Kategori

Jumat, 30 November 2018

Tantangan 10 Hari Game Level 4 "Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar"

Memahami Gaya Belajar Anak Hari Ke - 2

Belajar Bicara

Di usianya yang sekarang (1 tahun 7 bulan), Atthar masih kurang perbendaharaan katanya. Di saat anak-anak lain suka menirukan ucapan orang lain, dia justru diam saja atau malah tertawa melihat orang memberikan tekanan pada kata untuk diikutinya. Ini merupakan tantangan tersendiri untuk menstimulasi, tentu dibarengi dengan doa.

Ibu tetap mengejakan kata-kata, entah Atthar mau meniru atau tidak (auditory). Harapannya agar kata melekat di dirinya, sehingga dapat muncul dengan sendirinya.

Ibu juga sering menggunakan media gambar, baik yang ada di buku, baju, atau hp (visual). Beberapa bisa diucapkan dan seringnya ditunjuk-tunjuk minta ibu yang mengucapkan. Bila ibu bilang gambar mobil mana, dia akan menunjukan gambar mobil di bajunya.

Untuk kinestetik, ibu memberikan stimulasi belajar berupa mengerjakan langsung suatu hal. Misalnya, ketika dia minta minum dari botol, dia akan meminta dibukakan dengan kata bu...ka (diputus pengucapannya, lebih mirip orang Jepang dengan kata patah-patahnya). Ibu akan membantu membuka tutup botol dengan mengulangi kata buka, serta Atthar yang mau menirukan.

#harike2
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunsayIIP

Kamis, 29 November 2018

Tantangan 10 Hari Game Level 4 "Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar"


Memahami Gaya Belajar Anak Hari Ke - 1

Dengan memahami gaya belajar anak, diharapkan anak dapat menyerap ilmu secara optimal. Berbeda dengan di sekolah pada umumnya yang menseragamkan gaya belajar pada siswanya, maka di rumah orang tua dapat membantu memudahkan anak dalam belajar dengan memahami gaya belajar masing-masing anak. Sehingga, tidak ada lagi labeling (bai negatif maupun positif) pada seorang anak. Semua anak istimewa, maka tentulah berbeda-beda dalam menangkap sesuatu yang sama.

Pada materi level 4 mengenai memahami gaya belajar ini, terdapat 3 modalitas belajar anak, yaitu :

1. Visual

Senang dengan gambar-gambar, belajar dengan membuat sketsa, grafik, mencatat kembali, menempel post it, memberi highlight pada buku, dll.
    
2. Auditory

Segala yang berhubungan dengan audio. Semisal, belajar dengan melantunkan yang sedang dipelajari, belajar dengan mendengarkan, tertarik dengan bebunyian, membaca dengan dibaca keras-keras, dll.

3. Kinestetik

Mempraktekan langsung apa yang sedang dipelajari. Belajar dengan observasi lingkungan, belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan badan, belajar sambil bermain, dll.

Setiap anak dapat memiliki 1 atau lebih dari ketiga gaya belajar tersebut. Bisa untuk mempelajari sesuatu, senang dengan gaya bahasa visual, tapi untuk sesuatu yang laing senang dengan gaya kinestetik. Maka, tiap pembimbing harus jeli manangkap sinar mata si anak dan bersabar untuk menemukan gaya belajar mana yang cocok. Seperti pada film Bollywood "Taare Zameen Par", ternyata si anak tidak bodoh, dia hanya berbeda dari kebanyakan anak dalam gaya belajar.

Nah, karena nak masih 1 tahun 7 bulan, maka saya mesti menstimulasi dengan berbagai macam cara dan mengamati dengan seksama gaya belajar mana yang dia merasa nyaman dan cepat menyerap pelajarannya. Tantangannya adalah dia belum bisa diajak berdialog dengan jelas seperti anak yang sudah besar, dapat langsung protes kalau dia tidak suka atau tidak nyaman dengan gaya belajar yang ditentukan. Dan sebaliknya dapat langsung berpendapat seperti apa gaya belajarnya. Tantangan berikutnya, suatu pelajaran mesti diulang sampai tak terhingga dengan akhir membentuk kebiasaan baik. Perlu kesabaran untuk itu. 

Oya, meski anak telah nyaman dengan suatu gaya belajar, kita dapat mengenalkan gaya belajar lainnya, agar si anak kaya wawasan dan dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan dalam belajar. Contoh, ketika anak suka belajar dengan situasi yang tenang, dengan kita mengenalkan gaya belajar yang ribut, diharapkan dia dapat belajar dengan baik dalam situasi apapun.

****

Hari pertama tantangan ini, saya mengambil kegiatan menyayangi kucing. Ya, akhir-akhir ini anak saya sering gemes dengan kucing (yang sedang sakit kakinya, sehingga pasrah dianiaya anak saya). Ketika sedang main dengan kucing, dia tarik-tarik, pukul-pukul si kucing. Saya tentu memperingatkan agar tidak bermain dengan kasar. Mulai lah saya menggunakan gaya belajar auditory. Untuk kasus kucing ini, sepertinya tidak mempan dengan gaya itu. Kadang dia berhenti sejenak, tapi kemudian kembali bertingkah sama, terkadang malah tidak dihiarukan.

Berlanjut dengan gaya visual, saya memperagakan bagaimana menyayangi binatang. Dengan memberi kucing makan, dan hanya menonton saat kucing makan (tidak mengganggu), dan mengelus badannya (tanpa mencekeram). Lalu saya minta dia mengulangi apa yang saya lakuakan. Dia mau melakukan, tapi masih kasar.

Selanjutnya, saya bimbing tangannya untuk mengelus dengan lembut kucing. Ditimpali dengan menerangkan apa yang kucing rasakan dan seperti apa seharusnya bersikap dengan kucin, dll. Saya menggunakan gaya belajar kinestetik. Dan terkadang mencampurnya. Terus berulang. 

dan dalam kasus ini, dia lebih menerima dengan kinestetik. Saya pikir untuk anak sekecil dia perlu distimulus dengan bertahap (auditory > visual > kinestetik). Sehingga dia benar-benar paham apa yang kita maksud bila kejadian yang sama terjadi. Dia langsung mengerti ketika menggunakan auditory (paling singkat waktunya dalam memberikan intruksi).


#harike1
#Tantangan10hari 
#GameLevel4 
#GayaBelajarAnak 
#kuliahBunSayIIP

Jumat, 23 November 2018

Aliran Rasa Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"

Pada materi Bunsay, terdapat 4 kecerdasan yang perlu distimulasikan kepada anak. Keempat kecerdasan itu adalah sebagai berikut :

Kecerdasan Intelektual
> Membangkitkan logika dasar dan nalar
> Mengasah rasa ingin tahu (intellectual curiosity)
> Memahami ekspresi bahasa ibu
> Belajar bersama alam
> Memiliki imaji positif tentang alam dan kehidupan serta proses belajar

Kecerdasan Emosional
> Mengenal perasaannya sendiri sewaktu emosi itu muncul, seperti senang, 
   bahagia, sedih, marah, benci, dan sebagainya

Kecerdasan Spiritual
> Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah
> Mengenal ciptaan Allah
> Membangkitkan kesadaran Allah sebagai pengasih dan penyayang, 
   sebagai pencipta, pemberi rejeki

Kecerdasan Menghadapi Tantangan (Adversity Quetiont)
> Anak mampu mengontrol dirinya
> Bisa menerima jika tidak semua permintaan dikabulkan

Tantangan level 3 merupakan tantangan meningkatkan kecerdasan anak yang difasilitasi dengan membuat family project. Untuk anak yang sudah besar bisa membuatnya dengan berdiskusi bersama orang tua dan dijalankan sesuai kesepakatan. Untuk anak yang lebih kecil, saya pribadi menentukan sendiri family project dengan mengamati keseharian anak (apa yang sering dia lakukan). Dari pengamatan itu, saya koneksikan dengan keempat kecerdasan tadi. Dan saya menyimpulkan setiap aktifitas yang anak lakukan itu melibatkan lebih dari 1 kecerdasan. Jadi, ketika memilih salah satu kecerdasan yang akan ditingkatkan, dapat pula menarik kecerdasan lainnya. 

Judul family project yang saya buat untuk anak saya (1,5 tahun) adalah BERMAIN PERAN. Kenapa? karena Atthar sedang mengeksplorasi sekitarnya selayaknya berbagai profesi (menurut saya karena Atthar juga belum mengerti arti profesi). Contohnya, saat dia menjadi asisten ibu, ibu memeras jeruk dan dia menawarkan untuk membuang kulitnya ke tempat sampah. Atau sebagai pustakawan dengan membereskan buku-buku setelah dimainkan, dll. 

Mungkin hal-hal itu dapat termasuk kecerdasan intelektual. Namun, perlu juga disisipkan kecerdasan lainnya. Ketika dia takut dengan suara hujan, saya mengajak dia untuk melihat hujan, menangkapnya, dan menerangkan proses terjadinya hujan, serta Pencipta hujan. Juga memanfaatkan percikannya untuk mengepel teras dan dia suka mengikuti.

Banyak hal-hal yang membekas selama mengabadikan aktifitasnya berbalut tantangan ini. Tantangan ini lebih membuat saya benar-benar fokus mengamati perilaku anak yang selama ini sedikit terabaikan karena dianggap biasa. Dan saya pun menambah koleksi kenangan saya dalam bentuk tulisan. 

Rabu, 14 November 2018

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak" Hari Ke-7

BERMAIN PERAN

Keasyikan makan, menjadikan makanan berhamburan. Bahkan kalau sudah mau habis, ditengkurepin sekalian mangkoknya. haha, kelakuan Atthar. Melihat makanan yang berantakan reflek dia menunjuk makanan sambil bilang "eh...eh..", nyuruh ibu lihat dan bersihkan. Ibu balas, "iya, sapunya mana nak?disapu kalau kotor.". 

Terkadang tetap duduk di tempat, kalau sudah begitu ibu turun tangan menyapu supaya tak bersemut. Sebentar saja ada remah-remah langsung satu kampung semut datang, mana semut yang kalau gigit meninggalkan sensasi gatal, panas, nyeri gak hilang-hilang. Terkadang juga, langsung bangkit ambil sapu dan nyapu meski kotorannya tak tersapu. haha. Ibu juga yang eksekusi, setidaknya empatinya diasah.

Di bawah sana sudah stand by ayam-ayam yang akan menampung makanan jatuh. Sekalian memberi makan ayam ya nak. Tambah girang Atthar kalau sudah gitu.

Atthar lagi suka bikin menara. Jadi perancang bangun ceritanya. Tutup galon dia buang, digantikan dengan menyusun wadah-wadah bumbu. Awalnya jatuh-jatuh dalam menyusun menara. Tapi, gak langsung putus asa dong. Susun lagi dan taraaaa. Berhasil juga. Sudah pasti girang sangat. Ibu ikut senang melihat ekspresinya. Cekrek dulu. Mumpung dia belum begitu ngerti foto, jadi bisa candid, cuma susah karena anak aktif, mesti cepet, meski kamera gak bisa diajak cepet.

Selain nyusun wadah bumbu, dia juga mainan rice cooker. rice cooker diisi jeruk dan mangga, dan mainan-mainannya. Lalu dia jinjing, bawa kemana-mana, seperti sedang belanja. Setelahnya, dia taruh rice cooker di atas truk mainannya. Main susun-susun lagi, tapi belum tau konsep besar kecil. Jomplang dong. Ambruk. Dia susun lagi, ambruk lagi. Mulai frustasi, dia teriak-teriak. Ibu menjelaskan, kalau truknya terlalu kecil, jadi tidak bisa mangangkut rice cooker yang besar. Ceritanya mengenalkan konsep besar kecil, entah mengerti atau tidak, yang penting dijelaskan. Kemudian dia masukan truk beserta rice cooker seisinya ke dalam ember besar. Dan dia tertawa puas. hahaha. Sepertinya cepat move on ini anak. Langsung cari alternatif mainan seru lainnya.

Geli ngelihat Atthar belagak seperti pembeli baju. Baju di jemuran dibolak-balik, dilihat, diperhatikan. Serius sekali memilihnya. Dan dia selalu tertarik dengan kaos yang banyak gambar binatangnya, kaos yang beli di Gembiraloka Zoo libur lebaran kemarin. Sambil nunjukin jajah (gajah). Suka sekali gajah (iconic ya, serba besar, gampang dibedakan dengan hewan lain) dan kucing (keseringan dicakar).

Atthar juga suka memperhatikan binatang dan tau letaknya. Seperti saat lihat tupai berlarian di kabel listrik dan atap rumah. Setiap ditanya "mana tupai", dia akan menunjuk ke atas, ke arah kabel listrik dan atas yang sering terlihat kemunculan tupai. Kemudian, ketika anak-anak ayam berselimut sayap induknya. Atthar memperhatikan dan mempraktekan. Dia masukan botol yang dibawanya ke dalam baju dan duduk. hahaha. Ingin jadi induk ayam juga rupanya. Atthar, si pengamat binatang.




















#KuliahBundaSayang
#GameLevel3

#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak" Hari Ke-8

BERMAIN PERAN

Seniman

Di halaman Atthar melihat bekas mainan teman-temannya berupa kaleng cat bekas yang diberi air dan pasir, ada adukannya. Atthar memainkan itu dan ibu membiarkan dia main sambil beres-beres. Pas mau pakai motor, ibu baru sadar ada hasil karya Atthar di situ. haha. baru seminggu lalu dicuci dan masih bersih motornya, sekarang  terlihat pasir nempel dimana-mana, seperti lukisan abstrak, hanya Atthar yang ngerti.

Asisten Ibu

Ibu menurunkan jemuran dan melipatnya. Ibu kumpulkan hangernya. Atthar ikut-ikut main hanger. Ibu punya ide agar Atthar bermain dengan terstruktur. Jadi, ibu mencontohkan bagaimana cara menggantung hanger. Dan Atthar memperhatikan dengan serius. Kemudian ibu tuntun tangan Atthar untuk melakukan yang ibu lakukan tadi. Ibu beritahu cara memegangnya, cara mengaitkannya. Lalu Atthar praktek sendiri. Dia ambil sekaligus banyak. haha. Gak sabaran. Ibu kasih satu saja. Dia mencoba mengaitkan tapi tidak berhasil juga. Teriak dia. Ibu bilang hangernya terbalik, jadi susah untuk dikaitkan. Ibu beritahu caranya membalik hanger. Mencoba lagi, tetap tidak bisa terkait, kali ini karena dia terlalu tinggi angkat hangernya. Ibu tuntun lagi. Pada akhirnya belum berhasil juga Atthar dalam tantangan mengaitkan hanger, tapi dia sudah belajar.

Kreator

Atthar sudah mulai mandiri, tidak bergantung sepenuhnya pada ibu saat bermain. Dia sudah mulai berimajinasi, melakukan permainannya sendiri dengan barang-barang yang ada di rumah. Seperti, gelas plastik yang dia jadikan tangan robot. Dia dengan bangga dan bersemangat memperlihatkan hasil karyanya kepada ibu. Dengan ekspresi terkagum-kagum, tangannya bisa hilang dan berubah. hahaha. Ini salah satu obat stres ibu. Melihat bentuk imajinasinya itu menyenangkan. 

Melihat lipatan kardus, langsung dibuka dan memasukkan kakinya ke dalam kardus. Berlagak seperti mobil-mobilan. Hilir mudik berkeliling rumah.

Sebisa mungkin menjaga kealamian apa yang ada pada diri Atthar. Bermain juga belajar. Belajar tanpa terpaksa. Serasa tak tau kalau sedang belajar.


                   








#KuliahBundaSayang
#GameLevel3

#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Selasa, 13 November 2018

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak" Hari Ke-9


BERMAIN PERAN

Atthar belajar jadi pengelola tempat bermain. Jadi, mainannya dibereskan sendiri untuk bisa dimainkan lagi. Sepertinya menurut dia, membereskan mainan itu juga sebuah permainan karena ekspresinya yang sumringah dan bersemangat. Beres-beres mainan ini, dia sudah mengerti harus ditempatkan dimana. Ibu jadi supervisor yang mengawasi kinerjanya. Kalau ada yang kurang pas ibu beritahu secara lisan, kalau belum ngerti juga, ibu kasih contoh. 

Buku-buku yang berhamburan dimasukan ke tempatnya. Balok-balok kayu harusnya dimasukan ditiang-tiang yang ada di gandengan truk, tapi dia sedang gak suka menaruhnya di situ. Jadi, ibu memberikan kotak bekas kepada Atthar untuk diisi balok-balok kayu. Dan ternyata dia bersemangat sekali. Sampai-sampai rela bersusah payah merangkak di bawah jemuran demi meraih balok-balok kayunya. Ketika semuanya terkumpul dalam kotak wajahnya puas sekali, mringis sambil tepuk tangan. tantangan terselesaikan. haha.

Atthar juga suka diberikan barang yang bisa dibongkar pasang seperti botol plastik. Serius sekali dia bongka pasang tutup botol yang melingkar. Biasanya kan yang buka tutup biasa aja. Yang ini tantangan baru membukanya harus memutar tutupnya. Kadang bisa, kadang teriak karena gak bisa-bisa. hehe.

Ketika ibu bilang ayo mandi, maka dia menyiapkan semua peralatannya. Tapi, ini dia sekalian nyemplung dan memeragakan caranya mandi, padahal belum ada airnya. hahaha. Tapi, sudah tau bagaimana mandi (pegang gayung dan mengguyurnya).

Kemudian jadi penjual botol. Selain menggelar dagangannya, Atthar juga mengangkut dagangannya dengan truk. Ya, botol itu dinaikan ke truk. Ibu ingatkan agar hati-hati, kalau jatuh bisa pecah botolnya. Ibu awasi dong. Dia juga masukn botol-botol ke baskom untuk dicuci. Awalnya kasar, menimbulkan benturan, lalu ibu bilang pelan-pelan. Dan dia mengerti, pelan-pelan dia taruh. Ketika dia melakukannya, ibu bilang "ya, seperti itu". Tujuanya agar dia bisa membedakan yang benar seperti apa.





                                     


                                     


               



#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak" Hari Ke-10

BERMAIN PERAN

Penyayang Binatang

Rutinitas pagi, beli kue karena perut ibu juga sudah lapar. Isi bahan bakar dulu sebelum masak. Tapi, pagi ini sebelum beli kue terjadi insiden. Atthar dicakar si putih LAGI. Kali ini bukan di kaki, tapi di bawah dagu. 

Ibu buka pintu, si abu langsung masuk rumah, si putih baringan di teras. Ibu ingatkan Atthar untuk gak ganggu si putih dan masuk rumah saja. Atthar masuk rumah, ibu ambil jaket bentar ke kamar. Gak taunya dia mlipir ke luar. Tau-tau udah nangis aja masuk rumah sambil pegang-pegang bawah lehernya. Ibu lihat ada goresan di bawah dagu. Ibu kasih tau lagi untuk gak ganggu si putih. Semoga jera sudah kedua kalinya dicakar si putih. 

Jadi dekat lagi dengan kucing itu setelah kemarin temannya ngajak dekat-dekat kucing. Temannya pegang-pegang si abu dan suruh Atthar juga pegang. Dengan takut-takut dia pegang. Nah, kalau si abu malah suka nempel-nempel, tapi dia gak tau kalau kucing itu beda-beda. Semoga dengan kejadian ini dia jadi mengerti. Ibu menekankan mau apapun itu gak usah diganggu. Atthar sendiri juga gak suka diganggu kan. Tak lupa setiap pegang kucing bersih-bersih dong.

Atthar makan donat selama di jalan pulang. Di teras ada si abu yang nungguin. Ibu bilang ke Atthar untuk bagi makanannya ke kucing, dicuilin deh sama Atthar. Ibu bantu kasih kuenya, dia masih takut sepertinya, ngasih makan sambil nempel-nempel ibu. Kalau jadi penyayang hewan tak apa, tapi kalau jadi pengganggu hewan nanti dicakar lagi.

Asisten Ibu

Atthar bangun ketika ibu sedang menata botol di kulkas. Langsung seger dong dia lihat air di baskom. Langsung buat mainan. Melihat ibu menata botol, timbul rasa ingin membantu. Diberikannya tutup-tutup botol ke ibu, dengan senang hati dong ibu menyambutnya.

Ketika mau mandi, dia sudah tau ritualnya. Diturunkan bak mandinya, tak lupa dia ambil mainannya (ember-ember kecil, gelas plastik, botol bekas, dan gayung kecil isi peralatan mandinya). Lalu ibu isi dengan air dingin. Kemudian ibu bilang keluar dulu lepas bajunya. Sambil ibu tuang air panasnya, dia menunggu di tempat biasa taroh baju kotor. Ibu buka bajunya (sekarang cuma sampai tangannya keluar, seterusnya dia sudah bisa mengeluarkan bajunya, bertahap dimulai untuk bisa lepas baju sendiri). Ibu pun bilang ke Atthar baju kotornya ditaruh dimana. Lalu dia taruh di keranjang baju kotornya (beda keranjang dengan punya ibu).

Ibu sedang menyiapkan sari jeruk untuk bekal dan dia mau. Sebelum menikmati kesegarannya, biasanya Atthar bantu-bantu ibu dulu. Ketika ibu selesai peras jeruk, kulitnya ibu kasih Atthar. Dia sudah mengerti harus bagaimana. dia bawa kulit jeruk ke tempat sampah, tapi sebelum membuangnya, dia melihat ibu dan bilang "yak?" meminta persetujuan. Ketika ibu bilang ya atau manggut, dia akan membuangnya.

Sekelumit kisah tadi pagi. Selasa, 13 November 2018.


                      

#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Selasa, 06 November 2018

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak" Hari Ke-6


BERMAIN PERAN


Kali ini, Atthar tidak hanya sayang sama ayam dan kucing, tapi juga ibunya. Ibu juga dapat jatah dikasih makan sama dia. hahaha.... Udah gak mau makan lagi, jadi dibagi-bagi.

Jadi tukang bersih-bersih, makan telur berhamburan lalu dia lap. Ya, dia lap dikira sama kayak air perlakuannya. Jadi, tetep aja berantakan. hehe.... Mestinya disapu ya. Tak mengapa, bersyukur dia ingat untuk membersihkan sendiri.

Nah, ketika minum dari tempat minum, selain dia ingat cara buka tutupnya, juga ingat untuk menutup kembali biar gak tumpah. Belajar dari pengalaman. Meski sebelumnya tumpah sedikit karena buat mainan botol minumnya.



#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Senin, 05 November 2018

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak" Hari Ke-5


BERMAIN PERAN


Pagi ini, Atthar siang bangunnya. Suasananya enak buat tidur, dingin. Jadi, sedikit kegiatan yang dilakukan sebelum berangkat.

Pagi ini, Atthar tetap penyayang binatang. Ayam dan kucing sudah setia menunggu dia. Benar saja, sambil makan sambil kasih makan ayam dan kucing. Mereka pun berebutan.

Dikasih kotak bekas snack sama temennya. Dengan senang hati menerima. Sampai rumah, dibuat mainan dari jadi truk yang dimuati bottol minum terus didorong-dorong, dimasukin kakinya, sampai dibuat topi. Jadi kreator ceritanya. 

Pustakawannya beraksi setelah sebelumnya berantakin buku-buku. Ibu minta dia buat mengembalikan buku-buku ke tempatnya. Dan dia pun melakukannya dengan baik.

Jadi teknisi juga yang memperbaiki atap kereta. Meki kadang berhasil, kadang menyerah.


         


#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Minggu, 04 November 2018

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak" Hari Ke-4


BERMAIN PERAN



Hari ini Atthar jadi peternak, penyayang binatang, pengusaha laundry, tukang bersih-bersih, guru ngaji, dan pengendara.

Atthar kalau dengar suara ayam dan kucing langsung reflek mendekati pintu dapur, melongok ke bawah. Nah, kalau dia lagi pegang makanan, bisa dipastikan makanan itu dia cuil, dia makan, terus kasih ayam dan kucing, gak peduli ayam kucing itu makanannya apa. Kucing dia kasih makan pais pisang, tapi anehnya si kucing makan-makan aja, saking lapernya kali ya. Jadi, si kucing berebut makanan sama ayam.

Ibu nyuci baju Atthar. Tiap mandi dibiasakan menaruh baju kotornya ke keranjang. Dan kali ini dia taruh ke mesin cuci.

Waktu makan berhamburan, dia ambil sapu dan menyapu lantai. Meski kotorannya gak ikut kesapu. Waktu minum, airnya tumpah. Dia tunjuk-tunjuk, minta perhatian ibu. Ibu bilang ambil lap dan dia mengambil, tanpa di suruh dia gosok-gosok lapnya. Dia memperhatikan juga kalau ada orang yang ngelap.

Habis shalat, dia tunjuk-tunjuk atas lemari, minta cium quran. Oya, ibu lihat dia meragakan gerakan shalat (rukuk dan sujud), meski belum benar gerakannya, tapi dia lakukan di kamar mandi. Ibu perhatikan dan setelahnya memberi tahu kalau shalat di tempat shalat. Di kamar mandi buat mandi.

Jadi, pengendara yang baik dong. Dia mainan helm dan memasangnya di kepalany tanpa bantuan, tak lupa dadah.


           



#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Sabtu, 03 November 2018

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"


Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak" Hari Ke-3


BERMAIN PERAN


Setelah melihat rumah berantakan, saatnya dicicil buat diberesin. Ibu ajak Atthar ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Bagaimana pun dia pelaku utamanya. Jadilah ia sebagai pustakawan. Karena yang dihambur sebagian besar adalah buku. Ibu minta tolong Atthar untuk mengambilkan buku-buku yang berhamburan untuk dimasukkan dalam kotak. Awalnya enggan, tapi lihat ibunya nyusun, lama-lama ikut juga nyusun. yah, meski akhirnya dihambur lagi. hahaha....

Hari ini jadwalnya nyuci baju, ikut sibuk dong si bocah. Nah, ini bocah jadi pengusaha loundry. Nyiapin gantungan bajunya dong buat jemur. Dan berakhir buat mainan.

Masih tetap jadi peternak. Dia beri makan ayam-ayam itu dengan makanannya. Dari roti, telur rebus, tempe goreng, hati, semua yang dia makan, dikasih ayam, juga kucing. Dan setelahnya senyum bahagia.

Jadi operator kereta. Hari ini truknya istirahat dulu. Dia jalankan keretanya. Dia mulai tarik-tarik tali keretanya dan berhasil mengeluarkan bunyi saat tali dilepas. Yeeee.... dia sudah bisa narik talinya, setelah sebelumnya susah payah gak berhasil-hasil narik tali keretanya.

Kemudian jadi pelukis. Lihat ada pensil, lalu lihat ibu sambil tunjuk itu pensil. Ibu ngangguk tanda setuju. Langsung disambut dengan nyamber pensil dan dicoret-coret tegelnya, lalu kulkas. Lama memandangi diri di kulkas sambil coret-coret. Ngelukis diri kali ya.

Sekelumit cerita hari ini.


 #KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Jumat, 02 November 2018

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak" Hari Ke-2

BERMAIN PERAN

Pagi hari, Atthar menjadi penyayang binatang. Ketika beli roti pisang di warung, melihat kucing ngeong-ngeong, dia kasih roti pisang, tapi si kucing gak bereaksi. ya iya lah, si kucing mana makan roti pisang. Jadilah Atthar ribut sendiri, dikira orang-orang dia takut kucing. 

Pulang ke rumah jadi peternak ayam. Ya, setelah makan mihun beberapa suap, dia kasih ke ayam-ayam untuk dimakan, dan tertawa puas. haha....

Kemudian ketika mau minum sari jeruk, ibu menyuruhnya duduk. Mendapati tempat biasa ia duduk kotor dengan mihun, dia reflek ambil sapu. Nah, nalarnya jalan, kalau kotor mesti dibersihkan. Kadang dia mencoba nyapu sendiri, kadang dia cuma nunjuk, ibu yang nyapu.

Lagi suka-sukanya jadi ahli kunci nih. Kunci motor selalu digenggam erat tak dilepaskan sampai perhatiannya teralihkan. Biasanya kunci dimasukkan ke lubang, padahal bukan lubang kunci. Terus dia putar-putar seperti pengendara.  

Di jalan Atthar itu suka jadi pengamat transportasi. Ribut kalau lihat kendaraan besar, nunjuk-nunjuk dengan hebohnya dan ibu harus menjawab itu kendaraan jenis apa, baru puas. Selain dia yang tanya itu kendaraan apa, ibu juga kadang lebih dulu tanya, "mana truk nak?", "mana pick up nak?", "mana truk tangki nak?", dan menjelaskan, "itu truk tangki bawa bantuan air bersih, warnanya orange, besar ya?" dan juga menghitung, "ada berapa truknya nak? 1, 2, 3, iya ada 3 truknya."

Sore tadi kami belanja, dan dia berperan jadi pembeli. Tumben mau jalan sendiri di tempat baru, lalu ibu ambil belanjaannya, dan dia bawa belanjaannya ke kasir. Tapi pada akhirnya tertarik dengan teether dan membuang belanjaan. hahaha.... gak konsen, teralihkan fokusnya. Tapi, lucu ketika dia melihat teether, dia amati satu-satu, seperti orang lagi milih-milih yang mau dibeli. Tentunya ibu gak beliin, kan masih ada di rumah dan gak pakai itu lagi sekarang. hehe....

Setelah ibu shalat maghrib, Atthar berperan menjadi guru ngaji. Menunjuk-nunjuk atas lemari, mengingatkan untuk mengaji. Hal yang paling dihafalnya adalah mencium Quran. hehe.... semoga ini awal dari cintanya kepada Quran.

Main truk lagi dong, jadi operator. Truk yang kecil dia beri muatan besar (botol minum seliter di badan truk, saos di kepala truk). Pas dijalankan jatuh botol minumnya, sesaat kaget untuk kemudian menaruh botol minum ke badan truk lagi.


#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Kamis, 01 November 2018

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak"

Tantangan 10 Hari "Meningkatkan Kecerdasan Anak" Hari Ke-1

Pada tantangan level 3 (Meningkatkan Kecerdasan Anak), mengharuskan membuat family project. Setelah membaca materinya, intinya ibu mesti memilih kecerdasan apa yang akan menjadi fokus untuk membuat family project. Ada 4 kecerdasan, yaitu: 

Kecerdasan Intelektual
> Membangkitkan logika dasar dan nalar
> Mengasah rasa ingin tahu (intellectual curiosity)
> Memahami ekspresi bahasa ibu
> Belajar bersama alam
> Memiliki imaji positif tentang alam dan kehidupan serta proses belajar

Kecerdasan Emosional
> Mengenal perasaannya sendiri sewaktu emosi itu muncul, seperti senang, 
   bahagia, sedih, marah, benci, dan sebagainya

Kecerdasan Spiritual
> Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah
> Mengenal ciptaan Allah
> Membangkitkan kesadaran Allah sebagai pengasih dan penyayang, 
   sebagai pencipta, pemberi rejeki

Kecerdasan Menghadapi Tantangan (Adversity Quetiont)
> Anak mampu mengontrol dirinya
> Bisa menerima jika tidak semua permintaan dikabulkan

Dari keempat kecerdasan itu, ibu memilih meningkatkan Kecerdasan Intelektual. Hal itu karena ibu rasa lebih mudah dalam mendokumentasikannya (tidak membebani). Dalam keseharian, ibu lebih mudah menangkap kecerdasan intelektualnya.

Setelah memilih kecerdasan yang menjadi fokus tantangan, kini saatnya memberi judul tantangan. Ibu memberi nama family project kali ini dengan nama "Bermain Peran". Sesuai umurnya yang masih 1,5 tahun. Tentu tak ada proses diskusi dua arah antara ibu dan anak, yang ada ibu cuma memberitahu kita akan melakukannya. Dan anak pun sealami mungkin tanpa sadar sebenarnya telah melakukan suatu project. Karena dia beraktifitas seperti biasa dan ibu mengamati lalu mendokumentasikan. Memberi stimulus-stimulus yang diperlukan.

Dinamai bermain peran karena dia sedang senang-senangnya meniru. Ketika dia menjatuhkan makanan, ibu menyapunya. Di lain hari ketika dia menjatuhkan makanan, dia pun mengambil sapu dan mulai menyapu. Dan peristiwa-peristiwa lainnya.

Kemarin dia berperan sebagai pengendali truk. Dia bawa truk berkeliling. Ketika truk jatuh, dia terkejut dan mulai membetulkan posisi truknya seperti semula, lalu berkeliling lagi.

Masih dengan truknya, kali ini dia tambahkan beban (kecap dan saos) ke atas truknya. Dia jalankan dan terjatuh botol-botol itu. Kemudian dia kembalikan posisi botol-botol itu.

Tadi pagi, dia jadi peternak ayam. Dia beri makan ayam-ayam dari pintu dapur. Makanannya dari makanan yang dia tidak mau. hahaha.

Lalu jadi koki. Yang belagak sedang menggoreng wortel. Dia pegang serokan bekas, wortel dimasukkan ke baskom dan bertingkah seperti sedang meggoreng. Puncaknya dia ambil minyak dan minyak tumpah. hahaha. Anak ini tau aja ya. Ok saatnya ibu bersih-bersih sebelum dia terpeleset.

Itulah sekelumit family project Bermain Peran.




#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam