Hari Ke - 1
Tantangan kali ini adalah mendongeng. Saya merasa kurang mampu kalau harus mendongeng. Karakter saya yang pendiam dan tak pandai merangkai kata (apalagi kata-kata untuk balita) membuat saya minder. Saya terus memikirkannya dan sesekali mereka-reka dan masih gagal. Kemudian tiba di hari H yang membuat saya mau gak mau mencobanya. Dan saya putuskan menyambung-nyambungkan fenomena perilaku anak saya ke dalam cerita (meski gak nyambung).
Tantangan yang berat ketika tidak pandai bercerita dan mesti menunggu waktu yang pas untuk mendongeng. Saya agak tak enak badan, maka saya ajak dia main di kamar saja. Sambil baringan dia bermain. Beberapa kali saya coba memulai cerita, tapi mesti gagal karena dia masih ingin berbicara, main tebak-tebakan, dll. Saya terus menunggu waktu.
Akhir-akhir ini, dia suka usil memainkan kaki ke kepala ibu. Itu sangat tidak saya sukai. Sering ditegur dan malah semakin semangat mengulangi, saya habis akal bagaimana memberikan pemahaman kepadanya. Kali ini saya mencoba bercerita tentang keusilan gajah dan semut (dia suka binatang dan lebih bisa dia bayangkan). Inti ceritanya gajah yang sedang berjalan-jalan melihat semut yang sedangberjalan mencari makan. Tetiba jiwa keusilannya muncul. Karena merasa makhluk yang paling besar, maka dia mencoba menakut-nakuti semut dengan berpura-pura akan menginjaknya. Diluar dugaan, bukannya takut lantas kabur, si semut malah membalas keusilan si gajah dengan tetap bertahan. Saat kaki gajah semakin mendekat padanya, semut pun menggigitnya. Gajah yang bertubuh besar itu sampai bergulung-gulung kesakitan. Tak disangka semut yang kecil bisa memberikan pelajaran kepada gajah yang besar untuk tidak usil lagi.
Berharapnya dia akan berhenti berbuat usil juga, tapi dia lebih teringat dialog saat gajah keaakitan dan bilang "auw". Keusilannya masih berlanjut. Yaaahh... Ibu mesti sabar untuk terus mengingatkan.
Tentang proses selama dongeng, saya harus atraktif untuk mendapatkan perhatiannya. Kalau mengikuti kaidah bahasa saja, dia bakal kabur. Jadi, kalimatnya pendek-pendek sekali dan banyak tekanan di sana-sini. Terpotong-potong karena banyak efek-efeknya. Baru dia mau mendengarkan dan tertawa mencerna dongengnya.
#HariKe1
#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari
Tantangan kali ini adalah mendongeng. Saya merasa kurang mampu kalau harus mendongeng. Karakter saya yang pendiam dan tak pandai merangkai kata (apalagi kata-kata untuk balita) membuat saya minder. Saya terus memikirkannya dan sesekali mereka-reka dan masih gagal. Kemudian tiba di hari H yang membuat saya mau gak mau mencobanya. Dan saya putuskan menyambung-nyambungkan fenomena perilaku anak saya ke dalam cerita (meski gak nyambung).
Tantangan yang berat ketika tidak pandai bercerita dan mesti menunggu waktu yang pas untuk mendongeng. Saya agak tak enak badan, maka saya ajak dia main di kamar saja. Sambil baringan dia bermain. Beberapa kali saya coba memulai cerita, tapi mesti gagal karena dia masih ingin berbicara, main tebak-tebakan, dll. Saya terus menunggu waktu.
Akhir-akhir ini, dia suka usil memainkan kaki ke kepala ibu. Itu sangat tidak saya sukai. Sering ditegur dan malah semakin semangat mengulangi, saya habis akal bagaimana memberikan pemahaman kepadanya. Kali ini saya mencoba bercerita tentang keusilan gajah dan semut (dia suka binatang dan lebih bisa dia bayangkan). Inti ceritanya gajah yang sedang berjalan-jalan melihat semut yang sedangberjalan mencari makan. Tetiba jiwa keusilannya muncul. Karena merasa makhluk yang paling besar, maka dia mencoba menakut-nakuti semut dengan berpura-pura akan menginjaknya. Diluar dugaan, bukannya takut lantas kabur, si semut malah membalas keusilan si gajah dengan tetap bertahan. Saat kaki gajah semakin mendekat padanya, semut pun menggigitnya. Gajah yang bertubuh besar itu sampai bergulung-gulung kesakitan. Tak disangka semut yang kecil bisa memberikan pelajaran kepada gajah yang besar untuk tidak usil lagi.
Berharapnya dia akan berhenti berbuat usil juga, tapi dia lebih teringat dialog saat gajah keaakitan dan bilang "auw". Keusilannya masih berlanjut. Yaaahh... Ibu mesti sabar untuk terus mengingatkan.
Tentang proses selama dongeng, saya harus atraktif untuk mendapatkan perhatiannya. Kalau mengikuti kaidah bahasa saja, dia bakal kabur. Jadi, kalimatnya pendek-pendek sekali dan banyak tekanan di sana-sini. Terpotong-potong karena banyak efek-efeknya. Baru dia mau mendengarkan dan tertawa mencerna dongengnya.
#HariKe1
#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar