Kategori

Sabtu, 13 Juli 2019

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Hari Ke - 3

Kali ini ceritanya tentang kucing abu dan kucing putih (tokoh nyata). Ibu pikir mungkin bisa lebih mudah dipahami kalau tokohnya nyata. Kejadiannya pun nyata. Tentang pertengkaran mereka setiap kali bertemu. Ibu cerita mereka berantem karena lapar. Sama seperti dia kalau lapar pasti segalanya gak sreg. Terus ketika melihat makanan, mereka akan berlomba makan duluan. Sama kayak dia kalau lapar langsung dimasukan mulut banyak-banyak biar gak diambil orang dan pada akhirnya hok. Berantem karena lapar dan tak mau bagi-bagi. Abu merasa paling dekat dengan kita jadi seolah dia yang lebig berhak terhadap makanan yang kita kasih. Sedang putih yang pendatang cuma boleh menunggu sisanya. Itu sebabnya kalau ada 2 kucing atau lebih selalu dipisah ngasihnya. Paling pertama tentu abu karena dia paling cepat. Kalau putih duluan, bakal terjadi perkelahian. Putih memang tau diri sehingga tak masalah dapat terakhir. Dan semua makan, semua kenyang. Ibu pesan, bagi-bagi lah meski sedikit-sedikit. Tak apa semua jadi senang kan. 

Kendala menyampaikan ide dongeng adalah menyampaikan dalam bahasa anak-anak umur 2 tahun yang belum mengerti banyak hal. Terlalu banyak kata malah membuat dia bosan. Akhirnya main sendiri tak tertarik mendengarkan. Ibu mesti cari-cari pendekatan lain.

#HariKe3
#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10hari

Jumat, 12 Juli 2019

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Hari Ke - 2

Saya masih bingung memilih waktu yang tepat untuk mendongeng. Dia juga masih belum terbiasa mendengar ibunya mendongeng. Ketika ditanya mau mendengar cerita ibu? Dia tak antusias. 

Saya ingin menanamkan kata-kata dasar padanya. Jadi cerita hari ini tentang terimakasih. Ibu cerita Gaga si gajah kecil yang suka membantu ibunya. Setiap kali membantu, dia akan mendapatkan balasan terimakasih. Tapi, berbeda ketika dia membantu monmon si monyet temannya memetik pisang. Monmon berlalu begitu saja. Ada hal yang membuatnya kecewa. Lalu dia bertanya pada ibunya. Ketika tau kata terimakasih menjadi penyebabnya, ibu gajah bilang kalau memang harus berterimakasih sudah dibantu, tapi kalau yang kita bantu tidak mengucapkannya mungkin dia lupa. 

Saya tak bisa menata kata menjadi terstruktur karena dia akan bosan. Jadi, harus diselingi dengan apa yang dia suka, seperti kali ini dia suka dengan suara monyet. Saya sisipkan suara monyet dimana-mana. 

Dan proses cerita berkali-kali terganggu karena dia ketakutan melihat bayangan pohon yang bergerak karena sedang berangin harinya. Yah, banyak cobaan dalam mendongeng. 

#HariKe2
#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10hari

Kamis, 11 Juli 2019

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Hari Ke - 1

Tantangan kali ini adalah mendongeng. Saya merasa kurang mampu kalau harus mendongeng. Karakter saya yang pendiam dan tak pandai merangkai kata (apalagi kata-kata untuk balita) membuat saya minder. Saya terus memikirkannya dan sesekali mereka-reka dan masih gagal. Kemudian tiba di hari H yang membuat saya mau gak mau mencobanya. Dan saya putuskan menyambung-nyambungkan fenomena perilaku anak saya ke dalam cerita (meski gak nyambung). 

Tantangan yang berat ketika tidak pandai bercerita dan mesti menunggu waktu yang pas untuk mendongeng. Saya agak tak enak badan, maka saya ajak dia main di kamar saja. Sambil baringan dia bermain. Beberapa kali saya coba memulai cerita, tapi mesti gagal karena dia masih ingin berbicara, main tebak-tebakan, dll. Saya terus menunggu waktu. 

Akhir-akhir ini, dia suka usil memainkan kaki ke kepala ibu. Itu sangat tidak saya sukai. Sering ditegur dan malah semakin semangat mengulangi, saya habis akal bagaimana memberikan pemahaman kepadanya. Kali ini saya mencoba bercerita tentang keusilan gajah dan semut (dia suka binatang dan lebih bisa dia bayangkan). Inti ceritanya gajah yang sedang berjalan-jalan melihat semut yang sedangberjalan mencari makan. Tetiba jiwa keusilannya muncul. Karena merasa makhluk yang paling besar, maka dia mencoba menakut-nakuti semut dengan berpura-pura akan menginjaknya. Diluar dugaan, bukannya takut lantas kabur, si semut malah membalas keusilan si gajah dengan tetap bertahan. Saat kaki gajah semakin mendekat padanya, semut pun menggigitnya. Gajah yang bertubuh besar itu sampai bergulung-gulung kesakitan. Tak disangka semut yang kecil bisa memberikan pelajaran kepada gajah yang besar untuk tidak usil lagi. 

Berharapnya dia akan berhenti berbuat usil juga, tapi dia lebih teringat dialog saat gajah keaakitan dan bilang "auw". Keusilannya masih berlanjut. Yaaahh... Ibu mesti sabar untuk terus mengingatkan. 

Tentang proses selama dongeng, saya harus atraktif untuk mendapatkan perhatiannya. Kalau mengikuti kaidah bahasa saja, dia bakal kabur. Jadi, kalimatnya pendek-pendek sekali dan banyak tekanan di sana-sini. Terpotong-potong karena banyak efek-efeknya. Baru dia mau mendengarkan dan tertawa mencerna dongengnya. 

#HariKe1
#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari


Rabu, 03 Juli 2019

Aliran Rasa Memicu Kreativitas Anak

Anak-anak sebenarnya tumbuh dengan daya kreativitas yang tinggi. Akan tetapi, terkadang lambat laun semakin meredup. Tak hanya faktor dari diri anak itu sendiri. Namun, juga lingkungannya. Terutama, orang tuanya. Terkadang tanpa sengaja dan dengan alasan menjaga anak membuat orang tua mengekang anaknya. Hal itu tanpa sengaja mengurangi tingkat kreativitasnya. Semestinya bukan larangan, tapi pengertian terhadap apa yang dilakukannya. 

Dalam hal memicu kreativitas anak yang terpenting adalah orang tuanya yang terlebih dulu out of the box. Sehingga, dapat dengan legowo memicu kreativitas anak. Saat anak sedang asyik berkreativitas, maka kita hanya perlu melihat dan mengawasinya saja. Setelahnya, memberikan pemahaman terkait apa yang telah dilakukannya. Perlu dijelaskan mengenai akibat dari apa yang dilakukan dan harus seperti apa untuk mrngatasinya. Ajak dia juga memikirkannya. 

#aliranrasa #gamelevel8 #kuliahbunsayiip #institutibuprofesional