Hari ke - 14
Malam ini periksa ke dokter dan menunggu lumayan lama. Dulu, dia akan mati gaya kalau menunggu lama seperti ini. Bakal rewel, ribut, ngajak pulang, dll. Sekarang, dia lebih bisa menahan diri dari hal-hal tadi dan menciptakan kegiatan sendiri untuk mengalahkan bosan menunggu.
Banyak hal yang dia lakukan. Dia memainkan mainan yang iya bawa. Dinding klinik lumayan panjang, dia gunakan untuk track truknya. Dijalankannya truk di sepanjang dinding. Dia juga sudah berani berjalan sendiri meaki dengan senyum malu-malu berjalan di sepanjang lorong.
Dia bermain bayangan juga. Menunjuk bayangan dan menyebutkan pemiliknya, seperti menunjuk bayangan ibu sambil bilang "buu" (ibu). Lalu ibu tanya mana atthar, dia menunjuk bayangannya. Dulu, waktu bayi dia suka sekali kalau ibu membuat bayangan kembang api (buka tutup tangan). Dia belum berimajinasi dengan bayangan, baru mengenal bayangan, bahwa bayangan tidak bisa ditangkap, bayangan seakan mengejar, menyebutkan bayangan orang-orang.
Kemudian dia bermain timbangan. Dia bergerak-gerak karena suka melihat jarumnya bergerak juga. Ini suatu kemajuan karena biasanya mendekati timbangan saja sudah membuat nangis. Maka, saya biarkan dia bermain dengan timbangan agar terbentuk kisah manis dengan timbangan, bahwa timbangan tidak menakutkan. Dan dia pun mau tanpa nangis untuk ditimbang.
Beri ruang untuk berekspresi. Membuat dia menciptakan hal-hal baru untuk menolong keadaannya.
#HariKe14
# tantangan10hari
# Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative
Malam ini periksa ke dokter dan menunggu lumayan lama. Dulu, dia akan mati gaya kalau menunggu lama seperti ini. Bakal rewel, ribut, ngajak pulang, dll. Sekarang, dia lebih bisa menahan diri dari hal-hal tadi dan menciptakan kegiatan sendiri untuk mengalahkan bosan menunggu.
Banyak hal yang dia lakukan. Dia memainkan mainan yang iya bawa. Dinding klinik lumayan panjang, dia gunakan untuk track truknya. Dijalankannya truk di sepanjang dinding. Dia juga sudah berani berjalan sendiri meaki dengan senyum malu-malu berjalan di sepanjang lorong.
Dia bermain bayangan juga. Menunjuk bayangan dan menyebutkan pemiliknya, seperti menunjuk bayangan ibu sambil bilang "buu" (ibu). Lalu ibu tanya mana atthar, dia menunjuk bayangannya. Dulu, waktu bayi dia suka sekali kalau ibu membuat bayangan kembang api (buka tutup tangan). Dia belum berimajinasi dengan bayangan, baru mengenal bayangan, bahwa bayangan tidak bisa ditangkap, bayangan seakan mengejar, menyebutkan bayangan orang-orang.
Kemudian dia bermain timbangan. Dia bergerak-gerak karena suka melihat jarumnya bergerak juga. Ini suatu kemajuan karena biasanya mendekati timbangan saja sudah membuat nangis. Maka, saya biarkan dia bermain dengan timbangan agar terbentuk kisah manis dengan timbangan, bahwa timbangan tidak menakutkan. Dan dia pun mau tanpa nangis untuk ditimbang.
Beri ruang untuk berekspresi. Membuat dia menciptakan hal-hal baru untuk menolong keadaannya.
#HariKe14
# tantangan10hari
# Level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Tidak ada komentar:
Posting Komentar