Kategori

Jumat, 26 Januari 2018

NICE HOMEWORK (NHW) #1

Ibu Profesional
MatrikulasiBatch#5
NHW#1


ADAB MENUNTUT ILMU

Tahap menguatkan ilmu dalam bentuk tugas yang dinamakan NICE HOMEWORK (NHW). 

NHW pada materi "ADAB MENUNTUT ILMU" adalah sbb:

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

*Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia*

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


Nah, tiba saatnya Saya menjawab pertanyaan2 tersebut. Menjawabnya butuh menerawang ke belakang dan ke depan niiihh.... Dan terlintaslah jawaban sbb:

1. Satu jurusan ilmu yang akan Saya tekuni di Universitas Kehidupan ini adalah Ilmu Agama. 

Ini adalah hal yang pertama kali tercetus di benak Saya. Saya makin tersadarkan bahwa hakikat hidup adalah menggapai akhirat. Bagaimana bisa menggapai akhirat kalau tidak tahu ilmu untuk mendapatkannya? Makin tersentak lagi karena ilmu agama yang Saya miliki belumlah tebal, mungkin hanya selembar tipis saja. Butuh terus dan terus mempelajarinya agar bekal mencukupi.

2. Alasan terkuat yang Saya miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut adalah karena Saya ingin menjadi orang pertama yang mengajarkan agama kepada anak Saya.

Alasan ini adalah bentuk kehausan Saya pada ilmu agama saat masih kanak-kanak. Saya berdoa bahwa anak Saya tidak akan mengalami apa yang Saya alami dulu. Amin. Saya masih ingat bagaimana sedihnya karena tidak dapat maksimal dalam pelajaran agama. Sedih karena pandangan guru-guru agama yang seakan menilai Saya anak yang malas. Hampir otodidak Saya belajar agama. Jadi, progresnya pun lambat. Setiap maju hafalan Saya merasa takut dan berakhir terbata-bata, apa yang dihafalkan hilang begitu saja dan pastinya mendapat nilai buruk. Bukan masalah nilai yang membuat sedih tapi penilaian guru yang menganggap malas, seakan Saya tidak ada usaha.

Nah, kalau Saya belajar ilmu agama, Saya akan tularkan ilmu itu kepada anak Saya. Saya bisa menjadi contoh. Saya bisa mengajarinya. Saya bisa memotivasinya.

3. Strategi menuntut ilmu yang akan Saya rencanakan di bidang tersebut adalah dengan mempraktekan langsung.

Langsung terbayang lagi masa2 waktu belajar shalat. Belajar shalatnya darimana? dari Buku Agama. Saya belajar shalat dari lihat dan baca Buku Agama sambil praktek. Jadi, waktu itu Saya shalat dengan pegang buku. Saya ikutin gerakan yang ada di buku beserta bacaannya (tentu latinnya). Begitu terus sampai akhirnya Saya hapal dan bisa lepas buku. Selanjutnya bisa shalat seperti orang2 pd umumnya.

Seperti itu strategi yang akan Saya lakukan. Belajar Dengan Praktek. Lebih membekas.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu perubahan sikap yang Saya perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut adalah dengan bersungguh-sungguh dan berusaha on time.

Hal ini sederhana tapi sulit dijalani. Dengan banyaknya pekerjaan baik di lingkungan domestik maupun publik, semua butuh perhatian 100%. Saya masih kacau dalam manajemen waktu. Bingung yang mana yang mesti didahulukan karena semua penting. 

Saya rasa Saya harus bergegas menyusun ulang semua pekerjaan beserta waktunya. Yang paling penting adalah menjaga semuanya sesuai jalur, konsisten. bersungguh-sungguh pasti bisa dijalani dengan profesional semuanya.



#NHW#1
#Kuliah Matrikulasi Batch#5
#Adab Menuntut Ilmu
#Batch5_IPKalSel_100%Lulus

MATERI IIP #1

Hari Senin, Tanggal 22 Januari 2018 Pukul 09.06 WITA Saya mendapatkan materi pertama untuk kuliah online kelas matrikulasi yang berjudul :

ADAB MENUNTUT ILMU


Tersadarkan kembali bahwa materi ini sangatlah penting dalam mengawali proses belajar. Saya seperti terbang ke masa kanak-kanak dulu. Sebelum membuka dan menutup majelis ilmu pasti diajak guru untuk berdoa. Itulah adab menuntut ilmu yang telah diajarkan sejak kecil tapi terlupakan setelah dewasa. Sejatinya bila ingin belajar perlu kita luruskan niat dalam belajar dengan mengharap ridho-Nya, melapangkan pikiran dan merendahkan hati untuk menerima ilmu.




Berikut adalah materi lengkapnya :


MATERI 1. Adab Menuntut Ilmu

KELAS MATRIKULASI BATCH #5 INSTITUT IBU PROFESIONAL

🌹🌹🌹

*ADAB MENUNTUT ILMU*

_Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional_

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

*Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU*

_ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya_

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

_Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan_

Para ibu lah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

🌹ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

🌹ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

🌹ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan _“sceptical thinking”_ dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Referensi :

_Turnomo Raharjo, Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012._

_Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5_

_Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015_

Rabu, 17 Januari 2018

NHW ALIRAN RASA

Alhamdulillah bisa juga gabung..maafkan baru bisa muncul..

Google Classroom (GC) ini seperti benar-benar kelas tapi online..lebih fleksibel..bagus juga untuk ibu2 yang memang waktunya serba tidak pasti..

Saya pribadi merasa awal bergabung sudah merasakan mendapat ilmu baru..

Meskipun online perasaannya sama seperti kelas di sekolah..deg-degan, takut ketinggalan, nge-pas-kan waktu juga jd tantangan..

Mohon bantuan dan kerjasamanya rekan-rekan..terimakasih..