahasa saja, dia bakal kabur. Jadi, kalimatnya pendek-pendek sekali dan banyak tekanan di sana-sini. Terpotong-potong karena banyak efek-efeknya. Baru dia mau mendengarkan dan tertawa mencerna dongengnya. 

#HariKe1
#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari


Rabu, 03 Juli 2019

Aliran Rasa Memicu Kreativitas Anak

Anak-anak sebenarnya tumbuh dengan daya kreativitas yang tinggi. Akan tetapi, terkadang lambat laun semakin meredup. Tak hanya faktor dari diri anak itu sendiri. Namun, juga lingkungannya. Terutama, orang tuanya. Terkadang tanpa sengaja dan dengan alasan menjaga anak membuat orang tua mengekang anaknya. Hal itu tanpa sengaja mengurangi tingkat kreativitasnya. Semestinya bukan larangan, tapi pengertian terhadap apa yang dilakukannya. 

Dalam hal memicu kreativitas anak yang terpenting adalah orang tuanya yang terlebih dulu out of the box. Sehingga, dapat dengan legowo memicu kreativitas anak. Saat anak sedang asyik berkreativitas, maka kita hanya perlu melihat dan mengawasinya saja. Setelahnya, memberikan pemahaman terkait apa yang telah dilakukannya. Perlu dijelaskan mengenai akibat dari apa yang dilakukan dan harus seperti apa untuk mrngatasinya. Ajak dia juga memikirkannya. 

#aliranrasa #gamelevel8 #kuliahbunsayiip #institutibuprofesional

Sabtu, 29 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 17



Dia masih tetap menyukai pesawat. Ya puzzle ya lego semua dibuat menyerupai pesawat, lalu dia terbangkan. Tapi, yang menarik disela-sela itu, dia memainkan kaleng bekas wadah wafer. Saya memang sengaja tak membuangnya. Niatan mau buat tempat mainannya. Kemudian diletakkan di ruang bermain bersama mainan yang lain. Ternyata dia mainkan juga. Dia duduki kaleng itu. Pertama, duduk biasa, lalu menggeser-gesernya. Dan berlanjut menggerakannya. Seakan menaiki seluncuran. Bahagia sekali, dia menemukan wahana bermain baru. Seluncuran deh. 

Tak berhenti sampai di situ, dia pun melanjutkan menaiki mainan yang lain. Mainan truknya okut dinaiki. Padahal ukuran truk mainannya jauh lebih kecil. Tapi, dia suka sensasi terpelesetnya. Karena kecil, jadi tidak muat menampung pantatnya. Kemudian truk bergerak, membuat dia terpeleset. Namun, dia sudah mengantisipasi situasi itu, terlihat dari kesiapannya terjatuh dan badannya yang menahan. 

Barang-barang bekas pun bisa menjadi wahana kreativitasnya. Jadi, pilah kembali barang bekas yang mungkin bisa dimainkannya. 

#HariKe17
# tantangan10hari 
# Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

#BeCreative

Jumat, 28 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 16




Hari ini, dia lagi suka berkreasi menggabungkan mainannya membentuk sesuatu yang diimajinasikannya. Dia sibuk mencopoti huruf dan angka dari alas puzzle. Lalu dia kumpulkan huruf dan angka. Nah, dia mulai bereksperimen menggabungkan huruf dan angka tadi. Setelah saling terkait, dia namakan kapal. Kemudian menggabungkan yang lain lagi, lalu memainkannya. 

Ketika bermain bola, dia melihat teko nganggur. Dia masukan bola itu ke teko dan dia beri tutup di atasnya. Ibu masih bingung dia sebut apa itu. Tak lama, ibu tiba-tiba di suruh minum. Ooooo... Sepertinya itu tempat minum. Unik bentuknya. Kayak guci. Hehehe... 

Kebebasan untuk bereksperimen. Memicu kreativitasnya. Saya hanya menunggu dan melihat seperti seorang pelanggan.

#HariKe16
# tantangan10hari 
# Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Kamis, 27 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 15



Kami pernah beli sikat baju dan belum pernah dipakai, malah jadi salah satu mainannya. Tiap kali melihat sikat baju, dia bersikeras bilang "gigi" (sikat gigi maksudnya). Meski ibu selalu membetulkan dengan menyebut sikat baju, dia tetap bilang "gigi". Layaknya sikat gigi untuk membersihkan gigi. Dia pun menyikat gigi-gigi mainannya. Saat bermain sikat, dia akan menyebut bagian bamper depan mobil sebagai giginya, lalu roda-roda (bagi mobil yang tak punya besi-besi bamper depan) juga sebagai gigi. Kemudian disikatnya berulang kali, sambil bilang "gigi" (sikat gigi). Tak lupa ibu masukkan pesan-pesan. Karena dia tidak suka sikat gigi. Ibu bilang seperti giginya, perlu disikat supaya bersih tak sakit, menanyakan mana giginya, seperti apa menyikatnya, dll. 

Kegiatan menyenangkan atau bukan akan membekas di hati dan pikirannya yang akan membuat kreativitas muncul untuk meekspresikan kenangan yang membekas. Maka, perlu didampingi terutama untuk kenangan yang tidak menyenangkannya agar dia mengerti kenangan itu hanya sementara dilihat dari sisinya tidak menyenangkan, melainkan demi kebaikannya. Sisipkan pesan-pesan positif dalam mendampingi kreativitasnya. 

#HariKe15
# tantangan10hari 
# Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

#BeCreative

Rabu, 26 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari ke - 14



Malam ini periksa ke dokter dan menunggu lumayan lama. Dulu, dia akan mati gaya kalau menunggu lama seperti ini. Bakal rewel, ribut, ngajak pulang, dll. Sekarang, dia lebih bisa menahan diri dari hal-hal tadi dan menciptakan kegiatan sendiri untuk mengalahkan bosan menunggu. 

Banyak hal yang dia lakukan. Dia memainkan mainan yang iya bawa. Dinding klinik lumayan panjang, dia gunakan untuk track truknya. Dijalankannya truk di sepanjang dinding. Dia juga sudah berani berjalan sendiri meaki dengan senyum malu-malu berjalan di sepanjang lorong. 

Dia bermain bayangan juga. Menunjuk bayangan dan menyebutkan pemiliknya, seperti menunjuk bayangan ibu sambil bilang "buu" (ibu). Lalu ibu tanya mana atthar, dia menunjuk bayangannya. Dulu, waktu bayi dia suka sekali kalau ibu membuat bayangan kembang api (buka tutup tangan). Dia belum berimajinasi dengan bayangan, baru mengenal bayangan, bahwa bayangan tidak bisa ditangkap, bayangan seakan mengejar, menyebutkan bayangan orang-orang. 

Kemudian dia bermain timbangan. Dia bergerak-gerak karena suka melihat jarumnya bergerak juga. Ini suatu kemajuan karena biasanya mendekati timbangan saja sudah membuat nangis. Maka, saya biarkan dia bermain dengan timbangan agar terbentuk kisah manis dengan timbangan, bahwa timbangan tidak menakutkan. Dan dia pun mau tanpa nangis untuk ditimbang. 

Beri ruang untuk berekspresi. Membuat dia menciptakan hal-hal baru untuk menolong keadaannya. 

#HariKe14
# tantangan10hari 
# Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

#BeCreative





Selasa, 25 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 13

Saya terkejut ketika dia sudah bisa memainkan permainan tembak-tembakan. Sepertinya kami belum pernah memainkan permainan itu. Kami cuma pernah bermain dengan pistol mainan. Bermain cara menembak, menirukan suaranya, dan suara ketika tertembak. Tapi tadi, dia memainkannya dengan strategi. Awalnya dia menyusun lego dan sampailah pada membuat serupa senapan. Dia pegang, bidik target dan dooor, ditembakan. Lalu kemudian berlari-lari sambil menembak. Diajaknya ibu bermain saling tembak. Kemudian dia bersembunyi di samping kulkas agar ibu tak mengetahui. Lalu sesekali menembak. Ketika akhirnya harus menyerang langsung, seketika tawanya pecah tapi tetap sambil menembaki. Hahaha.. Dia sedang menirukan strategi bertahan dan menyerang. 

Ternyata dia sudah bisa bermain dengan aturan yang kompleks. Sepertinya permainan barusan di-copy dari permainannya dengan teman-temannya. Dia sering bermain dengan anak-anak sekitarannya dan dia anak yang paling kecil. Jadi, permainannya sudah kompleks-kompleks dan dia menirukan. Tapi tetap memperhatikan apa saja yang dia tiru. Mesti waspada, dia sudah mulai bergaul. 

Bergaul dapat membuat anak berkreasi. Melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukannya. 

#HariKe13
# tantangan10hari 
# Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

#BeCreative

Senin, 24 Juni 2019

Memicu Krativitas Anak

Hari Ke - 12



Selayaknya anak-anak, kau ada mainan baru "nyileg". Sampai gak nyaut dipanggil-panggil. Kali ini mainan barunya lego. Mainan anak tetangga. Lama mainan di rumah tetangga. Sekalinya mau pulang mesti dibawa mainannya. Hadeeehhh... Dipinjemin deh. Pernah juga kepikiran buat belikan lego, kemarin mudik juga sempet lihat-lihat yang lagi diskon, tapi karena ada hal lain jadi ditunda beli mainannya. Bagus juga mainan ini. Mengasah imajinasi. 

Hal-hal paling dia sukai, dituangkan dengan menyusun lego. Baru sesaat ini dia menyebutkan apa yang dia susun dengan nama pesawat (dimainkan, diterbangkan lengkap dengan suaranya), truk, pistol. Ok, dia sedang berkreasi. Saking asyiknya sampai lupa jam tidur. Masih dibawa juga ke kasur. 

Mainan edukasi menjadi salah satu wadah kreativitas anak. 

#HariKe12
#tantangan10hari 
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Minggu, 23 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 11



Sibuk mainan. Ternyata lagi bikin pameran otomotif dia. Blek-blek bekas jadi panggung untuk memamerkan alat-alat transportasi. Sesekali panggungnya didorong, jalan deh keretanya. 

Di waktu yang lain dia serius memotong gabus menggunakan sisirnya. Potong-potong terus, setelah selesai masukan ke wadah buat ditumis. Sisirnya jadi alat numis. Dibolak-balik, kemudian ditutup pakai tutup teko, biar meresap matang sempurna, tak lupa alat numisnya ditaruh di atas tutup. Hahaha.. Detil sekali ngopinya ya nak. Sampai naroh soletnya aja tau. Setelah matang, makan deh. Ibu juga dapat bagian dong. 

Melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari dapat memperkaya imajinasinya. Memicu kreativitasnya dalam menerjemahkan imajinasinya. 

#HariKe11
#tantangan10hari 
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

#BeCreative

Sabtu, 22 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 10



Setelah makan di luar, pulangnya mampir ke Masjid. Ingin mendekatkan anak dengan masjid. Ibu wudhu dan dia minta dihidupkan keran juga buat wudhu. Masin random wudhunya, kaki muka rambut tangan. Haha.. Tapi keren semangatnya. Dan dia matikan sendiri kerannya setelah "wudhu"nya selesai. Ibu pakai mukena dan dia menunggu sambil lihat-lihat. Ibu pilih tempat paling belakang dan paling pinggir agar tak mengganggu. Ibu ajak dia dan minta mainan mobil-mobilannya juga dibawa agar tak berkeliaran kemana-mana. Dia berdiri di samping ibu, bersiap ikut shalat, tapi lalu membawa mainannya dan diparkirnya di luar karpet. Hmmm.. Ternyata dia sudah lebih dewasa dari yang ibu pikirkan. Tahu kalau waktunya sholat, mainnya nanti lagi. Setelahnya kembali ke tempat dan ikut sholat. Habis sholat, asyik kejar-kejaran dengan teman baru. 

#HariKe10
#tantangan10hari 
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Jumat, 21 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 9



Jam tidur sudah terlewati dengan dia yang masih asyik mainan dan disuruh tidur gak mau. Ibu menemaninya sambil nyicil beberes. Ibu lipat-lipat plastik jadi bentuk segitiga dan beberes yabg lainnya. Selang beberapa saat dia menyebut kapal. Saya tak mengerti kenapa dia menyebut kapal karena di situ tidak ada kapal. Di puzzle ada gambar kapal tapi dia tak sedang menyentuh puzzle. Jadi, dimanakah kapal itu? Dan ternyata, ketika ditanya mana kapalnya? Dia tunjukan dan mengangkat lipatan plastik tadi. Lalu dia mainkan seperti main kapal-kapalan. 

Dia juga bermain imajinasi dengan magnet kulkas. Magnet kulkan yang berbentuk baju hunbok lengan pendek pun dia gambarkan sebagai pesawat. Diterbangkannya tinggi-tinggi sambil bilang "wuuuuu".

Pun ketika melihat teko lalu dia menuangkannya ke dalam wadah (jadi cangkir), lalu dia bilang tumpah. Dia sedang bercerita tentang menuang air dalam teko ke cangkir dan airnya tumpah. Padahal di dalamnya jelas tak ada air. 

Dia sedang berkreasi dengan pikiran dan penglihatannya. 

#HariKe9
#tantangan10hari 
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

#BeCreative


Kamis, 20 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 8

Beli makan malam di luar. Mikir-mikir kalau makan di tempat bakal repot karena dia bakal caper karena bosen. Gak bawa mainannya juga. Akhirnya bungkus aja. Tapi tetep nunggunya lama. Bocah sudah mulai bosan. Ternyata dia sudah bisa mengatasi rasa bosannya meski baru sekejap. Dia mulai mencari kesibukan sendiri. Di meja ada remote tv dan kotak tisu. Dan dia memainkan kedua barang itu seperti main mobil-mobilan. Dia mainkan barang-barang di sekitarnya (meski bukan mainan).  Dan mulai mengendalukan emosinya dengan caranya sendiri. 

#HariKe8
#tantangan10hari 
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

#BeCreative

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 7

Saya merasa aneh dan geli ketika dia makan taro dan minum teh. Soalnya dia campurkan bak makan sereal. Bukan dimakan sendiri-sendiri. Awalnya dia makan sendiri-sendiri. Nyemilin taro lalu minum tehnya. Dia ambil taro sampai berjatuhan lalu ditaruhnya ke lepek. Kemudian dia ngaduk-ngaduk teh. Dan dapatlah ide nuangin teh ke taro yang ada di lepek. Tadinya saya pikir dia cuma main-main makanan. Saya putuskan melihat lebih lama apa yang dia lakukan, sebelum menegurnya. Apa dia mau memakannya atau hanya mainan. Agar lebih jelas bukti bahwa dia mainan, maka mesti lihat lebih lama. Ternyata dia makan taro yang diolesi air teh. Rasanya aneh sekali saya melihatnya. Baru pertama ini melihat cara makan seperti itu. Selama dia memakannya saya tak akan ngomel. 

Saya mesti melihat lebih lama apa yang dia lakukan sebelum ngomel-ngomel. Agar tak memutus kreativitasnya. 

#HariKe7
#tantangan10hari 
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Selasa, 18 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 6

Kreativitas itu dipicu oleh rasa ingin tahu. Beri rasa penasaran, tantangan, dan mengenalkan hal-hal baru. Contohnya, saat bepergian. Ajak ke toilet umum yang kadang berbeda dengan toilet rumah. Kenalkan shower, tempat sampah injak dll.

Dia lagi suka buang sampah. Sering cari alasan buat buang sampah. Seperti sengaja kotor biar dilap pakai tisu dan dia disuruh buang tisu ke tong sampah. Ok, lain kali pakai kacu aja, gak usah tisu. Bahkan, tumbler pun mau dibuang setealah habis minumannya. Hadeeeehh...

Pun dengan cuci tangan. Sengaja bikin tangan kotor biar bisa cuci tangan (keceh). Dan mesti minta sabun. Keluar ide-ide biar diminta cuci tangan atau buang sampah. Bagus karena jadi rajin, gak bagusnya karena jadi mengada-ada. Kalau sudah gitu perlu direm. 

#HariKe6
#tantangan10hari 
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

#BeCreative

Senin, 17 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 5

Memicu kreativitas anak yang paling mudah menurut saya adalah bebaskan (tentu dengan pengawasan) dia bermain. Yang pasti bakal berhamburan, tapi kreativitas bisa muncul. Terkadang kita menikung kreativitas anak karena tak mau kesusahan untuk membereskan. Sepertinya perlu tenaga dan jiwa yang ekstra untuk mengajarkan beberes pada anak sehingga kita tidak mengubur perlahan kreativitasnya.

Mainan berhamburan dimana-mana. Malah sengaja kontainer mainannya dibalik agar semua isinya keluar selayaknya hujan dan dia bahagia. Setelahnya ditinggalkan dan kontainernya diletakan di atas kursi. Lalu akungnya minta dia mengambil mainannya dan memasukan kembali ke wadahnya. Dan nurut dia (lagi nurut). 

Dia main nggiring balon. Balon-balonnya mulai kempes jadi kecil seperti bola. Lalu dia ambil kotak bekas untuk memukul-mukul balon. Dia bermain menggiring bola ala dia. 

#HariKe5
#tantangan10hari 
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Minggu, 16 Juni 2019

Memicu Kreativitas Anak

Hari Ke - 4

Sedang asyik mainan dan nemu mainan baru. Mainan sepupunya berupa pukul-pukulan plastik. Dia inget kalau dodot mainan sepupunya gelundung ke kolong kursi. Lalu dia pakai pukul-pukulan mainan tadi buat meraih dodot mainan. Dengan bantuan mbah leknya dapat deh mainannya. Senang dia. Setelah itu dimainkan kedua mainannya. Dan memainkannya seperti main golf. Dodot mainan itu diberdirikan dan dia sodok pakai pukul-pukulan mainan. Seperti itu untuk beberapa saat dan berakhir ketika masuk kolong kursi lagi. Susah diambil. 

Menggabungkan beberapa mainan dan memainkan tidak seperti biasa termasuk dalam kreativitas. 


#HariKe4
#tantangan10hari 
#Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

#BeCreative