Kategori

Sabtu, 25 Agustus 2018

NICE HOMEWORK Adab Mencari llmu X CoC

> Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu Bunda Sayang?
Alasan terkuat yang Saya miliki sehingga ingin menekuni ilmu Bunda Sayang adalah ingin  menuntaskan niat awal Saya mengikuti program IIP yaitu sebagai sarana belajar untuk menjadi istri dan ibu terbaik untuk keluarga Saya.

> Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Strategi menuntut ilmu yang akan Saya rencanakan di bidang tersebut adalah dengan mengamalkan materi adab menuntut ilmu yang telah diberikan terlebih dahulu dan setelahnya terus berusaha melakukan yang terbaik untuk meraih ilmu tersebut,

> Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?
Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap yang Saya perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut adalah manajemen waktu. Saya harus bisa mengatur waktu dengan baik antara pekerjaan domestik, publik, dan menuntut ilmu.

* STUDI KASUS*

> Ilmu itu didapat manakala kita mendekat dan datang pada sumber ilmu. Ilmu juga akan mudah diperoleh manakala kita antusias mencari ilmu. Berkaitan dengan ini, bagaimanakah sikap seorang pembelajar terhadap fasilitator?
Sikap seorang pembelajar terhadap fasilitator adalah dengan menghargai fasilitator yang telah meluangkan waktunya untuk mendampingi para pembelajar dengan cara meluangkan waktu juga untuk melaksanakan kewajiban seorang pembelajar.

> Saat berdiskusi, Fasilitator menyampaikan jawaban yang dirasa kurang tepat, apa yang Anda lakukan? Jadwal diskusi sudah ditetapkan, Materi sudah diposting di GClassroom, kemudian Review diskusi pun sudah tersedia, apa yang perlu dilakukan sebagai mahasiswi yang beradab baik?
Saat berdiskusi, Fasilitator menyampaikan jawaban yang dirasa kurang tepat, yang Saya lakukan adalah memberi masukan dari sudut pandang Saya dengan adab menyampaikan pendapat yang baik. Jadwal diskusi sudah ditetapkan, materi sudah diposting di GC, kemudian Review diskusi pun sudah tersedia, yang perlu dilakukan sebagai mahasiswi yang beradab baik adalah dengan mengikuti adab menuntut ilmu yaitu mempelajari, menghadiri, dan mengerjakan.

> Di setiap level, akan ada tantangan 10 hari, dimana Mahasiswi perlu menuliskan pengalamannya dalam melakukan tantangan yang diberikan. Tentunya mahasiswi ingin bisa tepat waktu dalam menyetorkan tugasnya. Mana yang lebih bermartabat, membuat setoran asal-asalan agar tepat waktu, atau berusaha mengatur waktu dengan baik agar bisa membuat setoran berkualitas dan bisa tepat waktu?
Yang lebih bermartabat adalah berusaha mengatur waktu dengan baik agar bisa membuat setoran berkualitas dan bisa tepat waktu.

> Materi yang disampaikan dirasa sangat bermanfaat, mana yang lebih bermartabat? Menulis ulang materi di medsos/blog, atau Menuliskan pengalaman dan hikmah saat mendapat materi, kemudian membuat review dari sudut pandang sendiri?
Menulis pengalaman dan hikmah saat mendapat materi, kemudian membuat review dari sudut pandang sendiri yang lebih bermartabat.

> Mendapatkan tawaran untuk mengisi materi yang berkaitan dengan bunda sayang, Apa yang akan anda lakukan? Kegiatan domestik dan ranah publik dirasa semakin padat, dan tidak memungkinkan untuk mengikuti perkuliahan. Cuti atau mengundurkan diri, dibolehkan. Bagaimanakah etika saat ingin mengajukan cuti atau mengundurkan diri?
Mendapat tawaran untuk mengisi materi yang berkaitan dengan bunda sayang, yang akan Saya lakukan adalah mempersiapkan diri dan materi yang dimaksud sesuai kemampuan Saya. Etika saat ingin mengajukan cuti atau mengundurkan diri adalah dengan mengikuti aturan IP dengan terlebih dulu berusaha seoptimal mungkin untuk tetap mengikuti pembelajaran.

> Kuota Bunda Sayang terbatas, banyak IPers yang ingin mengikuti perkuliahan namun tidak mendapat kuota. Sementara itu, ada peserta yang sudah terdaftar, tapi mundur di tengah jalan. Bagaimanakah pendapat Anda mengenai konsekuensi yang sebaiknya diberlakukan?
Pendapat Saya mengenai konsekuensi yang sebaiknya diberlakukan adalah mengikuti ketentuan yang ditentukan oleh pengurus IP Kalsel. Sependek yang Saya tahu IP Kalsel mengijinkan untuk mahasiswinya mengambil cuti dan dapat melanjutkan kapan pun mahasiswi itu mampu. 

Kamis, 23 Agustus 2018

Tips Bermain dengan Anak di Dapur


Assalamualaikum.

Berbagi tips kali ini, Saya ambilkan dari kegiatan Saya yang berkesempatan mengisi Rabu Berbagi WAG Kampus Institut Ibu Profesional Kalsel.

Saya pribadi merasa ribet mesti masak2 tp anak gak mau ditinggal..tambah ribet karena cuma berdua sama anak aja. Tapi mau gimana lagi, akhirnya mengubah pemikiran. Yang tadinya cuma sekadar masak, sekarang jadi bermain sambil belajar dengan wahana dapur.

Tapi dari situ Saya merasa kalau main dengan anak itu bisa saja sangat sederhana. Ya, berhambur di dapur berdua asyik juga (gak usah dipikirin dulu ngeberesinnya, lupakan sejenak, nikmati kebersamaannya).

Meski mengasyikan, tapi perlu juga kontrol permainan ya. Supaya nyaman dan tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Berikut Tips Bermain dengan Anak di Dapur yang sehari-hari Saya lakukan.

Tips Bermain dengan Anak di Dapur

1. Jauhkan benda2 berbahaya

Berbahaya di sini relatif ya. Karena anak saya masih 15 bulan jadi saya jauhkan pisau dari jangkauannya (mungkin kalau sudah agak besar, bisa dikenalkan pisau untuk memotong). Selebihnya saya biarkan dia eksplorasi benda2 di dapur.

2. Lapangkan dapur

Lapangkan dapur untuk memberi ruang gerak anak dalam bermain. Meski dapur sempit, saya coba atur barang2 agar tidak membuat dapur penuh. Seperti menaruh kulkas di ruang tengah, menyusun barang dalam susunan vertikal, dll.

3. Buat beberapa permainan

Di samping menyusun menu apa yg akan dimasak, susun juga permainan apa yg bisa dimainkan. Semisal bermain memasukan dan mengeluarkan umbi-umbian ke baskom, bermain perkusi, dll.

4. Siapkan properti

Propertinya tentu saja yg ada di dapur. Contohnya, ketika bermain mengulek bumbu, saya beri anak ulekan dan cobeknya. Saya pakai yg dari batu, anak pakai yg dr kayu..ibu anak sama2 ngulek..hehe..

5. Jelaskan segala yg ada di dapur

Di setiap bermain apapun dimanapun perlu deskripsi (lebih bagus secara detil) tentang apa saja yg sedang dilakukan. Ketika bermain dengan umbi-umbian, sebutkan nama umbi-umbian yg dimainkan, warnanya, jumlahnya, rasanya, dll.

6. Selalu awasi anak

Nah, ketika membiarkan anak bermain sendiri dan ibu memasak, tetap perhatikan apa yg dilakukan anak.

Sekian tips yang Saya bisa bagikan. 
Mohon maaf apabila ada kurang dan lebihnya. 
Terimakasih.