Kategori

Selasa, 25 Februari 2020

Berbagi Makanan Kesukaan Teman Kita

Saya membawakan bingkisan kepada beberapa teman, yaitu kepada :

1. Erni
Beliau belajar di keluarga cooking dan menfavoritkan keluarga Ratu Dapur. Sharing tema acak tentang food prep, alat baking, resep-resep, tips penyimpanan makanan dll.

Saya memberikan bingkisan berupa :


2. Farah
Keluarga yg diikuti adalah SENIOR KEBAL (Seni, Olahraga, Kesehatan dan Herbal). Yang menjadi keluarga favorit juga SENIOR KEBAL. yang dipelajari di keluarga ini, yaitu :

  • Home workout dan Olah Raga sunnah
  • Pola makan sehat
  • Mengenal TOGA dan cara meracik obat sederhana.
  • Sehat dengan memulai bergerak.
  • Thibbun Nabawi
Saya memberikan bingkisan berupa :



3. Nuni
Keluarga yang diikuti dan menjadi favorit adalah keluarga Parenting. Pelajaran yang didapat adalah Parenting Nabawiyah, Pembahasan tentang sibling rivalry, dan Sharing testimoni Stifin yg pernah mencoba

Saya memberikan bingkisan berupa link, sbb :

Gemilang di usia belia
Oleh : Ustadz Budi Ashari (Pembina Yayasan Al Fatih dan Pilar Peradaban
Live dari Mesjid Nurul Iman Kantor Telkom Pettarani
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1312735729114439&id=100011340733251

Kesan Berbagi Bingkisan

Berbagi bingkisan seperti ini juga melatih komunikasi saya dengan orang lain yang baru dikenal. Yang memang merupakan kekurang saya, yang sedang saya perbaiki. Saat akan memulai berbagi, saya sudah mengatur niat hanya untuk memberi tanpa berharap timbal balik. Menurut saya penting untuk meluruskan niat di awal. Sehingga bila bingkisan kita tak berbalas, bahkan tak diterima, tidak akan menjadi persoalan.

Akan tetapi, dalam kelas Buncek ini, saya berpikir orang-orang yang masuk di dalamnya adalah orang-orang pilihan. Sehingga, apabila kita memulai kebaikan, maka akan dibalas kebaikan dan keramahan pula. Jadi, selama berbagi saya mendapatkan perasaan keterbukaan dari teman-teman camping ground virtual. Semua menyambut dengan baik, dengan hangat. Saya juga mendapat bingkisan untuk menambah referensi belajar saya. Tentu perasaannya bahagia karena merupakan sesuatu yang tak disangka-sangka. Sikap keterbukaan itu memudahkan saya dalam mengatasi kesulitan berkomunikasi. Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada teman-teman camping ground virtual yang telah meluangkan waktunya untuk saya.

Ringkasan Materi Komunikasi Lansia
Oleh : Rani Warsito (Rasmi WR)

Tips Berkomunikasi dengan Lansia :
1. Ingat jasa-jasa orang tua dulu, dengan sabar merawat sejak kecil
2. Memposisikan diri sebagai orang tua
3. Menganggap orang tua sebagai anak-anak yang perlu dimaklumi
4. Menjadi contoh untuk anak kita dalam merawat orang tua
5. Mencari alternatif kegiatan untuk orang tua
6. Mendengarkan segala keluh kesahnya tanpa menimpali, sejatinya orang tua hanya ingin didengarkan.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 18 Februari 2020

APA KELAS FAVORITMU?

Camping Ground

Saya masih menjadikan kelas komunikasi sebagai kelas favorit karena itu menjadi fokus belajar saya saat ini. Terbukti saya belum pindah dari kelas ini, meski banyak kelas-kelas yang menarik. Terlebih materi di dalam kelas ini luas dan masih harus fokus untuk mencari sub materi yang penting buat saya.

Saya mendapatkan beberapa teman untuk dikenal mengenai apa kelas favorit mereka dan mengapa mereka suka kelas tersebut?

1. HsDewhie
Beliau masih konsisten dan konsent di keluarga agama (baru hari ini masuk keluarga parenting).
Suka dengan keluarga Qurrota a'yun ini karena banyak menemukan ilmu dan wawasan tentang nilai-nilai keislaman sesuai dengan kebutuhan saya. Dan yang dipelajari dalam kelas ini adalah Tazkiatun nafs atau penyucian jiwa dan Tarbiyatul aulad, mendidik anak secara sunnah.

2. Nurul
Beliau berada di dalam keluarga komunikasi dan yang menjadi favorit juga keluarga komunikasi komunikasi. Yang sudah dipelajari adalah mengenai :
  • Indra pendengaran dalam Al Quran
  • Teknik komunikasi berdasarkan Al Quran
  • Komunikasi dengan pasangan
  • Komunikasi dengan lansia (dalam keadaan sedang sakit/tidak)
  • Komunikasi dengan anak (sedang berjalan di pekan ini)

3. Erni
Beliau belajar di keluarga cooking dan menfavoritkan keluarga Ratu Dapur. Sharing tema acak tentang food prep, alat baking, resep-resep, tips penyimpanan makanan dll.

4. Farah
Keluarga yg diikuti adalah SENIOR KEBAL (Seni, Olahraga, Kesehatan dan Herbal). Yang menjadi keluarga favorit juga SENIOR KEBAL. yang dipelajari di keluarga ini, yaitu :

  • Home workout dan Olah Raga sunnah
  • Pola makan sehat
  • Mengenal TOGA dan cara meracik obat sederhana.
  • Sehat dengan memulai bergerak.
  • Thibbun Nabawi

5. Himmah
Beliau mengikuti dan menjadikan favorit keluarga PortA (Portofolio Anak) karena belum melihat-lihat kelas lainnya. yang dipelajari selama ini, yaitu :

  • Tahap perkembangan denver
  • KPSP
  • Icip icip portofolio keimanan anak
  • Portofolio bakat anak
  • Portofolio hasil karya anak
  • Portofolio tumbuh kembang anak.

6. Ni'mah
Keluarga yang diikuti dan menjadi favorit adalah KeFin (Keluarga Finansial). Hal itu dikarenakan lebih suka kegiatan di dalam rumah. Pelajaran yang didapat selama ini, sebagai berikut :

  • Perencanaan Keuangan (budget, pencatatan, evaluasi, tujuan)
  • Financial Check Up
  • Dana Darurat
  • Asuransi
  • Instrumen Investasi (obligasi, saham, reksadana, deposito, sukuk, SBN)

7. Rizki Dwi Meisa
Keluarga favoritnya adalah keluarga yang sedang diikuti, yaitu Manajemen Waktu (Uluwatu). Pelajaran yang didapat adalah manajemen waktu dengan kandang waktu sholat, manajemen waktu saat lagi futur (haid atau nifas), dan to do list.

8. Ari
Keluarga yang diikuti dan terfavorit adalah Uluwatu karena merupakan fokus prioritas pada mind map-nya. Yang dipelajarinya adalah mengenai membentuk habbit dengan cara membuat kegiatan prioritas selama 12 pekan.


9. Setiorini
Keluarga yang diikuti adaalah Public Speaking, Sustainable Living, dan Fotografi. Yang menjadi favorit adalah keluarga Public Speaking. Yang dipelajari di keluarga Favorit:
▪Fear of rejection
▪Self Confidence
▪Ice Breaking
▪Podcast
▪Manfaat cue card
▪Teknik piblic speaking untuk anak.

10. Nuni
Keluarga yang diikuti dan menjadi favorit adalah keluarga Parenting. Pelajaran yang didapat adalah Parenting Nabawiyah, Pembahasan tentang sibling rivalry, dan Sharing testimoni Stifin yg pernah mencoba

11. Melinda Selviana.

Keluarga yang diikuti dan menjadi favorit adalah keluarga 24 Hours School. Keluarga yang bercerita segala hal tentang Homeschooling. Yang dipelajari adalah banyaknya variabel yang bisa diajarkan kepada anak² walau sekolahnya berupa HS dan tidak disekolah formal. Bagaimana setiap kegiatan terasa menyenangkan bila dijalani sesuai minat masing² anak. Juga kebahagiaan mereka karena bisa memiliki banyaaaak waktu luang dalam mengerjakan hal favorit mereka, terutama kakak Hani yang lagi seneng banget bikin maket² ruangan dan rumah.

12. Renny
Keluarga yang diikuti yaitu keluarga Manajemen Ruhiyah & Ibadah, Homeschooling, Portofolio anak, Manajemen rumah(beberes), Driving. Yang menjadi favorit adalah Manajemen Ruhiyah & Ibadah Yang dipelajari berupa :
▪Tazkiyatun Nafs
▪Siroh Nabawiyah
▪Islamic Parenting
▪Revive Your Heart by: Nourman Ali Khan
▪Manajemen waktu


Keluarga Paling Populer
Dari 13 responden (termasuk diri saya sendiri), maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
keluarga komunikasi : 2 orang
keluarga agama : 1 orang
keluarga cooking : 1 orang
keluarga SENIOR KEBAL : 1 orang
keluarga port A : 1 orang
keluarga KeFin : 1 orang
keluarga Uluwatu : 2 orang
keluarga public speaking : 1 orang
keluarga parenting : 1 orang
keluarga 24 Hs : 1 orang
keluarga Manajemen Ruhiyah & Ibadah : 1 orang
Dari daftar tersebut dapat dilihat tak ada keluarga yang sangat menonjol karena memang pilihannya terlalu banyak dan respondennya terlalu sedikit. Maka, dari daftar tersebut yang terfavorit adalah keluarga komunikasi dan manajemen waktu. Mungkin bisa juga pemilihan terfavorit diambil dari jumlah anggota WAG-nya.

Grafik Keluarga Terfavorit




#janganlupabahagia
#jurnalminggu5
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 11 Februari 2020

Review GoLive


Komunikasi dengan Pasangan

Komunikasi itu bisa menyampaikan pesan dan pesan dapat diterima, sehingga goals-nya understanding. Dengan mengusung semangat Institut Ibu Profesinal "bersungguh-sungguh di dalam, maka akan keluar dengan kesungguhan", maka pondasi komunikasi adalah komunikasi dengan pasangan. Jadi, bila ada masalah dalam berkomunikasi, maka benahi dulu komunikasi dalam keluarga.

Apabila terjadi masalah dalam berkomunikasi dengan pasangan, maka akan menghalangi kesatuan persepsi terhadap value, visi, dan misi keluarga. Maka, perlu adanya perbaikan dalam berkomunikasi dengan pasangan. Perbaikan komunikasi dengan pasangan dapat dilakukan dengan panduan Mang EEF (Efisien, Efektif, dan Produktif). Penjabaran Mang EEF adalah sebagai berikut :

Efisiensi berkaitan dengan waktu dan tenaga. Lakukan komunikasi yang hemat, tak membuang waktu dan tenaga. Sehingga diperlukan teknik "gigit lidah". Pintar dalam mengendalikan lisan. Efektif berkaitan dengan hasil. Agar mendapatkan hasil yang diinginkan, maka bahasa dan cara penyampaian pesan dapat dipahami dengan mudah. Sedangkan, produktif berkaitan dengan kontinuitas. Komunikasi itu tak terbatas waktu, akan terus berlanjut. Jadi, ketika komunikasi mengalami kendala, maka terus perbaiki cara berkomunikasinya.

Tips Komunikasi dengan Pasangan Ala Kakak Yani

1. Clear and Clarify
Cara berkomunikasi secara Clear dapat diciptakan dengan metode KISS (Keep Information Short and Simple). Sedangkan, Clarify berarti berkomunikasilah dengan tak menggunakan asumsi. Asumsi dekat hubungannya dengan su'udzon.
2. Empati
Jadilah pendengar yang baik.
3. Fleksibel
Fleksibel berkaitan dengan situasi dan kondisi. Berkomunikasilah dengan memperhatikan situasi dan kondisi pasangan. Akan lebih baik bila meluangkan waktu khusus untuk berbicara dan bepergian berdua.
4. Body language,
Verbal hanya memegang peranan 7% dalam komunikasi. Sedangkan, 93% dipengaruhi oleh non verbal yaitu body language dan notasi. Maka, berkomunikasilah dengan gestur yang baik, seperti menatap pasangan, memasang muka yang enak dilihat, dll.
5. Hindari evaluasi, tapi perbanyak apresiasi
6. 3 Mantra Ajaib (Terimakasih, Minta Tolong, Mohon Maaf )
Kuncinya adalah fokus solusi, mengatakan apa yang diinginkan, dan selalu fokus pada masa depan (tidak mengungkit kejadian yang lalu).
7. Lakukan

Pengalaman Pribadi Komunikasi dengan Pasangan

Komunikasi ringan bisa kapan saja diungkapkan. Akan tetapi, komunikasi yang genting, dalam artian membutuhkan perhatian yang serius berkaitan dengan sesuatu hal, mestinya perlu diungkapkan dengan hati-hati. Hal itu agar terjadi win-win solution terhadap suatu masalah. Kedua belah pihak sepakat dengan penuh keikhlasan.

Saat ini saya belajar mengendalikan diri dalam berkomunikasi, agar tidak timbul lagi diri saya yang suka ngambek. Karena kami LDM, maka waktu untuk komunikasi serius secara langsung tak banyak pilihan waktu. Saya ambil waktu komunikasi saat kami lega. Saat suami baru datang, saya akan menyilahkan beliau beristirahat dan menawarkan minuman. Saya akan menunggu sampai suami beranjak dengan kegiatan lain, berarti sudah cukup istirahatnya. Bisa langsung minta waktu sebentar. Terkadang dilakukan sambil jalan, sambil makan, sambil-sambil kegiatan santai lainnya. Sekali lagi, hal itu karena terbatasnya waktu.

Yang paling penting, saya mengontrol emosi. Karena saya lebih emosian daripada suami. Jadi, apa yang ingin disampaikan ditahan lebih lama di hati sampai bisa saya ungkapkan dengan kontrol, tak lepas begitu saja. Sesantai-santainya suami menghadapi emosi saya, tapi beliau juga punya perasaan dan harga diri yang perlu dijaga. Mengenai harga diri, saya pernah baca kalau suami juga ingin mempertahankan harga dirinya sebagai pemimpin. Itu yang membuat saya sedikit demi sedikit mengurangi dominasi saya di dalam keluarga. Tak seenaknya mengatur keluarga menurut versi saya, tapi mestinya versi kami. Meski saya sering berbagi ilmu parenting kepada beliau, tapi tak ingin kalau beliau menuruti begitu saja. Ingin dijadikan referensi dalam berdiskusi untuk membuat versi keluarga kami.

Pengurangan dominasi ini juga terjadi saat mengambil keputusan. Meski kadang tak sreg dengan keputusan suami, saya mencoba menjalani. Karena pengambil keputusan tetap suami dan saya berperan dalam memberikan masukan. Ketika keputusan dijalankan dan hasil tak sesuai dengan harapan, maka kami berkomunikasi lagi, berdiskusi lagi, dan keputusan tetap di tangan suami.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 04 Februari 2020

Temukan Keluargamu

Pengalaman Mencari dan Menemukan Keluarga Kita 
Saat diumumkan untuk mencari keluarga, di grup HIMA langsung diminta membuat daftar prioritas apa yang paling ingin dipelajari. Dan saya membuat daftar urutan yang paling penting dan mendesak. Karena saat membuat jurnal ulat-ulat yang pertama saya sudah memikirkan bahwa yang paling penting dan mendesak adalah tentang komunikasi, maka saya akan meneruskan untuk memilih keluarga komunikasi. Dari daftar keluarga, saya langsung menemukan keluarga komunikasi dan sudah pasti langsung gabung. Daftar jadi anggota keluarga.

Yang Dibicarakan di family gathering 
Nama Keluarga : 
K3B (Kita Keluarga Komunikasi Bahagia)
Cara teman2 belajar :
Sepertinya cara belajar antar anggota keluarga sama yaitu mencari referensi dari berbagai sumber dan dipraktekan. Lalu mengevaluasinya apa sudah sesuai, apa tidak sesuai, apa butuh modifikasi, dll.
Makanan Utama :
Banyak sekali sumber ilmu yang saling dibagikan oleh anggota baik dari website, youtube, medsos, bahkan pengalaman pribadi. Ada pula yang sudah mempraktekan dan menceritakan dari awal (mencari referensi) sampai sukses mempraktekan.
Saking banyaknya ilmu yang tersaji, saya belum khatam membaca semuanya. Yang dapat saya tarik kesimpulan dari sekian banyak percakapan adalah bahwa ilmu komunikasi itu sangat amat luas. Agar tak tenggelam oleh ilmu komunikasi, maka perlu membuat prioritas komunikasi yang seperti apa yang diinginkan. Dalam artian orang yang ingin diajak komunikasi. Apa diri sendiri, pasangan, anak (bayi, batita, balita, aqil baligh, dewasa), orang tua, mertua, orang lain, dll. 
Dan setelah instropeksi diri saya butuh ilmu komunikasi dengan orang lain. Bukan berarti dengan keluarga tidak penting, tapi saya merasa komunikasi dengan orang lain itu nilainya sangat parah. Masih mending dengan keluarga.

Go Live
Tak lama setelah penawaran Go Live, mbak Yani langsung mengajukan diri. Keren. Saya tidak PD kalau harus terpampang muka dilihat banyak orang. Vcall dengan suami saja jarang. Saya lebih suka mendengar. Ibarat lebih suka mendengarkan radio daripada melihat video clip. Lebih fokus pada bahasan. Saya suka salfok kalau lihat video. Begitu pula saat materi di Buncek ini. Saya hanya mendengar, jarang melihat karena bakal salfok dengan yang lain-lain, sehingga tak fokus menerima materi.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional