Kategori

Jumat, 16 Maret 2018

TIPS JUALAN LARIS

Jualan itu memulainya butuh ketetapan mental. Harus siap gagal. Persiapan pun mesti matang. Yang gak kalah penting untuk disiapkan selain modal materi dan mental adalah Marketing. Banyak yang gagal karena pemasarannya kurang greget. Promosinya kurang joss. Saya akan membagikan tips pemasaran sederhana. Terinspirasi dari pengalam pribadi sebagai pembeli.

Real Picture

Banyak penjual yang meremehkan hal ini. Asal comot gambar di internet. Lalu dengan entengnya upload. Dipasarkan kemana-mana. Menurut Saya hal ini gak etis. Kenapa? Karena itu termasuk pembohongan publik. Kok gitu? Lha iya kan..bukan gambar produknya yang sebenarnya. Contohnya jualan donat terus nyomot gambar donat di internet dan disebarkan untuk bahan promosi. Yang jadi masalah itu gambar donatnya. 

Cobalah menjadikan jujur itu sebagai modal jualan juga. Jadi intinya, sebarkan foto hasil jepret sendiri dari donat yang dibuat sendiri. Banyak banget yang seperti ini. Kolase fotonya beda-beda kualitas. Itu jadi tanda bahwa penjualnya gak jujur. Yang lebih parah beberapa penjual menjadikan kolase foto tersebut sebagai contoh produknya. Wah, gak jujur berjamaah jadinya. T.T

Eye Catching Picture

Si penjual sudah jujur ne. Pakai foto sendiri buat promosi. Eh, tapi alakadarnya foto buat promosi. Mungkin pikirnya yang dimakan kan produknya bukan fotonya. Eiiittss, jangan salah...kebanyakan pembeli kecantol itu sama fotonya dulu baru memutuskan untuk beli apa gak. Pilihlah foto yang eye catching. Jadi, pembeli gak bisa berpaling sampai terngiang-ngiang dan akhirnya memutuskan untuk membeli.

Penting ya? penting. Saya pernah lihat penjual tumpeng. Lihat foto tumpengnya agak tertarik. Lihat foto-foto seterusnya untuk memutuskan beli atau tidak. Dan akhirnya Saya gak jadi beli. Apa penyebabnya? yang jualan ikut narsis. Gak masalah kalau dilihat secara estetika bagus. Yang jadi masalah penjualnya seperti dadakan foto jadi tampilannya semrawut, malah bikin salah fokus atau gagal fokus. Sebaiknya disimpan untuk konsumsi pribadi aja yang begini. 

Fast Respon

Udah promosi dll silahkan pesan. Giliran pesan. Tuuuuuttt..tuuuuttt..gak dibales2. Bete. Apalagi kalau perut laper. Banyak kerjaan. Lihat ada yg jual makanan bisa diantar. Pesan. Tapi gak ada respon sampai sudah keluar cari makan, baru ditanggepin. Pesan berapa ya kak? UDAH TELAT!!!haaaa..

Kata orang, kalau jualan yg niat. Buatlah jadwal (selling hour) dan berusaha untuk konsisten. Jadi, pembeli gak bingung sebenarnya bukanya kapan. Patuhi perjanjian yg dibuat. Kalau mau antar jam 2 siang ya antar jam 2 siang. Jangan molor tanpa penjelasan. Terpaksanya molor ya mesti minta maaf dan memberikan pilihan yg bijak ke pembeli. Oy, konfirmasinya juga jangan dadakan (emang tahu bulet). Mesti bisa baca situasi, meramalkan bisa tercapai gak janjinya.

Sekian tipsnya semoga bermanfaat dan berhasil. Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah jualan. Semoga berkah jualannya. 

Kalau penjualnya udah gini, pembelinya no hit n run ya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar