Kategori

Sabtu, 23 Februari 2019

Menstimulus Matematika Logis

Hari ke - 10

Meronce Berpola

Hari ini persiapan permainan untuk menstimulus matematika logis lumayan ekspres. Sudah lama dibayangkan tapi baru saja melaksanakan. Seperti daripada yang diangan-angankan sia-sia tak kunjung dilaksanakan, lebih baik dilaksanakan seadanya. Tapi, semoga tetap optimal efeknya.


Baca tentang pola itu termasuk menstimulus matematika logis. Seperti, menyusun sesuatu dengan pola tertentu, seperti selang seling. Mikir-mikir gak punya benda yang bisa dijadikan permainan berpola. Terus baca ada meronce bisa meningkatkan konsentrasi. Hmmm...akhirnya digabung saja. Saya sengaja tidak membuang sedotan bekas pakai, dicuci, dan disimpan. Niatnya ingin membuat mainan anak dengan sedotan. Yah, kebetulan dimanfaatkan saja sekarang.

Sedotan dipilih yang warnanya sama. 2 sedotan bergaris biru dan 2 sedotan bergaris merah. Bagusnya kalau warnanya tajam, jadi anak gak bingung bedainnya. Inginnya meronce seperti kebanyakan (pakai benang) tapi anak masih terlalu kecil untuk hal senjlimet ini, jadilah pakai tusuk sate bekas. Ibu ajari meronce sedotan selang seling (biru merah dst). 

Dikerjakan 3 tusuk saja. Dan dia mulai tidak konsen. Menjaga mood bermain itu penting ya biar dia tidak putus asa dan berakhir rewel.



#harike10
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic 

Menstimulus Matematika Logis

Hari ke - 9

Mengenal Geometri

Persiapannya sudah dari sebelum mulai tantangan, tapi baru bisa dieksekusi. Mempersiapkan berbagai bentuk geometri, seperti lingkaran, segiempat, dan lingkaran. Namun, yang sempat digunakan hanya segitiga dan segiempat. Jadi, mengenalkan geometri bersudut saja.

Spontan juga dimainkan karena melihat dia sudah asyik main dari yang kemarin lemes tiduran saja. Permainannya sederhana saja. Cuma menyiapkan 2 wadah dan berbagai bentuk segitiga dan segiempat warna/i. Tidak sewarna dan tidak seukuran, tujuannya sekalian mengenal warna dan mengenal ukuran, tapi tetap sama bentuk. Mulai deh main dengan memisahkan 2 bentuk tadi. Berhasil hanya sekejap, maklum tingkat konsentrasi memang masih pendek ya. Jadi tak masalah, yang penting sudah distimulus dan dia merasa senang. Apalagi sesi bebas. Hahaha...bahan permainan diremas-remas.

Tetap apresiasi apapun hasilnya. Kalau saya biasanya memberi tepuk tangan kalau dia bisa menyelesaikan sesuatu.



#harike9
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs


#ThinkLogic 

Kamis, 21 Februari 2019

Menstimulus Matematika Logis

Hari Ke - 8

Menakar

Hari ini dia mandi pakai bak, agak gak enak badan, biar relaks. Ibu ajak mandi gak mau. Pas lihat ibu nyiapin bak, ekspresinya antara mau dan gak. Mendekat dan tahu itu air hangat, mulai bersemangat deh. Tambah semangat waktu ibu memberikan gelas platik. Dia bersemangat mandi, beda banget sama sebelumnya yang lesu. Tak lupa sisipkan stimulus matematika logis. 

Menakar dengan cairan. Main tuang-tuangan. Dia ambil air dengan gayung lalu memenuhi gelas pastiknya. Setelah penuh dituang ke badan. Mandi deh. Begitu seterusnya. Satu aktifitas bisa beberpa manfaat lah. Dan yang penting dia riang. Sesederhana itu juga suatu proses belajar. Stimulus kemandiriannya pun juga didapat. Bisa mandi sendiri.

#harike8
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic 

Rabu, 20 Februari 2019

Menstimulus Matematika Logis

Hari ke - 7


Berhitung

Pagi-pagi sudah menstimulus matematika logis. Memang kapan saja dan di mana saja ya kan. Pagi-pagi bocah bongkar belanjaan dan menemukan apel. Langsung deh ibu mengajak berhitung. Ayo, hitung nak ada berapa apelnya. Dia mengeluarkan apel dan kami berhitung. Saat di tangan ada satu apel, ibu bilang satu. Saat dia pegang keduanya, ibu bilang dua. Dan jumlah apelnya ada 2. Dia angkat deh kedua apelnya.

Jelaskan juga warna, rasa, bentuknya dll.




#harike7
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic 

Menstimulus Matematika Logis

Hari ke -6


Menakar

Menakar itu kegiatan yang penting dalam kehidupan sehari-hari ya. Dari menakar resep, nimbang belanjaan, sampai merencanakan pengeluaran juga termasuk menakar. Luas ya.

Nah, kalau lihat wadah nganggur gini, biasanya kalau gak dibikin topi ya buat menampung semua benda yang ada di sekitarnya. Kali ini untuk menampung mainannya. Balok-balok yang berserakan dikumpulkan dalam wadah. Semua balok, sampai yang berhamburan di kolong-kolong dia ambil untuk dimasukan wadah. Dimasukan terus semua barang sampai penuh. Terkadang malah sampai mobil-mobilan yang ukurannya lebih besar dari wadah juga dimasukkan. Lalu dikeluarkan lagi karena mungkin dia berpikir gak muat wadahnya.

Salah satu contoh kegiatan menakar. Gak cuma untuk cairan saja ya. 
 
#harike6
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic 

Menstimulus Matematika Logis

Hari ke -5


Sebab - Akibat

Memecahkan suatu masalah itu juga termasuk matematika logis. Seperti hubungan sebab-akibat, kalau di pelajaran matematika itu yang sering disimbolkan dengan p, q, r dst.

Nah, dia juga berkutat di hubungan sebab-akibat. Ceritanya ibu ingin main petik rambutan (lagi musim). Ibu buat gumpalan kertas bekas dan menempelnya di pintu. Nah, dia ikutan mempersiapkan permainannya. Ketika menempel kertas ke pintu, jatuh terus kertasnya. Terus berulang. Melihatnya berulang kali mengambil kertas, menempel, jatuh, ibu memberitahukannya bahwa dia kurang kuat menempelkan kertasnya. Lalu dia menirukan ibu yang menempel kertas kuat-kuat dengan ekspresif dan suara seperti berusaha keras. haha... terkadang ekspresi atau mimik muka lebih mudah dimengerti daripada kata-kata. Dan dia pun berhasil menempel kertas agar tak jatuh-jatuh. 

Dia belajar hubungan sebab-akibat di sini. Bahwa sebab kertas jatuh-jatuh terus saat ditempel ternyata kurang kuat.



#harike5
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic 

Menstimulus Matematika Logis

Hari ke - 4


Memilah


Ketika melihatnya bermain bawang, muncul ide untuk menambahkan stimulus buatan padanya. Stimulus alaminya, dia masukan semua bawang ke dalam wadah. Buatan karena ibu ikut campur. Itu cuma sekadar istilah saya. Karena saya amati sebenarnya secara tak sadar dia menstimulus dirinya sendiri dengan permainan yang ia buat.

Jadi, stimulus matematika logis kali ini dengan memisahkan bawang-bawangan yang telah tercampur dan mengelompokan sesuai jenis atau warnanya. Intinya, saya minta dia untuk meletakan bawang merah ke wadah biru/kecil dan bawang putih ke wadah hijau/besar (bagus lagi kalau wadahnya sama dengan warna benda).

Awalnya saya beri contoh dan kemudian mempersilahkan dia melakukan. Gagal. Ulang lagi. Gagal. Ulang lagi. Setiap kali gagal dijelaskan lagi aturan mainnya sampai dia mengerti. Dan lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya. Yah, itulah proses. Dan dia hambur bawang-bawangnya. Baiklah, saatnya jam bebas.

Tak perlu memaksa dalam menstimulus karena sama seperti kita, dia juga bisa frustasi.

Permainan ini seperti union, irisan, dll kalau di pelajaran matematika ya. 



#harike4
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic 

Menstimulus Matematika Logis

Hari ke -3


Mengenal Geometri


Masih keingetan sate sepertinya. Dia memainkan pazzle lingkarannya dengan cara menyusun di garis lantai, selayaknya sate. Kalau sebelumnya menusukan tusuk sate bekas ke balok, kali ini menyusun pazzle bebaris mengikuti garis lantai. 

Ibu pun mengenalkan bentuk geometri lingkaran beserta warnanya.




#harike3
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic 

Bahan Bacaan :

http://pkgpaudjatinangor.blogspot.com/2013/12/melatih-kecerdasan-logika-matematika.html

Menstimulus Matematika Logis

Hari ke - 2


Real to Consept


Anak saya sedang suka membuat sate-satean. Terinspirasi dari melihat penjual sate. Ada tusukan sate bekas di rumah. Dia ambil dan dia tusukan ke balok. Jadilah sate, dia bariskan selayaknya sate. Tak lupa dikipas dengan tangan. Ibu pun disuruhnya mengipas. 


#harike2
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic 

Menstimulus Matematika Logis

Hari ke - 1

Setelah dibaca-baca materi tentang matematika logis ini banyak sekali ya. Matematika logis tidak melulu berkutat dengan perhitungan matematika. Matematika logis mencakup keterkaitan dengan angka, pola, sebab-akibat, dan masih banyak lagi. Matematika logis ini perlu dikenalkan sejak dini agar logika anak jalan sesuai masa tumbuh kembangnya. Pun melatih meningkatkan konsentrasinya.

Saya baru sadar ternyata yang selama ini dilakukan anak saat bermain sehari-hari termasuk kategori matematika logis. Ketika dia menyusun balok, menyeragamkan posisi mainan transportasinya, menunjuk-nunjuk (berhitung) objek yang sama, memasukan benda-benda ke wadah, dll. Namun, selama ini kurang terarah karena hanya menganggap itu semua kegiatan bermain bukan menstimulus. Jadi, tidak ada persiapa dan target yang diraih, semua bebas begitu saja.

Berhitung

Stimulus yang paling sering dilakukan adalah berhitung. Meski belum bisa berhitung dengan mengucapkan angka-angka, tapi dia semangat berhitung dengan nunjuk-nunjuk dan ibu yang mengucapkan angkanya. Dulu saya melakukan stimulus ini untuk menstimulasi bicaranya. Karena kekhawatiran dia belum bisa mengucapkan sekian kata. Namun, sekarang lebih dari itu. Juga menyiapkan kecerdasan matematika logisnya.

Setiap ada kesempatan selalu mengajak dia berhitung. Ketika membaca buku, terdapat kelompok burung, saya minta dia berhitung, mulailah dia tunjuk-tunjuk. Ketika lihat ikan di kantor, berhitung. Ketika lihat iringan truk di jalan, berhitung. Ketika lihat maskot ikan todak di siring, berhitung. Bahkan terkadang dia tunjuk-tunjuk dan ibu taunya dia tanya itu apa. Ibu jawab nama bendanya dan dia ngotot masih tunjuk-tunjuk. Ooooo... Dia minta dihitungkan benda itu.


#harike1
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic 

  Sumber bacaan :

http://www.materibelajar.id/2016/11/pengertian-kecerdasan-logis-matematis.html?m=1

Jumat, 01 Februari 2019

Aliran Rasa Tantangan 10 Hari Level 5 "Menstimulasi Anak Suka Membaca"

M E M B A C A

Menurut Saya, membaca merupakan hal yang penting. Banyak manfaat yang didapat dari membaca. Membaca berpengaruh pada alur berbicara dan menulis seseorang. Semakin banyak bahan bacaan, semakin beragam kosakatanya. Hal itu yang memengaruhi gaya bicara dan tulisan seseorang. 

Gak Nyambung?
 
Pernahkah menemui orang yang sedang bergurau dan orang yang diajak bergurau tidak mengerti? Hal itu dapat dipengaruhi dengan latar belakang masing-masing, dalam artian tingkat kesukaan membacanya berbeda. Membaca di sini untuk topik yang sedang dijadikan bahan gurauan. Yang bergurau telah banyak membaca tentang topik, sehingga dapat melontarkan gurauan dengan memakai bahasa kiasan, tidak lugas. Sedangkan yang diajak bergurau hanya mengetahui kulit luar tentang bahan gurauan, sehingga membutuhkan penerjemah untuk bisa mengerti.

Apa Manfaat Membaca Bagi Anak?

Untuk anak, penting sekali kegiatan membaca ini, terutama membaca dengan orang tua. Ada efek jangka pendek, menengah, dan panjangnya. Efek jangka pendeknya adalah hal yang dapat dirasakan sekarang juga. Seperti, kedekatan anak dan orang tuanya. Lihatlah, dengan terbiasa membaca bersama, anak langsung tahu kapan waktunya meski belum mengerti fungsi jam dinding. Anak langsung memilih bacaannya dan menyodorkan pada orang tuanya tepat di jam membaca bersama. Hanya dalam waktu singkat anak mencintai kegiatan membaca. Lebih mudah menstimulasi anak-anak suka membaca daripada orang tua, maka mumpung masih anak-anak terus stimulasi, hanya butuh waktu sebentar saja. Memang tak ada kata terlambat dalam belajar, tapi kalau bisa dipermudah, mengapa mempersulit diri. Daripada saat usia sekolah ibu-ibu masih ngomel sampai berbusa untuk membuat anak belajar, kenapa tidak meluangkan waktu saat ini dan santai kemudian.

Jangka menengahnya, anak-anak akan kaya perbendaharaan kata, sehingga dia dapat mendiskripsikan perasaannya dengan detil, sehingga orang tua mudah mengerti apa yang dirasakan anaknya. Kalau sudah begitu, tidak ada lagi label anak susah diatur, anak nakal, anak bandel, dll. 

Lebih jauh lagi, jangka panjangnya anak menjadi sebuah paket komplit. Anak menjadi pendengar yang baik, pembicara yang baik, dan penulis yang baik. Karena dalam kegiatan membaca terdapat kegiatan mendengarkan. Agar mengerti cerita yang sedang dibacakan, anak mesti menahan diri dengan menjadi pendengar yang baik. Untuk anak yang lebih besar dapat diberikan pertanyaan-pertanyaan terkait cerita. Hal itu terus dibiasakan, anak akan otomatis bisa menjadi pendengar yang baik. Tidak seenaknya memotong pembicaraan orang lain.

Pembicara yang baik tentu hasil dari berpikir terlabih dahulu sebelum bicara, tidak asal bicara. Banyak membaca memberikan wawasan yang luas dengan sudut pandang yang beragam. Membuat otak semakin tajam menganalisis dan dapat memproduksi kata-kata berkualitas melalui lisan. Sehingga, mengurangi apa yang disebut dengan keceplosan, menyinggung perasaan orang, dll.

Menulis bukan perkara yang mudah, perlu latihan yang berkesinambungan. Sama halnya dengan menggambar, semakin sering menggambar, hasilnya akan semakin halus. Semakin sering menulis, maka hasilnya semakin enak tulisan itu dibaca. Ukurannya adalah ketika pembaca suka membaca tulisan itu tak peduli sesingkat atau sepanjang apapun tulisan itu. Untuk mendapat tulisan seperti itu, seseorang harus membaca. Kenapa? Karena semakin sering membaca, semakin mengalir apa yang kita tulis. Tak kehabisan kata untuk mengungkapkan gagasan.

Jadi, semua tahap perkembangan yang orang tua inginkan dari anaknya berawal dari membaca, maka lakukan kegiatan membaca bersama sesering mungkin. Bersama, agar kita tahu apa bacaan anak, agar kita dapat mengarahkan, agar kita dapat mengontrol, dan terpenting agar kita ada disetiap tahapan perkembangannya.

Hasil Pengamatan

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan ketika melihat anak-anak bermain, sebenarnya anak-anak itu pada dasarnya suka pada kegiatan membaca. Pengalaman pribadi ketika mengalami keterbatasan literasi anak, saya tetap suka melihat ibu saya membaca koran. Setelah koran itu nganggur, saya membacanya dan suka mengisi TTS. Dan kemudian ketika punya uang yang cukup untuk membeli koran tipis, saya pun pergi ke rumah tetangga (loper koran). Ketika tau saya yang ingin baca koran, beliau menyarankan untuk membeli majalah bobo saja. Uang tak cukup, tapi rasa ingin membaca itu membuat saya berkeliling rumah mengumpulkan recehan. Berdua, dengan sepupu saya, akhirnya dapat membeli majalah bobo pertama. Itu luar biasa rasanya dan suka sekali membacanya. Sehingga, tiap minggunya selalu berhemat, menyisihkan uang untuk membeli bacaan anak-anak sendiri.

Pun saya lihat teman-teman anak saya kalau main ke rumah, mereka senang memegang buku-buku yang ada. Yang belum bisa baca suka membuka-buka dan melihat gambarnya. yang sudah bisa baca, meski terbata terus membaca ceritanya. Saya pikir anak-anak pada dasarnya memang sudah suka membaca, cuma kita sebagai orang tua terkadang tidak memberi fasilitas untuk mendukungnya. Tak punya uang, saya rasa bukan suatu alasan karena saat ini banyak sekali yang menawarkan buku-buku gratis pinjam, seperti perpustakaan, rumah pintar, dll. Terkadang orang tua lebih memilih memberikan gadget daripada literasi anak. Kebiasaan ini yang pada akhirnya membunuh kegemaran membaca anak secara perlahan-lahan. Hingga akhirnya saat anak diwajibkan banyak membaca di usia sekolah, si anak pun tak berselera. Dan kalau sudah begini orang tau putus asa dan melabeli anaknya macam-macam. Semakin lama, tak dapat dipungkiri permasalahan akan semakin komplek. Semoga tak terjadi pada keluarga kita. Aamiin. Mumpung belum rumit situasinya, maka mari meng-update dan meng-upgrade diri bersama keluarga dengan berawal dari kebiasaan membaca.
 
Mari Perkaya Literasi!