Kategori

Sabtu, 24 Agustus 2019

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Tahapan Kehidupan 

Dalam Islam dikenal 3 tahapan kehidupan manusia yaitu lemah, kuat, dan lemah. Hal ini merujuk pada masa seseorang yang disebut anak-anak, dewasa, dan orang tua. Namun, dalam kehidupan modern terdapat masa transisi yang disebut remaja yang memangkas awal usia dewasa. Hal ini memberikan celah pengerdilan tanggung jawab seseorang. 

Ketika memasuki aqil baligh, seseorang telah disebut dewasa, ditandai dengan perubahan fisiknya dan kewajiban yang harus ditanggungnya. Maka, sangat penting untuk mempersiapkan mentalnya sejak anak-anak agar saat tiba masa itu, anak dapat menjadi sebenar-benarnya orang dewasa. Sedangkan, saat merujuk pada masa remaja, maka orang cenderung berpikir bahwa anak belum semestinya mengerjakan apa yang seharusnya sudah dibebankan padanya. 

Pengerdilan ini menimbulkan kekosongan dalam dirinya dan membuatnya mengambil kesibukan lain yang tidak diperlukan, bahkan dapat menjadi cikal bakal anak melakukan penyimpangan. Sedangkan, saat anak telah dibebani tanggung jawab sebagai orang dewasa, anak akan sibuk mematangkan mentalnya, mengerjakan semua kewajiban yang telah menempel padanya saat telah aqil baligh. Sehingga tidak ada waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Masa transisi yang dimasudkan untuk melatih anak menjadi dewasa sebenarnya telah dapat dilakukan sejak anak masih kecil. Orang tua mengajarkan sedikit demi sedikit kewajiban orang dewasa dengan menyesuaikan umurnya. Sebagai contoh, aqil baligh harus shalat. Maka, sejak kecil diajarkan seperti apa shalat. Dari yang hanya melihat orang tuanya shalat, kemudian diajak shalat, dan akhirnya akan mendapat hukuman bila tidak mengerjakan. Itu semua ada tahapannya. Jadi, tahap demi tahap dilakukan sejak anak kecil bukan saat usia 15 tahun sampai 20an.


#FitrahSeksualitas
#BunsayLevel11
#KuliahBunsayIIP

Sumber Bacaan :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar